Kiat Bersaing Ketika Masuk Usia Pensiun
Selasa, 30 Jan 2001 13:48 WIB
Menjadi tua atau lanjut usia adalah proses alami manusia. Siapapun, bayi, anak, remaja, dan dewasa, kalau tiba saatnya akan menjadi manula alias manusia lanjut usia. Ukuran ‘tua’ bagi setiap orang memang cukup relatif. Ada yang sudah merasa tua di umur 30 tahun, sebaliknya ada yang merasa masih muda di usia 60 tahun. Tapi apapun kondisinya secara objektif manusia dikatakan berusia tua jika sudah mencapai usia 60 tahun ke atas. Di usia ini umumnya manusia sudah jauh berkurang kegiatannya. Rata-rata di usia ini pria maupun wanita yang tadinya bekerja, telah pensiun dari aktivitas kerjanya.
Banyak yang memanfaatkan masa pensiun sebagai waktu beristirahat setelah bertahun-tahun bekerja keras. Makanya banyak yang bilang, masa pensiun adalah masa 'menikmati’ hidup. Tetapi banyak juga mereka yang merasa tak berarti lagi di masa pensiun. Oleh sebagian orang, masa pensiun dianggap sebagai masa berkabung, setelah tahun-tahun sebelumnya hidupnya diwarnai oleh kesibukan. Padahal dalam hidup ini, secara teoritis tidak akan pernah ada satu hal pun yang sia-sia. Karena Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia bukan..? Tahukah anda bahwa masing-masing fase usia justru memiliki keunggulan masing-masing yang menjadi dasar bagi semua aktifitas dan kegiatan yang akan dilakukan..?
Kalau keunggulan di usia muda pasti sudah tau dong. Di antaranya, usia muda adalah usia yang penuh produktifitas dan gairah. Di usia ini, anda masih memiliki ide-ide cemerlang dan briliant. Terus kalau usia tua, apa dong keunggulannya? Nah, di bawah ini adalah keunggulan generasi lanjut usia pasca pensiun:
* Pengalaman
Keunggulan usia lanjut yang paling dominan dibanding usia lainnya adalah pengalaman. Usia yang telah ‘banyak’ sangat memungkinkan seseorang ‘kaya pengalaman’. Baik itu pengalaman lahir maupun batin. Dan tentu saja pengalaman merupakan sisi yang paling berharga bagi kehidupan manusia. Bahkan banyak yang menganggap bahwa ‘pengalaman adalah guru yang paling baik’. Secara pribadi, pengalaman dapat dijadikan modal dasar bagi orangtua dalam melakukan tindakan apapun. Pengalaman yang anda miliki dapat dijadikan modal untuk memutuskan aktivitas apa yang paling tepat bagi anda. Banyak profesi yang cocok untuk ditekuni di masa pensiun. Misalnya jika anda berpengalaman sebagai tenaga keuangan di sebuah perusahaan besar, anda dapat menjadi konsultan layanan keuangan.
* Wawasan
Wawasan yang dimiliki oleh orang lanjut usia umumnya lebih luas dibanding usia muda. Karena merambatnya usia mau tidak mau juga menambah wawasan seseorang. Dengan wawasan yang luas ini, anda dapat memandang sebuah konsep dan pekerjaan dari sisi yang luas dan saling terkait. Makanya, tak jarang jika para pengusaha muda lebih senang berkonsultasi dengan orang yang sudah tidak muda lagi, untuk menambah wawasannya dalam mengembangkan usaha. Keterbukaan para orangtua dan wawasan yang beragam membuat anak-anak muda menemukan jawaban dan solusi atas segala permasalahannya.
* Kesabaran
Sikap sabar merupakan keunggulan orangtua yang juga menguntungkan. Kesabaran ini juga berkaitan dengan pengendalian emosi yang terus meningkat seiring bertambahnya umur. Kesabaran ini merupakan kunci emas dari sikap usaha yang dapat menjadi jaminan keberhasilan. Karena sikap sabar yang terkendali memungkinkan anda yang berusia lanjut, memulai usaha dengan langkah manajemen yang lebih cermat.
* Kolegalitas
Kalau diperhitungkan secara rasional, seseorang yang berusia lanjut telah banyak mengenal orang lain selama hidupnya. Ini memungkinkan anda yang berusia lanjut, lebih banyak koneksi atau kolega daripada anak muda. Hal ini bisa menjadi sisi positif bagi anda yang ingin memulai usaha. Dengan meminta bantuan atau saran dari kolega yang berpengalaman bisnis, anda bisa menjalankan suatu bisnis, meskipun kecil-kecilan.
* Wibawa
Seseorang yang kepalanya mulai ditumbuhi rambut putih dan kerutan yang terlukis di wajah, kadang justru membuat penampilan seseorang tampak lebih matang dan berwibawa. Kondisi ini akan memudahkan anda merangkul dan memimpin anak-anak muda jika anda ingin menjalankan suatu usaha di masa pensiun. Kolaborasi antara anak muda dan orangtua seringkali berhasil dengan sukses jika dilakoni dengan saling toleransi dan bahu membahu.
Nah beberapa keunggulan tadi bisa menjadi modal bagi anda untuk memulai langkah baru di masa pensiun. Anda bisa menjalani aktifitas usaha yang anda sukai yang sesuai dengan pengalaman dan usia anda. Jadi anda yang telah pensiun, nggak perlu ‘minder’, karena anda masih memiliki keunggulan dan sisi positif untuk melanjutkan aktivitas.
Kiat Agar Jumpa Pers Sukses
Senin, 29 Jan 2001 11:22 WIB
Dalam rangka mempublikasikan atau menginformasikan kegiatannya pada masyarakat luas, sebuah lembaga seperti perusahaan membutuhkan bantuan media massa. Untuk itu perusahaan perlu mengadakan ‘Konferensi Pers’ atau ‘Jumpa Pers’ dengan mengundang sejumlah wartawan. Kegiatan ini sekaligus berfungsi sebagai ajang meningkatkan ‘citra positif’ suatu perusahaan.
Umumnya perusahaan yang melakukan kegiatan ini telah memahami praktek kehumasan profesional. Karena itu, umumnya kegiatan ini ditangani oleh Humas perusahaan yang bersangkutan. Konferensi pers perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya, mulai dari pemilihan waktu, tempat dan wartawan yang diundang. Jika tidak terencana dengan matang, bisa-bisa jumpa pers tidak sesuai harapan alias gagal. Nah berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara konferensi pers, agar berlangsung sebagaimana mestinya:
* Susunlah jadwal acara yang terencana dan pasti. Pikirkan dengan matang, siapa yang akan tampil sebagai pembicara atau narasumber. Hadirkan pembicara yang memiliki ‘kredibilitas’ agar jumpa pers lebih berbobot. Perhitungkan juga jumlah wartawan yang akan diundang dan media mana saja yang akan dipilih.
* Kirimkan undangan jumpa pers pada wartawan secepatnya sebelum acara diselenggarakan. Kirim lewat faks atau email. Setelah mengirim undangan, konfirmasikan lewat telepon untuk memastikan bahwa undangan telah terkirim. Jangan mengundang wartawan secara mendadak. Karena wartawan biasanya sudah memiliki jadwal acara lain. Kecuali untuk kasus-kasus yang sangat mendesak.
* Selenggarakan jumpa pers di lokasi yang strategis dan terjangkau. Hindari jumpa pers di lokasi yang jauh, karena wartawan umumnya memiliki jadwal acara yang mengharuskan ia berada di dekat kota. Acara jumpa pers bisa diselenggarakan di hotel atau tempat-tempat pertemuan lainnya. Kalau ingin lebih santai, jumpa pers bisa diselenggarakan di rumah makan atau tempat yang cukup rileks lainnya di lokasi yang terjangkau.
* Berusahalah untuk on-time, jangan mengulur-ulur waktu acara. Jika sudah ‘jam’ nya acara sebaiknya segera dimulai. Hal ini juga untuk menghargai waktu wartawan yang umumnya sempit. Jangan menunda acara karena menunggu wartawan lain yang belum datang, karena akan mengesankan ‘mengistimewakan’ media tertentu.
* Sebaiknya selenggarakan jumpa pers di pagi hari. Karena kebanyakan wartawan masih bersemangat jika pagi hari. Kalau siang dan malam hari, wartawan sudah terlalu lelah mengerjakan tugas-tugas kewartawanan. Hindari mengadakan jumpa pers di hari libur.
* Persiapkan bahan atau data-data tertulis yang akurat, sebagai pelengkap laporan wartawan. Data tersebut bisa berbentuk press release, brosur, ataupun makalah. Tulislah siaran pers dengan ringkas dan padat. Jika diperlukan sertakan pula ilustrasi foto, gambar tabel atau grafik. Masukkan bahan-bahan tulisan tersebut dalam suatu map. Jika ingin memberikan cindera mata atau ‘uang transport’, masukkan dalam amplop kemudian masukkan ke dalam map tadi.
* Jangan mengusir wartawan yang tidak diundang, karena wartawan tidak akan datang jika tidak membutuhkan informasi itu.
* Hindari jumpa pers satu arah, berikan kesempatan pada wartawan untuk bertanya dan berbicara. Tidak perlu gusar seandainya ada wartawan yang mengajukan pertanyaan di luar materi yang disiarkan.
* Jangan sekalipun memberikan jawaban ‘no comment’ jika menanggapi pertanyaan wartawan. Karena jawaban ini bisa diartikan pembenaran atas pertanyaan wartawan. Berikan jawaban yang pasti dan jelas untuk menghindari kesimpangsiuran berita.
