Strategi dalam Investasi Forex
Melakukan investasi pada valuta asing dengan sistim margin trading merupakan investasi dengan peluang keuntungan yang luar biasa namun memiliki resiko yang tinggi pula.
Investasi ini banyak menarik minat para investor terutama karena peluang keuntungan yang tidak terbatas, kebebasan dalam bertransaksi dan perasaan yang unik bagi investor karena sifatnya yang banyak melibatkan emosi (psikologi).
Pada kenyataannya dari sekian banyak investor diseluruh dunia, hasil penelitian menyimpulkan ternyata 91% investor mengalami kerugian dalam waktu singkat, 7% investor mendapatkan keuntungan sementara dan 2% investor mendapatkan keuntungan yang stabil untuk jangka waktu yang lama.
Mengapa sebagian besar dari investor mengalami kerugian ?
Dari pengalaman, hasil penelitian dan dari buku-buku yang diterbitkan pakar-pakar dapat disimpulkan terdapat kesalahan-kesalahan prinsip trading yang dilakukan oleh para investor/trader secara berulang-ulang sehingga terjadi kerugian yang sangat besar. Beberapa prinsip itu adalah :
· Tidak melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan strategi trading (melakukan
dengan cara yang salah)
· Melakukan transaksi hanya mengambil sebagian dari hasil riset/prediksi orang lain atau
lembaga lain yang saat ini banyak terdapat di internet
· Tidak memasang stop loss atau limit profit pada saat masuk posisi (membiarkan posisi
terbuka)
· Menambah posisi baru pada saat posisi sebelumnya masih dalam keadaan floting loss (rugi)
· Menentukan gerak pasar bukan mengikuti pasar
· Menggeser stop loss kearah yang lebih merugikan
· Tidak mau membuang posisi rugi (memelihara posisi locking)
· Emosional, terlalu banyak melibatakan emosi (ini merupakan faktor yang paling dominan
dalam memperbesar kerugian)
Apabila kita membuka sejarah perjalanan transaksi investor yang mengalami kerugian apa lagi dengan kerugian yang besar, maka kita akan menemukan banyak prinsip-prinsip dasar trading yang dilanggar, khususnya akibat dari emosi yang tidak terkendali. Banyak investor khususnya di Indonesia melakukan transaksi atas prediksi sendiri atau bersama dengan konsultan yang ditunjuk merasa dapat mengatasi pasar yang tampaknya mudah untuk ditaklukkan, kenyataan yang terjadi adalah kalaupun mendapat keuntungan, itu merupakan keuntungan yang sementara (kebetulan) yang kemudian dalam jangka waktu berikutnya kembali mengalami kerugian, bahkan kerugian yang tidak terduga terus menerus hingga investor tidak lagi sanggup mempertahankan investasinya.
Mengapa kesalahan-kesalahan tersebut sudah dapat diindentifikasi tetapi masih saja mengalami kerugian ?
Untuk mendapatkan keuntungan yang stabil melaksanakan prinsip-prinsip dasar trading saja belumlah cukup. Masih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan transaksi seperti riset yang dapat diukur/dibuktikan, disiplin trading, psykologi trading dan lain-lain. Sesungguhnya melakukan transaksi dengan tujuan keuntungan yang stabil membutuhkan proses yang panjang yang dapat berhasil apabila dilakukan oleh lembaga/konsultan profesional, bertanggungjawab dan terbuka.
Lalu apa yang harus dilakukan agar investasi tersebut dapat memberikan keuntungan yang stabil dengan resiko yang minimal dan dapat dibatasi ?
Pertama.
Pastikan anda sungguh ingin investasi atau hanya ingin mencari kesenangan/spekulasi saja (disini murni spekulasipun dapat anda lakukan walaupun dapat dijamin akan mengalami kerugian).
Kedua.
Siapkan dana investasi anda, apakah jumlahnya cukup aman untuk investasi ini dan tentukan besar kerugian /resiko yang anda siap hadapi. Tentukan pula target keuntungan anda dan batas waktu untuk evaluasi anda.
Ketiga.
Jangan melakukan transaksi atas prediksi sendiri kecuali anda memiliki dana yang tidak terbatas, siap menanggung kerugian yang tidak terduga atau jika memang anda hanya ingin menikmati ketegangan saja (anda seorang gambler)
Keempat.
Jangan menyerahkan investasi anda kepada konsultan yang anda sendiri tidak mendapat keyakinan yang terukur atas kinerjanya (jangan hanya karena merasa percaya saja), itu sama dengan anda memberikan blank cek yang kemudian anda akan terperanjat ketika cek itu berisi nilai kerugian yang tidak anda bayangkan sebelumnya.
Kelima.
Konsultasi dan diskusikan rencana anda dengan lembaga/konsultan profesional, bertanggungjawab dan terbuka untuk mengelola investasi anda dengan memperhatikan :
· Apakah konsultan ini sungguh dapat bekerja secara profesional
· Apakah hasil risetnya dapat dibuktikan dan terukur
· Apakah cukup terbuka sehingga hasilnya dapat dievaluasi secara periodik maupun
sewaktu-waktu anda inginkan
Keenam.
Pastikan anda dapat melakukan evaluasi atas kinerja konsultan yang anda tunjuk sehingga anda dapat mengetahui apakah konsultan anda dapat melaksanakan seluruh rencana/strategi yang telah didiskusikan bersama anda.
Ketujuh
Ingat tujuan utama anda adalah investasi, lakukan jika anda sudah yakin betul akan hasil yang akan anda dapatkan, investasi anda cukup aman dan anda mendapatkan cara terbaik untuk melakukan evaluasi.