Dengan merencanakan konferensi pers sebaik-baiknya, perusahaan anda akan terkesan lebih profesional. Selain memperoleh citra positif, perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan dari pemberitaan para wartawan dari berbagai media. Selamat menyelenggarakan konferensi pers..!
Etika Santap Bisnis
Senin, 29 Jan 2001 07:46 WIB
Makan bersama dengan kolega atau rekan bisnis sudah menjadi bagian penting dalam dunia bisnis belakangan ini. Meski terdengar biasa, santap bisnis tidaklah semudah acara santapan lainnya. Ada aturan dan etiket tersendiri, karena santap bisnis seringkali menjadi bagian terpenting bagi kelancaran bisnis anda selanjutnya. Nah di bawah ini adalah etika atau aturan dalam santap bisnis:
* On time. Tepat waktu adalah prinsip pertama yang harus dimiliki dalam bersantap bisnis, baik sebagai pihak pengundang maupun yang diundang. Sekali saja anda tak tepat waktu, sulit untuk mengharapkan hubungan bisnis yang lebih baik. Karena umumnya para profesional memiliki jadwal acara yang padat.
* Kalau anda berada di pihak pengundang dan ingin mengadakan perjamuan bisnis di rumah anda, selidiki selera makan rekan bisnis anda. Misalnya jika rekan bisnis anda menggemari makanan laut, anda bisa menyajikan atau memesan hidangan ‘sea food’. Kalau kolega anda vegetarian, pesanlah hidangan yang terdiri dari sayur dan buah-buahan dan makanan yang tidak mengandung lemak. Tapi tentu saja tetap padukan dengan selera anda. Jangan sampai karena menuruti selera kolega, anda malah tidak bisa menikmati santapan.
* Jika santap bisnis dilakukan di rumah makan atau restoran, pilihlah restoran yang nyaman dengan kualitas pelayanan yang bagus. Bagi pihak pengundang datanglah lebih awal 10 menit dari jam yang ditentukan. Maksudnya agar kolega anda tidak kebingungan mencari-cari anda jika ia datang. Tawarkan pada kolega anda untuk memesan menu terlebih dahulu. Jangan ragu untuk merekomendasikan ‘menu vaforit’ yang anda ketahui di restoran itu.
* Lakukan basa-basi sejenak sebelum acara makan dimulai. Cari tahu hobi, minat atau kegemaran kolega anda, sehingga anda mudah membuka dan memancing percakapan. Ingat, jangan memperbincangkan masalah yang sensitif seperti SARA, pribadi, atau membicarakan masalah politik yang bisa menimbulkan salah paham. Tetapi, jangan terlalu lama berbasa-basi, karena bisa membuat anda lupa pada persoalan bisnis yang akan dibahas. Sebaiknya saat makan, anda sudah membicarakan bisnis.
* Jika mengundang lebih dari satu rekan bisnis, pembicaraan jangan hanya terfokus pada satu orang. Perhatikan dan libatkan rekan bisnis yang lain, sehingga tidak ada yang merasa diabaikan.
* Batasi makan dan minum anda. Walau semua hidangan menggugah selera, tahan keinginan anda untuk menyantap semuanya. Karena, biar bagaimanapun anda tetap harus menjaga citra sebagai pebisnis yang tahu tata cara bersantap bisnis. Usahakan makan dan minum secara tertib agar tidak ada sisa makanan yang menempel di sekitar mulut dan jangan sampai noda makanan mengotori pakaian anda.
* Catatan penting yang harus anda ketahui bahwa semua biaya santapan bisnis ditanggung oleh pihak pengundang. Jangan sampai justru rekan bisnis yang diundang membayar ongkos santap bisnis ini. Kalau terjadi, alamat hubungan bisnis tidak diteruskan. Karena ini adalah etiket santap bisnis yang cukup mendasar.
Nah sudah tahu kan tata cara bersantap bisnis? Semoga bisnis anda berlangsung sukses…!
Profesi 'Sampingan' Bila PHK Menimpa
Jumat, 26 Jan 2001 13:58 WIB
Kondisi ekonomi dan politik Indonesia yang masih tak menentu, menuntut anda untuk selalu waspada dan siap terhadap segala kemungkinan buruk yang bakal terjadi. Terutama menyangkut keamanan ‘kerja’ anda. Karena bukan tidak mungkin, kondisi negeri ini yang masih jauh dari ‘aman’ membuat gulung tikar dan tutupnya perusahaan tempat anda bekerja.
Tentu saja tidak ada seorangpun yang mengharapkan kemungkinan buruk itu. Tetapi, tak ada salahnya jika anda bersiap-siap untuk berganti profesi jika seandainya anda mengalami nasib di PHK. Di bawah ini merupakan pilihan bisnis dan usaha yang dapat anda lakukan jika anda kena PHK, sampai anda mendapatkan pekerjaan yang baru:
Mencuci mobil
Bisnis mencuci mobil bisa mendatangkan keuntungan sepanjang jaman. Bila anda memiliki halaman rumah yang cukup luas, anda bisa memanfaatkannya untuk jasa mobil. Modal tak begitu besar, untungnya pun lumayan.
Menjual buku dan majalah bekas
Manfaatkan tumpukan majalah yang sudah kadaluarsa dan buku-buku di rumah anda. Pilihlah yang kondisinya masih bagus. Kemudian jual kembali majalah dan buku bekas tersebut dengan harga yang murah. Anda bisa menjualnya secara langsung dengan menggelar di depan rumah anda atau menjualnya ke tukang loak.
Jasa merawat binatang
Bila anda penyayang binatang, seperti kucing, anjing, dan lainnya, anda bisa memanfaatkan kegemaran anda ini dengan menjalankan jasa perawatan hewan. Anda bisa menawarkan jasa perawatan untuk mencukur bulunya, menyisir dan membersihkan badannya. Para penyayang binatang yang tidak punya waktu untuk mengurus hewan peliharaannya pasti akan sangat terbantu dengan usaha anda ini.
Memberikan les
Memberi ‘les’ pelajaran pada anak-anak sekolah dasar atau pelajar SMP dan SMA merupakan sisi lain yang dapat mendatangkan keuntungan. Ini bisa dilakukan secara privat maupun grup.
Fotografi
Jika anda memiliki ketrampilan memotret, manfaatkan ketrampilan ini untuk mencari uang. Anda bisa menawarkan jasa fotografi untuk acara pernikahan, ulang tahun, atau acara-acara lainnya.
Menjadi caddy lapangan golf
Kalau anda suka pada olahraga ‘golf’ , magang jadi ‘caddy’ cukup menghasilkan uang loh. Anda bisa menawarkan diri jadi ‘caddy’ di lapangan golf yang paling dekat dengan rumah anda. Selain menghasilkan uang andapun bisa sekaligus cuci mata dan berolahraga.
Jasa pengetikan
Manfaatkan komputer di rumah anda untuk menerima jasa pengetikan, seperti skripsi, makalah, surat, dsb. Tawarkan jasa ini pada teman-teman anda.
Mengajarkan musik
Bila anda punya ketrampilan memainkan salah satu alat musik seperti gitar atau piano, anda bisa memberi les atau mengajarkan teknik memainkan alat musik ini. Bisa dilakukan secara privat ataupun kolektif.
Menjadi sopir pribadi
Keahlian anda membawa kendaraan roda empat jangan anda sia-siakan. Tawarkan pada orang yang membutuhkan sopir pribadi. Disamping honornya lumayan, anda bisa bekerja sambil jalan-jalan.
Bisnis katering
Bagi yang pintar dan gemar memasak, bisnis katering atau jasa boga ini sangat mengasyikan dan menguntungkan. Ajaklah family anda untuk bergabung menjalankan bisnis ini.
Jasa perawatan anak
Kalau anda menyukai anak-anak kecil, jasa perawatan anak bisa menjadi alternatif yang menyenangkan. Tawarkan jasa anda ini pada tetangga di sekitar rumah anda. Walau merawat anak kecil cukup melelahkan, tapi anda bisa sekalian belajar menjadi orangtua yang baik. Yang penting kan ada honornya.
Jasa membungkus kado
Kalau anda kreatif membungkus kado, manfaatkan kreatifitas ini untuk menghasilkan uang. Kreasikan sebuah kado menjadi bingkisan yang menarik dengan bungkus dan pita-pita yang cantik.
Bagaimana, anda tertarik..? jika tidak ada satu hal pun yang menarik bagi anda. Pilihlah alternatif lain yang kira-kira mampu anda jalani, tentu saja yang modalnya tidak begitu besar namun cukup menghasilkan. Kalau anda kreatif pasti anda akan menemukan jalan yang lebih oke dalam mendatangkan ‘income'. Nggak perlu gengsi atau malu, toh usaha kecil-kecilan ini hanya sementara sampai anda mendapatkan pekerjaan baru yang lebih ‘bergengsi’. Jadi jika anda di PHK, anda nggak stres stres amat karena 'jobless'.
Menjadi Ahli, Mengapa Tidak?