Investasi ini banyak menarik minat para investor terutama karena peluang keuntungan yang tidak terbatas, kebebasan dalam bertransaksi dan perasaan yang unik bagi investor karena sifatnya yang banyak melibatkan emosi (psikologi).
Pada kenyataannya dari sekian banyak investor diseluruh dunia, hasil penelitian menyimpulkan ternyata 91% investor mengalami kerugian dalam waktu singkat, 7% investor mendapatkan keuntungan sementara dan 2% investor mendapatkan keuntungan yang stabil untuk jangka waktu yang lama.
Mengapa sebagian besar dari investor mengalami kerugian ?
Dari pengalaman, hasil penelitian dan dari buku-buku yang diterbitkan pakar-pakar dapat disimpulkan terdapat kesalahan-kesalahan prinsip trading yang dilakukan oleh para investor/trader secara berulang-ulang sehingga terjadi kerugian yang sangat besar. Beberapa prinsip itu adalah :
· Tidak melakukan riset terlebih dahulu sebelum menentukan strategi trading (melakukan
dengan cara yang salah)
· Melakukan transaksi hanya mengambil sebagian dari hasil riset/prediksi orang lain atau
lembaga lain yang saat ini banyak terdapat di internet
· Tidak memasang stop loss atau limit profit pada saat masuk posisi (membiarkan posisi
terbuka)
· Menambah posisi baru pada saat posisi sebelumnya masih dalam keadaan floting loss (rugi)
· Menentukan gerak pasar bukan mengikuti pasar
· Menggeser stop loss kearah yang lebih merugikan
· Tidak mau membuang posisi rugi (memelihara posisi locking)
· Emosional, terlalu banyak melibatakan emosi (ini merupakan faktor yang paling dominan
dalam memperbesar kerugian)
Apabila kita membuka sejarah perjalanan transaksi investor yang mengalami kerugian apa lagi dengan kerugian yang besar, maka kita akan menemukan banyak prinsip-prinsip dasar trading yang dilanggar, khususnya akibat dari emosi yang tidak terkendali. Banyak investor khususnya di Indonesia melakukan transaksi atas prediksi sendiri atau bersama dengan konsultan yang ditunjuk merasa dapat mengatasi pasar yang tampaknya mudah untuk ditaklukkan, kenyataan yang terjadi adalah kalaupun mendapat keuntungan, itu merupakan keuntungan yang sementara (kebetulan) yang kemudian dalam jangka waktu berikutnya kembali mengalami kerugian, bahkan kerugian yang tidak terduga terus menerus hingga investor tidak lagi sanggup mempertahankan investasinya.
Mengapa kesalahan-kesalahan tersebut sudah dapat diindentifikasi tetapi masih saja mengalami kerugian ?
Untuk mendapatkan keuntungan yang stabil melaksanakan prinsip-prinsip dasar trading saja belumlah cukup. Masih banyak faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan transaksi seperti riset yang dapat diukur/dibuktikan, disiplin trading, psykologi trading dan lain-lain. Sesungguhnya melakukan transaksi dengan tujuan keuntungan yang stabil membutuhkan proses yang panjang yang dapat berhasil apabila dilakukan oleh lembaga/konsultan profesional, bertanggungjawab dan terbuka.
Lalu apa yang harus dilakukan agar investasi tersebut dapat memberikan keuntungan yang stabil dengan resiko yang minimal dan dapat dibatasi ?
Pertama.
Pastikan anda sungguh ingin investasi atau hanya ingin mencari kesenangan/spekulasi saja (disini murni spekulasipun dapat anda lakukan walaupun dapat dijamin akan mengalami kerugian).
Kedua.
Siapkan dana investasi anda, apakah jumlahnya cukup aman untuk investasi ini dan tentukan besar kerugian /resiko yang anda siap hadapi. Tentukan pula target keuntungan anda dan batas waktu untuk evaluasi anda.
Ketiga.
Jangan melakukan transaksi atas prediksi sendiri kecuali anda memiliki dana yang tidak terbatas, siap menanggung kerugian yang tidak terduga atau jika memang anda hanya ingin menikmati ketegangan saja (anda seorang gambler)
Keempat.
Jangan menyerahkan investasi anda kepada konsultan yang anda sendiri tidak mendapat keyakinan yang terukur atas kinerjanya (jangan hanya karena merasa percaya saja), itu sama dengan anda memberikan blank cek yang kemudian anda akan terperanjat ketika cek itu berisi nilai kerugian yang tidak anda bayangkan sebelumnya.
Kelima.
Konsultasi dan diskusikan rencana anda dengan lembaga/konsultan profesional, bertanggungjawab dan terbuka untuk mengelola investasi anda dengan memperhatikan :
· Apakah konsultan ini sungguh dapat bekerja secara profesional
· Apakah hasil risetnya dapat dibuktikan dan terukur
· Apakah cukup terbuka sehingga hasilnya dapat dievaluasi secara periodik maupun
sewaktu-waktu anda inginkan
Keenam.
Pastikan anda dapat melakukan evaluasi atas kinerja konsultan yang anda tunjuk sehingga anda dapat mengetahui apakah konsultan anda dapat melaksanakan seluruh rencana/strategi yang telah didiskusikan bersama anda.
Ketujuh
Ingat tujuan utama anda adalah investasi, lakukan jika anda sudah yakin betul akan hasil yang akan anda dapatkan, investasi anda cukup aman dan anda mendapatkan cara terbaik untuk melakukan evaluasi.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home