Jumat, 26 Jan 2001 09:39 WIB
Menjadi ahli di bidangnya merupakan dambaan para profesional. Tetapi untuk menjadi ahli atau experd di bidang tertentu membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Ada langkah-langkan dan kiat yang harus anda lakukan jika anda ingin menjadi ahli. Berikut ini adalah tujuh langkah untuk menjadi seorang ahli:
* Telusuri karakter pekerjaan
Langkah awal yang harus dilakukan untuk menjadi ahli di bidang pekerjaan anda adalah menentukan tolok ukur keahlian itu sendiri. Caranya dengan menelusuri karakter pekerjaan anda. Maksudnya setiap bidang pekerjaan memiliki kualifikasi penguasaan tertentu yang terbagi dalam penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Misalnya jika anda bekerja di biro perjalanan wisata, tentu anda harus memiliki pengetahuan tentang daerah wisata, ketrampilan memandu para turis dan ketrampilan berbahasa asing. Dan tentu saja pengetahuan dan ketrampilan ini harus didukung oleh sikap yang ramah, familiar, dan cepat akrab. Nah untuk mendapatkan penilaian karakter pekerjaan yang lebih tajam, buatlah tabel penelusuran pengetahuan, sikap dan ketrampilan anda. Dengan tabel itu, anda dapat melihat secara lebih jelas deskripsi tuntutan pekerjaan anda.
* Penilaian kekuatan diri
Selesai membuat tabel penelusuran, lakukan pemetaan kekuatan diri anda. Tambahkan kolom keterangan ‘sudah atau belum’ untuk kolom sikap. Nilailah diri anda dengan jujur. Tanyakan pada diri anda, apakah anda sudah memiliki sikap yang menunjang tugas dan pekerjaan anda. Sebaiknya anda juga meminta ‘feedback’ dari orang lain di sekeliling anda. Masalahnya, kadang anda merasa sudah cukup ramah, tetapi ternyata menurut orang-orang di sekitar anda, tidak demikian. Untuk kolom pengetahuan dan ketrampilan nilailah seberapa baik diri anda untuk setiap aspek yang telah ditentukan. Penilaian itu ‘baik, cukup, atau kurang’. Untuk penilaian ini pun anda harus berlaku objektif, kalau perlu anda bisa minta bantuan teman anda untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan anda. Misalnya ketrampilan anda memandu wisatawan termasuk baik, cukup, atau kurang.
* Sadari kelemahan dan bertindaklah
Dari kedua hal di atas, anda dapat menyadari apa saja kelemahan dan kekurangan anda. Namun jika sudah menyadari, jangan terlalu banyak toleransi pada diri anda sendiri dengan tidak melakukan peningkatan. Segeralah bertindak, jika pengetahuan dan ketrampilan anda masih kurang, lakukan peningkatan dan penambahan kualitas ketrampilan dan pengetahuan anda.
* Jangan berhenti berlatih
Semakin sering anda berlatih akan semakin baik bagi anda untuk menjadi seorang ‘ahli’. Kondisikan diri anda seperti seorang atlit yang harus meraih ‘juara’. Tentukan target dalam berlatih. Misalnya kalau saat ini anda sedang berlatih meningkatkan ketrampilan bahasa asing, minimal tiga bulan ke depan anda sudah lancar berbahasa asing tersebut. Caranya tentu dengan berlatih langsung dengan orang yang terampil di bidang tersebut. Tambahkan porsi latihan dari waktu ke waktu.
* Kekuatan pendukung
Untuk menjadi seorang ‘ahli’ juga memerlukan pendukung yang kuat. Pendukung itu adalah orang-orang yang mensupport dan membantu anda dalam mencapai keahlian. Orang-orang tersebut terdiri dari: orang-orang di lingkungan pekerjaan yang bisa diajak berdiskusi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan keahlian; orang yang mau melatih anda; orang yang memberikan informasi tentang hal-hal yang anda perlukan; orang yang bisa memberikan ‘feedback’ tentang performa kerja anda; orang yang menyemangati usaha anda; dan orang-orang yang dapat membantu memperluas hubungan sosial yang berguna bagi pekerjaan anda.
* Lakukan pembaruan
Jika anda sudah cukup ahli dalam suatu bidang, jangan terpaku pada satu keahlian tersebut. Lakukan pembaruan dan penyegaran agar keahlian yang anda miliki tidak ‘kejam’ alias ketinggalan jaman. Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan keahlian anda untuk hal-hal yang berguna. Karena keahlian yang tidak dimanfaatkan akan mengalami ‘stagnasi’.
* Evaluasi
Langkah terakhir yang harus anda lakukan untuk menjadi ‘ahli’ adalah dengan melakukan evaluasi secara berkala. Misalnya, kekurangan dan kelemahan apa saja yang berhasil anda atasi? Target keahlian apa yang sudah tercapai? Sejauh mana peran pendukung dapat membantu usaha anda dan kekuatan pendukung mana yang perlu ditambah? Sejauh mana keahlian yang telah anda capai dapat bermanfaat..?. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu anda dalam memposisikan diri untuk menjadi ‘seorang yang ahli’.
Dengan melakukan hal-hal di atas secara lebih serius, fokus dan konsisten anda akan menjadi orang yang ahli di bidang anda. Tetapi ingat, keahlian tanpa kepedulian pada orang lain, percuma saja. Selain untuk diri pribadi dan karir, manfaatkan keahlian anda untuk kepentingan sosial dan mereka yang membutuhkannnya. Karena keahlian anda akan semakin berarti bila berguna bagi orang lain, kan? Good luck..!
Lebih Pede dengan Kemampuan Sendiri
Rabu, 24 Jan 2001 11:44 WIB
Menjadi orang yang diperhitungkan dalam perusahaan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para professional, termasuk anda. Namun untuk menjadi orang yang diperhitungkan di kantor, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan anda sehari-hari. Kepandaian anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan.
Strategi tersebut adalah 'menonjolkan' kemampuan anda. Coba anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir. Apalagi jika anda bekerja di perusahaan besar, jika ingin ‘maju’ anda harus pintar-pintar ‘menonjolkan’ kemampuan anda. Karena semakin besar perusahaan tempat anda bekerja, umumnya semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan. Keberhasilan anda di unit kerja, seringkali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan secara khusus. Nah, hanya orang-orang yang ‘menonjol’ lah yang akan mendapat perhatian khusus dari perusahaan.
Untuk menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan, jangan hanya mengerjakan tugas-tugas khusus yang diberikan pada anda. Memang, kadang akan lebih nyaman jika mengerjakan tugas khusus yang itu-itu saja dari hari ke hari. Karena anda akan terhindar dari beban ekstra dan resiko kegagalan yang lebih berat. Tetapi bila ingin menonjolkan kemampuan, tentu saja sikap semacam ini harus segera dirubah. Untuk itu setiap kali ada kesempatan, jangan sia-siakan. Misalnya mencoba berpartisipasi dalam proyek-proyek khusus atau tugas apa saja yang dipantau langsung oleh pihak manajemen perusahaan, baik yang terlihat maupun tidak.
Kadang perusahaan memiliki proyek atau kegiatan yang ‘belum terjamah’ karena tidak ada yang bisa menanganinya, sehingga proyek itu tertunda sampai beberapa lama. Kalau ingin menonjolkan diri, tidak ada salahnya anda mengajukan diri untuk menangani proyek tersebut. Caranya, anda harus meyakinkan perusahaan bahwa anda mampu mengerjakan dan menyelesaikan proyek itu. Tentu saja, anda harus membuktikan keyakinan anda dengan menunjukkan hasil kerja yang menggembirakan.
Contoh lainnya, anda dapat mengusulkan metode atau prosedur kerja yang lebih baik tanpa menunggu perintah dari atasan. Bila telah selesai, jangan ragu untuk menunjukkan atau melaporkan hasil kerja anda pada atasan atau kepada pihak manajemen. Dengan catatan tetap sesuai dengan prosedur di perusahaan. Jangan lupa untuk memperkuat laporan anda dengan hasil nyata.
Selanjutnya jangan berhenti untuk mencari dan menerima tanggung jawab yang lebih besar. Konsekuensinya beban kerja anda memang menjadi lebih besar, tetapi beban kerja yang lebih besar tidak selalu berarti pekerjaan semakin banyak. Jumlah tugas anda bisa jadi tetap sama, hanya bebannya yang lebih berat dari sebelumnya. Sehingga tanggung jawab anda terhadap pekerjaan itu pun semakin besar. Selain itu jangan berhenti untuk meningkatkan peran dalam kelompok sampai akhirnya anda dipercaya untuk mengepalai atau memimpin suatu proyek atau pekerjaan.
Selanjutnya ketika anda telah menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan, jangan merasa menjadi satu-satunya pribadi yang unggul. Jangan menganggap bahwa andalah yang ‘menang’. Jika anda mengembangkan sikap ‘menang-kalah’ atau ‘unggul-tidak unggul’ sukses yang anda raih tidak akan bertahan lama. Sebaliknya anda akan banyak memiliki musuh dalam selimut. Anda harus bersikap lebih bijaksana bahwa betapapun penting dan beratnya tugas dan tanggung jawab anda, tetap melibatkan rekan-rekan anda. Anggaplah kebeberhasilan anda menangani proyek untuk perusahaan merupakan kemenangan bersama.
Pengin Sukses? Asah EQ Anda
Rabu, 24 Jan 2001 09:13 WIB
Belakangan ini diketahui bahwa kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh Intelligence Quotient (IQ) tetapi juga harus dibarengi dengan Emotional Quotient (EQ). Para ahli mengatakan saat ini EQ justru berpengaruh besar bagi keberhasilan seseorang. EQ dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan anda, baik dalam pekerjaan, pribadi dan sosialisasi. Lalu apa sih sebenarnya EQ itu?
Emotional Quotient (EQ) adalah ketrampilan untuk mengenali dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain. Manusia dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan. Selain itu EQ membuat anda mudah bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen. Makanya, orang yang EQ-nya bagus mampu mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik.
Dengan EQ, anda sekaligus mampu mengakui kesalahan dan kelemahan diri serta bertanggung jawab terhadap kesalahan yang anda perbuat. Dengan kata lain, EQ mampu mengatasi berbagai konflik yang anda alami. EQ menjadikan anda pribadi yang menyenangkan, cerdas, dan intelektual. Dengan EQ yang matang anda akan memperoleh sukses, baik dalam hidup maupun karir. Lalu bagaimana caranya mengembangkan EQ agar mencapai tingkat yang ideal…? Bagi anda yang ingin sukses, ikuti tips di bawah ini:
* Langkah pertama adalah pahami diri anda sendiri. Ketahuilah tingkat emosi anda, apakah anda termasuk orang yang sangat emosional atau biasa-biasa saja. Sadari apa yang membuat anda marah, menangis, sedih, gembira dan bahagia. Semakin dalam anda mengenal pribadi anda, semakin mudah juga memahami emosi orang lain. Dengan demikian, semakin baik pula tingkat EQ anda.
* Percaya diri. Sikap percaya diri merupakan salah satu modal kesuksesan anda. Kalau anda yakin dengan kata hati dan kemampuan anda, akan memudahkan anda dalam mengeluarkan pendapat dan mengambil keputusan. Tanpa perlu bergantung pada orang lain, anda bisa mengambil keputusan yang paling tepat dalam hidup anda. Memang anda tetap membutuhkan bantuan orang lain dalam segala hal, tetapi membangun kepercayaan diri terhadap kemampuan anda, dapat melatih dalam pencapaian tingkat EQ yang ideal.
* Sadari kelemahan anda. Menyadari kekurangan dan kelemahan diri sendiri adalah sikap positif yang dapat melatih emosi anda. Tetapi menyadari kelemahan dan kekurangan tanpa berusaha merubahnya tentu bukan sikap yang bijaksana. Buatlah komitmen pada diri anda bahwa anda pasti bisa merubah kelemahan dan kekurangan diri anda.
* Miliki rasa emphaty. Kalau anda merasa nyaman dan percaya diri dengan kondisi diri anda sendiri, berarti anda sudah mencapai fase pengembangan EQ yang nyaris ideal. Anda sudah bisa menerima dan mendengarkan pendapat orang lain, sekaligus memahami kekurangan dan kelemahan orang lain. Semakin besar pengertian anda pada orang lain semakin besar pula kesempatan anda mendapatkan pertolongan di lain hari.
Dengan demikian anda akan menjadi orang yang kompeten secara emosional. Dalam arti mampu bersikap mandiri (independent) tetapi juga menghargai prinsip saling ketergantungan (interdependent). Dan hanya orang yang mandiri dan menghargai keberadaan orang lain-lah yang akan menjadi manusia efektif dan sukses dalam karir dan kehidupan. Nggak percaya..? coba aja…
Menjaga Hubungan Dengan Klien
Selasa, 23 Jan 2001 13:09 WIB
Membina hubungan baik dengan klien memang diperlukan untuk menciptakan hubungan bisnis yang lancar dan saling menguntungkan. Untuk itu anda dituntut bersikap akrab dan hangat pada klien. Namun sudah bukan hal yang dirahasiakan lagi bahwa hubungan dengan klien yang berbeda jenis sering berkembang ke hubungan emosionil.
Tidak mudah memang, menjadi staf yang harus seringkali berhubungan dengan klien. Kalau tidak pintar membawa dan menjaga diri, anda akan mudah terjebak pada hubungan yang lebih privasi dengan klien (yang berlainan jenis). Apabila hubungan spesial antar klien ini terjadi pada mereka yang masih lajang, tentu bukan masalah besar. Karena setiap manusia yang belum berpasangan, berhak mengembangkan hubungan pribadi dengan siapapun yang juga berstatus lajang. Selama kedua belah pihak bisa membedakan mana urusan bisnis dan urusan pribadi, tentu saja tidak ada hal yang perlu dirisaukan.
Yang menjadi masalah adalah bila salah satu pihak memanfaatkan hubungan ini untuk kepentingan bisnis, terlebih jika pihak lainnya tidak menyadari. Kalau kasusnya seperti ini berarti telah terjadi ‘manipulasi emosi’ oleh salah satu pihak. Sehingga pihak yang menjadi korban bisa jadi mau melakukan apa saja demi keinginan klien yang telah membuatnya jatuh cinta. Misalnya memberi diskon di luar ketentuan, memberi bonus yang melebihi ukuran perusahaan, dll. Dan parahnya, kalau sudah kasmaran, anda ‘manut’ saja jika diminta membicarakan bisnis di tempat yang tidak semestinya, misalnya di hotel atau di tempat sepi lainnya. Kesimpulannya, anda menjadi tidak rasional lagi dalam mengambil keputusan bisnis.
Hal lain yang juga perlu diwaspadai adalah bila salah satu pihak atau keduanya sudah berkeluarga. Hubungan bisnis sekaligus hubungan pribadi yang terjalin menjadi semakin runyam. Jika hubungan ini tercium oleh atasan atau perusahaan, anda dan klien akan menjadi bahan gunjingan yang seru. Kalau perusahaan tidak bisa mentolerir tindakan ini, bisa-bisa anda dipecat karena dianggap mencemarkan nama baik perusahaan. Belum lagi anda akan menghadapi protes dari keluarga, rekan-rekan, dan orang-orang di sekeliling anda. Singkat kata, nama baik anda akan tercemar seketika. Anda akan dianggap memanfaatkan hubungan bisnis demi nafsu atau kepentingan pribadi. Affair yang tidak sehat ini jelas-jelas akan banyak merugikan daripada menguntungkan.
Nah kalau posisi anda sebagai staf yang harus sering berhubungan dengan klien, ditambah status anda yang sudah tidak lajang (bertunangan atau berkeluarga), tentu anda tidak ingin terjerumus pada affair bisnis yang menyesatkan bukan? So, untuk menghindari hubungan yang lebih ‘menjurus’ anda harus lebih mewaspadainya. Mungkin tips singkat ini berguna bagi anda:
* Pilihlah busana yang mengesankan profesionalisme, sopan, dan tidak menggoda, setiap kali bertemu dengan klien. Carilah tempat pertemuan yang tidak membuka peluang untuk membicarakan atau melakukan hal-hal yang bersifat lebih pribadi.
* Kalau perlu libatkan orang lain yang masih ‘nyambung’ dalam melakukan negosiasi bisnis, misalnya rekan kerja anda atau bahkan atasan anda. Jadi pembicaraan bisnis ini bukan hanya dilakukan oleh anda dan klien.
* Sewaktu berbicara berhati-hatilah pada setiap ucapan anda. Hindari percakapan yang terlalu pribadi dan jangan melontarkan humor yang ‘menjurus’. Sebaliknya jangan meladeni ucapan atau humor klien yang bersifat pribadi. Pilihlah kata-kata yang tepat dan dapat menyiratkan penolakan terhadap ‘perselingkuhan’ atau hubungan yang lebih pribadi. Kesimpulannya, ciptakan komunikasi yang wajar dan profesional.
* Secara tidak langsung tunjukkan status pribadi anda, bila anda sudah berkeluarga. Misalnya, “Setelah pertemuan ini saya akan langsung pulang karena anak dan suami saya sudah menanti..” Hal ini bisa dijadikan ‘tameng’ untuk menolak ajakan yang lebih jauh.
Tentu saja, kiat-kiat di atas bukan hal mutlak untuk menjamin terhindarnya anda dari hubungan istimewa dengan klien. Juga bukan patokan mutlak dalam menjamin kelancaran bisnis. Jangan sampai kejadian, karena terlalu berpatokan pada hal-hal di atas, anda justru kehilangan peluang berharga yang biasanya tidak datang dua kali. Bagaimanapun strategi bisnis yang ‘cerdas’ tetap harus dilakukan. Anda dituntut untuk lebih pandai melihat gelagat dan kemauan para klien. Dengan catatan anda tetap ‘waspada’ pada kemungkinan-kemungkinan yang buruk.
Tetapi kalau kasusnya anda berdua masih sama-sama lajang dan sama-sama jatuh cinta, nggak ada salahnya hubungan dilanjutkan. Asalkan anda bisa memberi batas yang tegas antara bisnis dan cinta. Selanjutnya sih tergantung pintar-pintarnya anda mengatur pertemuan bisnis dan pertemuan pribadi. Asal tidak ada yang dirugikan, why not…? Siapa tahu jodoh anda memang berawal dari hubungan bisnis...!
Ciptakan Uang Lewat Komputer
Senin, 22 Jan 2001 16:00 WIB
Kegunaan benda komputer yang canggih dalam hal pengetikan, agaknya menjadi alternatif bisnis yang cukup menguntungkan. Coba saja anda lihat di Jalan Raya Pramuka Jakarta Timur, disana terdapat sederetan kios jasa pengetikan komputer yang masing-masing kios nyaris tak pernah sepi. Salah satu pelaku bisnis jasa pengetikan komputer di jalan itu adalah Nanang.
Nanang, lelaki 28 tahun ini mengaku begitu tamat SMA pada tahun 1992, tidak ada biaya untuk melanjutkan kuliah. Akibatnya praktis Nanang tidak ada pekerjaan. Untungnya, Nanang bukanlah orang yang pasrah pada nasib. Ia yang memiliki keahlian mengetik mencoba menerima jasa pengetikan di rumahnya dengan memanfaatkan sebuah PC (Personal Computer) AT 286 dan sebuah printer. “Kebetulan di rumah ada komputer, daripada ‘nggak’ dipakai lebih baik dimanfaatkan,” tutur Nanang.
Selain menerima pengetikan skripsi, Nanang juga menerima pengetikan surat-surat, laporan neraca keuangan, surat lamaran kerja, dan surat-surat resmi lainnya. Mulanya Nanang hanya menerima ‘order’ berdasarkan pesanan teman-temannya. Tetapi lama-lama Nanang semakin kebanjiran pesanan. Nanang yang hanya menangani pengetikan seorang diri pun mulai kewalahan, apalagi komputernya cuma satu buah. Untuk itu ia mulai mengerahkan seorang adik dan temannya untuk membantu jasa pengetikan ini.
Komputer yang semula cuma satu pun bertambah menjadi tiga. “Keuntungan yang saya dapat dari pengetikan sebelumnya saya gunakan untuk membeli dua buah komputer dan dua buah printer bekas yang masih bagus kualitasnya,” jelasnya. Dengan bertambahnya komputer, ia pun membutuhkan tempat yang lebih luas untuk usaha ini. Ia memilih Jalan Pramuka sebagai lahan bisnisnya. Pertimbangannya, Jalan Pramuka cukup strategis, dekat keramaian dan perkantoran. Tak jauh dari kios pengetikan itu pun ada kampus, yaitu ABA-ABI.
Untuk sewa kios yang cuma berukuran 2 ½ X 3 meter itu, Nanang mesti membayar sewa sebesar 500 ribu perbulan. Di kios itu Nanang mengoperasikan usahanya mulai jam 9 pagi sampai jam sepuluh malam. Untuk mengantisipasi ramainya order, Nanang memiliki sebuah PC lagi di rumah. Ini dimaksudkan untuk pesanan khusus yang harus diselesaikan segera. Pesanan khusus ini tentu saja tarifnya sedikit lebih mahal. Perlembarnya untuk pesanan khusus, Nanang mematok harga 2000 rupiah, sedangkan pesanan biasa 1500 perlembar.
Umumnya, pelanggan jasa pengetikan ini adalah mahasiswa, pelajar, karyawan-karyawati, dan masyarakat umum. Berapa omzetnya sebulan..? “Rata-rata 3 juta,” kata Nanang. Tetapi jumlah ini tidak stabil, jika pengetikan sedang ramai, omzetnya bisa lebih dari 3 juta bahkan sampai 5 juta perbulan. Sebaliknya kalau lagi sepi, omzetnya tidak sampai dua juta. Ramainya pesanan, menurut Nanang umumnya terjadi jika musim skripsi, tahun ajaran baru, atau musim ujian.
Kini setelah tujuh tahun menjalani bisnis pengetikan, Nanang sudah memiliki sebuah rumah BTN di Bekasi dan sebuah kendaraan roda empat. Dari omzet yang lumayan itu, Nanang juga berencana untuk membeli beberapa buah komputer terbaru dan sebidang tanah untuk membangun kios pengetikan sendiri. “Biar nggak usah bayar sewa,” ujar Nanang. Bahkan kalau modalnya sudah lebih banyak, ia juga berencana membuka warnet (warung internet). “Ya pelan-pelan aja,” imbuh lelaki yang tengah merencanakan pernikahannya ini.
Ternyata keuntungan bisnis pengetikan ini memang cukup lumayan. Hal ini dibenarkan oleh Zainal dan beberapa pelaku bisnis pengetikan di jalan yang sama, Jalan Raya Pramuka. Dalam sebulan rata-rata mereka meraup omzet sekitar 3 sampai 5 juta rupiah. Namun mereka mengatakan, semakin banyak komputernya, semakin besar pula pendapatan perbulannya. Karena memungkinkan untuk menerima pesanan dalam jumlah lebih banyak dan memungkinkan untuk menerima jasa 'rental' (penyewaan) komputer. "Jadi pelanggan juga bisa mengetik sendiri," kata Zainal.
Tampaknya, jasa pengetikan skripsi tetap merupakan ladang bisnis yang subur, meskipun bisnis yang memanfaatkan media komputer seperti warnet sudah begitu menjamur. “Kalau perlu nanti kami juga mau menjalankan bisnis pengetikan sekaligus warnet,” ungkap Zainal. Di Jakarta dan sekitarnya, sentra jasa pengetikan selain di Jalan Pramuka, antara lain Jl. Sunan Giri Rawamangun, Jl. Dewi Sartika, Jl. Margonda Depok, dan Kepala Dua Cimanggis.
Kesimpulan mereka, lahan yang paling ‘basah’ untuk jasa pengetikan ini adalah lokasi di sekitar kampus. Jadi, kalau kebetulan rumah anda dekat dengan kampus, maka bisnis semacam ini merupakan alternatif yang paling tepat. Anda bisa memanfaatkan sebagian dari ruangan di rumah anda untuk tempat bisnis. Untuk permulaan, mungkin anda bisa menggunakan 2 buah PC bekas dan 1 buah printer. Kalau bisnis ini terus berkembang, anda bisa menambah jenis usaha seperti bisnis pracetak atau ‘desktop publishing’ ataupun bisnis warnet yang lagi booming.
Saatnya Mendongkrak Karir!
Rabu, 3 Okt 2001 08:25 WIB
Siapapun anda, pasti ingin mencapai karir yang mapan. Posisi dan jabatan yang strategis, gaji dan fasilitas bagus dan sejumlah kompensasi lainnya merupakan idaman setiap karyawan manapun. Tapi bagaimana kalau karir anda mentok? Sementara anda merasa sudah bekerja maksimal, disiplin dan selalu menuruti perintah bos. Pasti dalam hati anda bertanya-tanya sendiri. Apa yang salah?
Jika anda merasakan hal demikian, coba deh jangan diem dan pasrah aja. Soalnya, kalau cuma diem, nggak akan ada perubahan berarti dalam karir anda. Karir mandeg, gaji pun segitu-gitu aja. Anda nggak mau kan mengalami nasib demikian? Lebih baik intip cara untuk mendongkrak karir anda berikut ini:
Sosialisasi dengan karyawan divisi lain
Sosialisasi antar karyawan diyakini akan membantu perkembangan karir anda. Semakin banyak orang mengenal anda dan anda mengenal mereka, semakin besar pula kemungkinan anda untuk sukses di karir. Karena semakin banyak orang yang mengenal anda, semakin banyak pula orang yang mengetahui kemampuan anda. Dan ini membuka peluang dan kesempatan bagi anda untuk mendapatkan rekomendasi dan promosi jabatan.
Bina hubungan baik dengan atasan
Anda tidak bisa mengelak untuk berhubungan baik dengan bos. Karena bagaimanapun, bos atau atasan memiliki otoritas terhadap kelanjutan karir anda. Jika hubungan anda dengan bos kurang harmonis, bisa jadi karir anda akan terganjal. Bukankah untuk mendapatkan promosi anda harus melewati rekomendasi atasan anda? So, ciptakan hubungan yang paling harmonis dengan si bos. Bukan hanya dengan selalu menuruti perintahnya aja tetapi juga dengan menciptakan komunikasi yang baik.
Fokuskan keahlian anda
Anda tidak perlu menonjolkan eksistensi diri di berbagai bidang untuk mendapatkan perhatian lebih dari si bos. Sebaiknya, cukup fokuskan kemahiran anda di satu bidang yang memang sudah seharusnya anda kuasai. Dengan cara ini, sangat mudah bagi atasan untuk menilai performa kerja anda yang tampak menonjol.
Pelajari teknologi
Untuk mendongkrak karir anda, anda tidak bisa menghindari kemajuan teknologi. Karena tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi sangat membantu dan memperlancar tugas-tugas anda setiap hari. Misalnya penggunaan komputer, internet, mesin fax, foto copy, dll. So, sekalipun anda tidak tertarik dengan teknologi, pelajarilah teknologi. Paling tidak anda memahami dan menguasai teknologi yang berkaitan pekerjaan anda. Lagipula anda nggak mau terlihat primitif hanya karena masih berkutat dengan alat-alat yang bersifat manual kan?
Bergabung dengan organisasi di luar kantor
Membina hubungan dengan suatu organisasi profesi bisa jadi salah satu lompatan menuju sukses. Bayangkan jika organisasi ini dikenal juga oleh direksi perusahaan tempat anda bekerja, dan anda mendapat kesempatan untuk tampil sebagai pembicara di sebuah seminar yang diselenggarakannya. Tentu anda akan mendapat point tersendiri di mata perusahaan. Sehingga hal ini membuka jalan bagi kesuksesan karir anda bukan?
Berani mencoba tantangan
Jangan menolak jika anda ditawari menangani proyek yang tergolong 'berat'. Ini merupakan kesempatan anda untuk unjuk gigi. Di saat rekan lain ciut, anda harus berani melakukan gebrakan. Tapi tentu saja jangan cuma bisa sesumbar, persiapkan proyek sebaik mungkin dan kerjakan dengan tekun. Ingat, kesempatan baik ini tidak sering-sering datang loh. Maka manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.
Bagaimana? Berani menerima tantangan? Nah anda yang merasa mentok di karir, coba ikuti petunjuk tadi. Semoga karir anda yang tadinya mandeg bisa terdongkrak. Jangan lupa selain usaha, sertai dengan doa..!
Sukses Walk-in Interview
Selasa, 2 Okt 2001 09:44 WIB
Anda mungkin pernah membaca iklan lowongan kerja yang mengharuskan kandidatnya datang langsung atau walk-in interview. Jika anda tertarik dengan lowongan tersebut, anda bisa segera menyiapkan surat lamaran dan CV kemudian anda datang langsung ke perusahaan yang bersangkutan.
Biasanya perusahaan yang memberlakukan walk-in interview langsung mewawancara atau memberikan serangkaian test pada para kandidat yang datang. Lalu, sebenarnya gimana sih biar walk-in interview berlangsung sukses? Nah, di bawah ini tips singkat biar sukses walk in interview:
Pada intinya menjalani wawancara langsung (walk-in interview) sama saja dengan wawancara biasa. Hanya saja anda dituntut untuk lebih sigap dan siap karena anda langsung berhadapan dengan pewawancara saat melamar. Namun, sebelum anda memutuskan datang walk-in interview, anda perlu meneliti iklan lowongan kerja yang anda baca. Apakah bidang kerja dan posisi yang ditawarkan sesuai dengan anda. Jangan sampai jauh-jauh datang wawancara nggak taunya jenis pekerjaan yang ditawarkan nggak sesuai. Percuma banget kan?
Setelah anda yakin bahwa lowongan tersebut memang yang anda cari, buatlah resume dan CV yang baik dan lengkap. Kemudian persiapkan diri anda untuk datang langsung wawancara. Sebelumnya, pahami dulu lingkup kerja yang ditawarkan. Paling tidak, anda bisa prepare jika ada pertanyaan seputar lingkup kerja saat wawancara. Kemudian pilihlah busana yang paling sesuai dan sopan. Jangan lupa perhatikan penampilan anda keseluruhan di cermin. Pastikan bahwa penampilan anda rapih, bersih dan layak untuk menghadiri wawancara, dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Kemudian bawalah alat tulis dan note book, siapa tau diperlukan saat wawancara. Karena nggak lucu kan saat anda butuh alat tulis anda mesti meminjam pada di pewawancara? Usahakan sebelum berangkat, anda sarapan atau makan terlebih dulu. Karena perut lapar membuat anda sulit konsentrasi. Konsumsilah makanan yang bergizi secukupnya. Jangan terlalu kenyang, nanti anda malah ngantuk.
Ingat loh, jangan sampai telat dari waktu yang ditentukan. Lebih baik dateng lebih awal sedikit daripada terlambat kan? Soalnya anda jadi lebih banyak waktu untuk menenangkan diri dan mempersiapkan segala sesuatunya.
Saat tiba waktu interview, tampilkan wajah yang cerah, ceria dan optimis. Jangan sekalipun anda menampakkan wajah kusam dan sendu. Karena tidak ada satu perusahaan pun yang mau mempekerjakan orang yang kelihatannya gampang putus asa. Saat berjumpa dengan pewawancara jabatlah tangannya dengan mantap (jangan terlalu lemah atau terlalu keras).
Saat wawancara berlangsung, pastikan anda memahami semua pertanyaan yang diajukan. Jawablah setiap pertanyaan dengan percaya diri, optimis, jujur dan bersahabat tapi jangan berlebihan. Jangan ragu-ragu menjawab jika anda diminta untuk memberi penjelasan lebih rinci. Begitu juga saat pewawancara mempersilahkan anda untuk bertanya, jangan ragu menanyakan hal-hal yang belum jelas.
Jangan takut untuk menanyakan kapan hasil interview akan dikabarkan. Selesai wawancara, jangan lupa ucapkan terima kasih dan berikan jabat tangan anda yang paling hangat. Beri kesan positif saat anda meninggalkan ruang wawancara.
Jika dalam waktu dua minggu anda tidak mendapat kabar apapun, hubungi pewawancara via telepon dan tanyakan bagaimana hasil anda. Jika ternyata anda tak lolos seleksi wawancara, tak perlu sedih. Carilah kesempatan lain yang lebih baik. Anda justru bisa belajar dari kegagalan anda. Semoga sukses..!
Cara Berbusana dan Bidang Kerja
Selasa, 2 Okt 2001 07:51 WIB
“Pake baju apa hari ini ya..?” Mungkin anda pernah bertanya-tanya seperti ini setiap kali membuka lemari pakaian saat ingin berangkat kerja. Kebingungan macam ini memang wajar bagi karyawan di suatu kantor yang tidak memberlakukan seragam. Tapi sebenarnya anda nggak perlu bingung, dalam menentukan busana kerja anda cukup menyesuaikannya dengan jenis dan budaya perusahaan serta pekerjaan anda sehari-hari.
Karena tentu gaya berbusana karyawan bank berbeda dengan karyawan di bidang pers, biro iklan, atau pekerja seni lainnya. Dalam berbusana formil, karyawan karyawati sebuah bank seringkali dijadikan trendsetter. Maklum, mereka memang selalu dituntut tampil rapih, bersih, dan wangi. Terutama karyawan bank yang berada di garis depan seperti customer service atau teller. Karena mereka ini menjadi ujung tombak sebuah bank dalam menawarkan produk dan berhadapan langsung dengan customer.
Memang, jenis dan budaya perusahaan mempengaruhi cara dan gaya berbusana karyawannya. Bagi para pekerja kreatif seperti iklan, pers, misalnya wartawan, fotografer, copy writer, designer grafis, dan para pekerja seni gaya berbusana mereka terkesan lebih casual. Karena dalam bekerja selain mereka memang dituntut untuk lebih kreatif, kadang mereka pun dituntut untuk lebih aktif secara fisik. Jadi harap dimaklumi kalau mereka merasa ‘gerah’ memakai busana formil.
Busana casual umumnya terdiri dari t-shirt, vest, cardigan, kemeja flanel, celana panjang bahan maupun jeans. Untuk sepatu, pria dan wanita bahkan bisa memakai sepatu kets. Perusahaan yang tidak memberlakukan seragam bagi karyawannya, memang membebaskan karyawannya dalam berbusana. Baik pria maupun wanita bebas memakai busana casual sesuai seleranya.
Bahkan untuk pekerja kreatif di biro iklan, penampilan berbusananya cenderung lebih funky dan modis mengikuti perkembangan mode mutakhir. Hal ini sah-sah saja, sepanjang perusahaan tidak menerapkan peraturan berbusana yang ketat. Bagi perusahaan semacam ini, biasanya yang penting karyawan bisa menghasilkan karya terbaik, terlepas dari baik tidaknya cara berbusananya.
Busana bergaya casual diyakini dapat memberi kenyamanan dan keleluasaan bagi mereka ketimbang busana resmi. Tapi karyawan di bidang lain yang lebih banyak bekerja di lapangan seperti bidang produksi atau quality control, juga banyak yang memilih busana casual. Karena pekerjaan mereka relatif menuntut mereka lebih banyak bergerak.
Namun karyawan yang sering bertemu klien, presentasi atau meeting di kantor lain, atau menawarkan produk, sebaiknya memilih busana resmi untuk kegiatannya sehari-hari. Mereka yang memiliki lingkup kerja seperti ini misalnya tenaga pemasaran atau marketing, account executive, dan public relation. Saat bertemu klien bisa dibilang mereka merupakan wakil dari perusahaan. Sehingga mereka dituntut untuk selalu tampil rapih dan menarik sekaligus resmi. Ingat, orang seringkali menilai seseorang dari apa yang terlihat pertama kali yaitu penampilan.
Mereka yang sering tampil resmi biasanya memiliki three peaces yang terdiri dari jas, kemeja plus dasi dan celana panjang. Ini berlaku bagi pria. Sedangkan bagi wanita, busana resmi terdiri dari blazer, blus, dan rok/celana panjang bahan. Menurut pakar penampilan, meski anda terbiasa bekerja dengan busana casual, anda tetap harus memiliki pakaian resmi. Paling tidak anda tidak akan kebingungan jika harus menghadiri acara-acara resmi.
Nah, biar anda nggak bingung berbusana setiap akan pergi ke kantor, anda harus pandai memadu padankan (mix and match) busana yang anda miliki. Siapkan busana yang akan dipakai esok pagi sejak malam hari. Paling nggak, busana yang sudah dikenakan kemarin jangan dipakai lagi hari ini. Karena selain orang tau anda nggak ganti baju, baju yang dipakai dua hari berturut-turut akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Ingat, kebersihan dalam berbusana memang harus anda jaga.
Perlu anda catat, penampilan memang penting tetapi bukanlah hal yang utama. So, biarpun penampilan anda sudah keren, anda harus mengimbanginya dengan pengetahuan dan wawasan yang luas. Karena nggak asyik banget kan kalau penampilan udah oke tapi otak kopong..?
Anggapan Stereotype Pemimpin Wanita
Kamis, 27 Sep 2001 08:50 WIB
Bagi mayoritas kaum pria, wanita adalah makluk lemah yang selalu butuh perlindungan lelaki. Makanya banyak yang menganggap bahwa wanita tidak layak menjadi pemimpin. Memang, pada kenyataannya banyak yang lebih 'sreg' jika dipimpin oleh kaum pria. Baik dalam organisasi kecil apalagi besar, seperti negara. Dengan alasan bahwa pria lebih kuat, lebih rasional, lebih cekatan, dan lebih pintar.
Padahal kalau mau bicara soal sejarah mandat kepemimpinan wanita, daftarnya bisa sangat panjang. Coba anda ingat nama Ratu Cleopatra yang berkuasa di Mesir selama 69-30 SM, Isabella di Spanyol selama dekade 1451-1504, Marry Tudor di Inggris 1516-1558, Corazon Aquino di Filipina, dan masih banyak lagi. Dan kini kita pun tidak bisa mengelak kalau sekarang ini Indonesia dipimpin oleh seorang wanita, Dyah Permata Megawati Setiawati alias Megawati Soekarno Putri.
Sungguhpun demikian, masih banyak anggapan stereotype tentang kepemimpinan wanita. Banyak yang menganggap bahwa wanita hanya layak berdiri di belakang lelaki. Sekalipun banyak yang bisa dilakukan wanita di belakang pria, wanita tetap dianggap tidak memiliki otoritas. Makanya, meski Mega sudah resmi dengan tampuk kepemimpinannya tidak sedikit yang meragukannya. Hal ini sedikit banyak dipicu oleh anggapan umum terhadap wanita yang sudah timbul sejak jaman dulu:
Wanita lebih sensitif dan lembut
Secara kodrat wanita memang lebih perasa dari pria. Karena itu wanita pun lebih sering menangis ketimbang pria. Secara fisik, wanita juga lebih lembut dari lelaki. Baik gerakannya, tubuhnya, jari jemarinya, dan tutur katanya. Karena itu, jika dihadapkan pada kekerasan, anak wanita cenderung lari dan bersembunyi di balik tubuh ibunya. Sedangkan anak laki-laki dituntut melakukan perlawanan membela diri. Tetapi tentu saja ini cuma pengalaman wanita di masa kecil. Di jaman serba keras sekarang ini wanita dewasa dituntut untuk bisa membela diri. Wanita-wanita sudah semakin sadar bahwa tidak selamanya ia bisa mengandalkan orang lain untuk membela dirinya. Sehingga wanita jaman sekarang sudah tampil menjadi pribadi yang kuat dan tegar.
Wanita selalu butuh lelaki untuk melindunginya
Wanita dan pria memang ditakdirkan untuk bersatu. Tetapi pria berada pada posisi pelindung dan pencari nafkah bagi wanita. Sedangkan wanita cukup mengurus rumah, suami dan anak-anak. Anggapan ini menyebabkan banyak wanita yang bergantung pada kaum lelaki. Di lingkungan kerja, banyak wanita yang memilih menyingkir jika rekan pria mengambil alih pekerjaannya. Tapi kini tidak lagi, banyak wanita-wanita cakap yang lebih maju karirnya dari lelaki. Bahkan suami-istri sama-sama bekerja bukan hal asing lagi.
Wanita mahluk penakut
Sejak dulu, wanita selalu dijejali oleh berita-berita menakutkan tentang kekerasan terhadap wanita. Banyak laporan mengenai kekerasan wanita mulai dari pelecehan seksual sampai perkosaan. Sejak kanak-kanak wanita selalu diberi kesan bahwa keberadaan mereka di dunia ini tidaklah aman. Sehingga tidak bisa disalahkan jika wanita tumbuh menjadi mahluk penakut, selalu khawatir, cemas, dan was-was. Namun kini wanita sudah lebih realistis, ia punya cara tersendiri untuk menghadapi bahaya yang mengancamnya.
Wanita tidak pantas jadi pemimpin
Dengan alasan kelemahannya, kodrat, perilaku, dsb, wanita dianggap tidak layak menjadi pemimpin. Wanita hanya dianggap pelengkap kaum lelaki. Sulitnya wanita yang berlaku tegas dan terbuka justru akan dianggap sombong, bossy, pemaksa, dan banyak sebutan lainnya. Akibatnya tidak ada alasan yang tepat bagi wanita untuk menjadi pemimpin.
Berbagai anggapan dan kondisi tersebutlah yang menyebabkan banyaknya keragu-raguan terhadap pemimpin wanita. Tapi apapun alasannya, meski banyak yang ragu bahkan sinis, toh wanita terus menancapkan kukunya di berbagai bidang. Banyak wanita yang membuktikan kemampuannya dalam memimpin suatu organisasi. Lagipula dengan dipimpin wanita bukan berarti kekalahan bagi kaum lelaki bukan?
Nyatanya jutaan lelaki di negeri ini bersorak kegirangan ketika Mega terpilih jadi presiden. Perbedaan gender emang udah nggak kepake lagi. Justru sebaliknya jika pria dan wanita saling bahu membahu, sukses bisa diraih bersama, nggak perlu gengsi lagi deh. Toh masing-masing memang punya kekurangan dan kelebihan!
Kharisma Bisa Ditumbuhkan
Jumat, 28 Sep 2001 08:15 WIB
Coba perhatikan deh rekan-rekan kerja anda di kantor. Adakah yang wajah dan penampilannya biasa-biasa saja tetapi cukup menyenangkan, baik dilihat maupun diajak bicara? Padahal kalau dilihat-lihat lebih jauh tidak ada sesuatu yang menonjol pada dirinya, semua terlihat biasa-biasa aja. Tapi herannya walau biasa aja ia tetap keliatan menarik. Kenapa ya..? Bisa dipastikan orang tersebut memiliki kharisma.
Banyak yang mengatakan bahwa kharisma yang dipancarkan seseorang merupakan 'bawaan' sejak lahir. Artinya ada yang ditakdirkan memiliki kharisma dan ada yang tidak. Seseorang yang tidak punya kharisma meskipun memiliki wajah yang tampan atau cantik dan punya otak yang cemerlang, tetapi kelihatan kurang menarik. Sepertinya ada sesuatu yang kurang pada dirinya. Tapi kharisma seseorang juga bisa bersifat subyektif atau dipengaruhi like or dislike. Namun, terlepas dari semua itu sebetulnya kharisma bisa dipelajari dan diusahakan. Bagaimana caranya? Bagi yang ingin punya kharisma coba gebet terus deh.
- Untuk memiliki kharisma, mulailah dari dalam diri sendiri. Benahi dulu perilaku anda sehari-hari. Cobalah untuk menghargai orang lain seperti menghargai diri anda sendiri. Sekalipun anda tergolong orang yang pandai, jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain. Dan jangan pernah mencela kekurangan orang lain. Ingat loh, sekalipun anda menganggap diri anda sudah oke, anda juga nggak lepas dari kekurangan.
- Jagalah sikap dan tutur kata anda. Kepada rekan kerja yang lebih tua atau kepada atasan jangan cuma memanggil namanya. Pakailah kata sandang seperti Mas, Mbak, Pak, atau Bu. Kalau anda nekat memanggil namanya seperti dengan teman anda akan dicap 'tidak memiliki tata krama'. Begitu juga dalam berbicara. Jangan bicara dan bercanda sembarangan kepada bos atau rekan yang tidak begitu dekat dengan anda. Karena selama ini orang yang punya kharisma adalah orang yang pandai menyesuaikan diri plus tahu sopan santun.
- Cobalah untuk tersenyum setiap kali bertemu dengan rekan yang anda kenal. Nggak perlu berlebihan tetapi juga jangan cuma basa-basi. Tersenyumlah dengan tulus. Untuk memulainya, coba deh anda ambil sebuah cermin dan berlatihlah tersenyum hingga anda mendapatkan senyum yang benar-benar patent.
- Pelajari seni memuji orang dengan tulus. Ingat, orang akan tahu loh mana pujian yang tulus dan mana yang basa-basi. So, kalau memuji cuma untuk mencari perhatian dan topeng pergaulan doang, lebih baik nggak usah deh, daripada anda dianggap muna.
- Belajarlah untuk mengekspresikan empati anda terhadap rekan yang tengah dilanda kesulitan. Jika ia mengadukan keluhannya pada anda dengarkan dengan baik dan ucapkan kata-kata yang bisa menghiburnya.
- Perbaiki penampilan anda. Gunakan pakaian yang sesuai dengan kepribadian dan tidak melanggar batas-batas kesopanan. Jangan gunakan pakaian yang sudah lusuh dan robek, apalagi pakaian ke kantor. Dan sisirlah rambut anda dengan rapih. Bagi wanita berdandanlah sepantasnya. Kemudian mandi dan gosok gigi paling tidak dua hari sekali, karena percuma juga loh kalau penampilan anda oke, sikap anda baik tetapi bau tubuh dan nafas anda nggak enak, wah ya nggak ada yg mau deketin anda dong.
Selebihnya, untuk menambah kharisma diri anda, bekali diri anda dengan pengetahuan dan wawasan yang luas. Jangan ragu untuk menambah keahlian dan ketrampilan dengan mengikuti kursus-kursus. Ikuti berita dan informasi terkini. Sehingga paling tidak, kalau diajak ngobrol dengan rekan kantor, anda nggak akan dianggap si lemot. Nah, udah siap kan jadi orang yang berkharisma? Jadi, sekarang siap-siap aja deh menebar pesona di kantor...!
Mengidentifikasi Penyebab Kegagalan Tim
Kamis, 27 Sep 2001 07:37 WIB
Belakangan ini banyak perusahaan yang menuntut karyawannya untuk bisa bekerja dalam tim, sekalipun karyawan tersebut cukup cakap bekerja secara perorangan. Ini berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas kerja yang semakin diperlukan belakangan ini. Karena itu setiap karyawan selain mampu bekerja secara perorangan, juga dituntut mampu bekerja secara kelompok dengan kualitas sebaik bekerja perorangan.
Bagi sebuah perusahaan, peran sebuah tim kerja memang begitu besar. Perusahaan pun berharap banyak dapat meraih kesuksesan dari sebuah tim. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa selama ini banyak tim kerja yang belum berfungsi dengan baik. Akibatnya tujuan dan misi tim itu sendiri tidak tercapai. Sangat disayangkan bukan? Nah, sebelum membentuk sebuah tim ada baiknya anda ketahui penyebab kegagalan sebuah tim. Simak deh:
Enggan melakukan perubahan
Enggan melakukan perubahan adalah salah satu penyebab kegagalan suatu tim. Biasanya alasan orang menolak melakukan perubahan adalah karena ketakutan menjalani sesuatu yang baru. Akibatnya mereka sulit menerima ide dan gagasan baru. Mereka yang menolak perubahan adalah orang-orang yang lebih senang menggunakan pola kerja yang itu-itu aja. Mereka tidak peduli, bahwa cara yang mereka lakukan terlalu sederhana. Yang penting mereka aman menjalaninya. Untuk mengatasinya, bawalah ide dan gagasan baru secara bertahap. Kemukakan di saat mereka siap mendengarnya.
Takut gagal
Kadang kala, sebuah tim dihadapkan pada persoalan takut gagal. Sehingga belum bertindak, mereka sudah 'ciut' duluan. Seandainya pun melakukan sesuatu mereka diliputi rasa tidak percaya diri. Bayangan kegagalan seakan menghantui mereka. Padahal perasaan takut gagal ini jelas tidak perlu, jika masing-masing kompak dan saling membantu, kegagalan itu paling tidak bisa diminimalisasi.
Arogansi anggota
Masalah seringkali muncul karena kesombongan masing-masing anggota tim. Masing-masing merasa lebih pandai dan merasa idenya lah yang paling bagus. Sehingga mereka pun sulit menerima gagasan orang lain. Akhirnya timbul pertentangan dan konflik yang cukup berat. Dan bagaimana sebuah tim bisa sukses jika tiap individu bertahan pada egonya masing-masing. Padahal perbedaan pendapat di dalam suatu kelompok adalah hal yang wajar. Justru dari perbedaan tersebutlah suatu tim dapat menemukan formula kerja yang solid. Toh setiap pertentangan selalu ada solusinya bukan?
Tidak ada pendekatan individu
Jika anda ketua kelompok, selain melakukan pendekatan secara kelompok disarankan untuk melakukan pendekatan secara personal. Ketahuilah potensi masing-masing anggota dan berikan semangat positif pada mereka. Karena setiap individu memang memiliki kekuatan yang berbeda. Kemudian secara formal tegaskan tentang sebuah persepsi yang sama.
Dengan mengetahui penyebab kegagalan suatu tim, paling tidak anda akan mengetahui cara mencegah dan mengatasi kegagalan tersebut. Sehingga tim anda pun akan lebih siap menyongsong sukses. Selamat bekerja dalam tim..!
Ketrampilan Komunikasi Verbal
Rabu, 26 Sep 2001 07:58 WIB
Belakangan ini ketrampilan berkomunikasi semakin diperlukan untuk meniti tangga karir. Walaupun seseorang sudah memiliki keahlian dan kemampuan dalam suatu bidang, ketrampilan komunikasi tetap tidak bisa diabaikan. So, apapun keahlian anda harus dibalut oleh kepiawaian berkomunikasi. Bukti-bukti menunjukkan bahwa banyak karyawan yang pandai, mengalami keterlambatan karir karena kurang mahir dalam komunikasi.
Sedangkan orang yang kepandaiannya hanya rata-rata bisa mencapai karir yang baik karena kemahirannya dalam komunikasi. Memang, apapun pekerjaan dan profesi anda, anda tidak bisa menghindar dari komunikasi. Ketrampilan komunikasi secara personal sangat dibutuhkan dalam memuluskan tugas-tugas anda, seperti mengungkapkan ide, negosiasi, presentasi, lobbying, maupun networking. Nah, berikut ini adalah tips melakukan komunikasi verbal untuk menunjang karir anda:
Kekuatan kata
Jangan menggunakan kata-kata yang sulit diucapkan dan dihafalkan. Lebih baik anda menggantinya dengan kata-kata yang lebih mudah dicerna. Tetapi agar kata-kata anda terkesan kuat, gunakan istilah tertentu untuk memperjelas maksud anda. Untuk itu kuasai unsur-unsur bahasa, seperti sinonim, antonim, anonim, ungkapan (idiom), dan kata penghubung. Sehingga anda memiliki kosa kata yang lebih luas dan bernilai tinggi.
Ragam bahasa
Pahami dan kuasai ragam bahasa, baik yang resmi maupun tidak. Baik bahasa lisan maupun tulisan. Dan ketahuilah ragam bahasa dalam suatu kalangan kemudian gunakan bahasa tersebut di kalangan itu. Misalnya bahasa pergaulan di orang-orang perbankan berbeda dengan bahasa orang-orang penerbitan. Dengan demikian anda bisa lebih fleksibel dalam berbahasa tergantung situasi dan kondisi yang tengah anda hadapi. Menguasai ragam bahasa ini termasuk penguasaan anda terhadap bahasa asing. Paling tidak kuasailah bahasa internasional yang paling umum yaitu Bahasa Inggris. Ini akan sangat membantu kelancaran anda dalam berkomunikasi terutama dengan orang-orang asing.
Kekuatan suara
Bagaimana anda bisa berkomunikasi tanpa suara yang jelas? Maka perhatikan kualitas suara dalam komunikasi verbal. Gunakan intonasi dan nada suara, tempo, jeda, dinamika, dan ekspresi suara dengan baik dan benar. Ketika berkomunikasi, usahakan suara nafas tidak terdengar. Kontrol kualitas suara anda dengan baik. Jangan bicara dalam nada yang terlalu cepat tapi juga jangan terlalu lambat. Gunakan kecepatan suara sedang. Sehingga anda tidak kesulitan memenggal kalimat tanpa kehilangan maknanya. Dengan ekspresi suara yang jelas, kalimat-kalimat yang anda ucapkan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.
Hindari aksen daerah
Hindari komunikasi yang menunjukkan aksen atau logat daerah yang terlalu kental. Memang sih jika anda berasal dari daerah tertentu cukup sulit untuk menghilangkan aksennya. Tapi usahakan agar tidak terlalu dominan. Tunjukkan karakter suara yang tegas namun dengan tutur kata yang teratur serta intonasi suara yang tepat.
Menjadi pendengar aktif
Komunikasi yang efektif dapat terwujud karena adanya keseimbangan antara pembicara dan pendengar. Anda bukan hanya bisa berbicara tetapi juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Tentu saja menjadi pendengar yang aktif. Simak ucapan lawan bicara dengan seksama dan dengarkan dengan sensitifitas yang tinggi. Beri respon positif terhadap pembicaraan tersebut dan ungkapkan pendapat anda. Ketahui kapan anda harus berbicara dan interupsi. Jangan lupa pertahankan kontak mata. Kontak mata yang baik menunjukkan empati dan simpati anda terhadap lawan bicara.
Dengan ketrampilan komunikasi yang anda miliki, jalan untuk menuju sukses akan semakin terbuka lebar. So, mulai sekarang pelajari dan tingkatkan ketrampilan komunikasi anda. Lagipula dengan keahlian komunikasi, anda akan mudah diterima dimanapun anda berada. Semoga sukses..!
Lingkungan Kerja Pengaruhi Produktivitas
Selasa, 25 Sep 2001 08:12 WIB
Lingkungan kerja yang nyaman sudah pasti mempengaruhi kelancaran dan produktivitas kerja anda. Tapi bagaimana sih lingkungan kerja yang nyaman itu? Apakah yang ruangannya luas, fasilitasnya lengkap, atau teman-teman kantor yang oke? Ini semua tentu merupakan bagian dari lingkungan kerja yang nyaman. Dan siapapun pasti ingin bekerja di lingkungan yang nyaman kan?
Tahu nggak sih, segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan harus anda ciptakan senyaman mungkin. Coba perhatikan hal-hal yang membuat anda nyaman bekerja sebagai berikut:
- Komputer
Di jaman teknologi canggih begini komputer merupakan fasilitas kerja yang utama. Bahkan banyak perusahaan yang melengkapi fasilitas komputernya dengan internet. Selain untuk memperlancar pekerjaan, internet akan memperkaya wawasan dan pengetahuan anda. Bekerja dengan komputer yang bermasalah selain sangat membuat tidak nyaman tentu akan menghambat produktivitas kerja anda. So, jika komputer anda bermasalah, informasikan segera ke bagian yang biasa menangani kerusakan komputer.
- Kursi dan meja kerja
Mintalah kursi yang membuat anda nyaman dan enak diduduki. Kalau anda duduk di kursi yang kaku akan membuat badan anda pegal-pegal. Akibatnya anda tidak enjoy lagi bekerja. Begitu juga dengan meja anda. Meja yang berantakan dan penuh dengan tumpukan kertas hanya akan membuat anda sakit kepala. Makanya, walau anda sibuk bekerja dengan tumpukan kertas dan dokumen, anda tetap harus menjaga kerapihan meja kerja anda. Sehingga anda tetap dapat konsentrasi bekerja.
- Bahan dan perlengkapan kerja
Bahan dan perlengkapan kerja sebaiknya disusun secara teratur dan diletakkan di tempat yang mudah terjangkau. Jangan sampai waktu kerja anda banyak terpangkas hanya karena lupa meletakkan kamus Bahasa Inggris misalnya. Maka organisasikan dokumen dan bahan-bahan kerja anda dengan baik. Termasuk mengatur letak alat-alat tulis, penjepit kertas, penghapus, penggaris, dll.
- Lampu atau pencahayaan ruangan
Tata lampu yang tidak memenuhi syarat, misalnya remang-remang atau terlalu silau akan membuat mata anda cepat lelah, berair dan tegang. Kepalapun akan terasa berat. Akibatnya kerja pun nggak mood lagi. Nah kalau anda merasa lampu di ruangan kerja anda kurang nyaman, jangan pasrah aja. Bicarakan masalah ini kepada orang-orang yang memang khusus menangani hal itu. Ini demi kebaikan bersama loh.
- Kegaduhan di ruangan
Ruangan yang tenang tanpa suara-suara yang bising akan meningkatkan konsentrasi kerja anda. Maka hindari suara-suara yang mengganggu konsentrasi. Jika ada televisi di ruangan kerja anda, kecilkan volume suaranya. Seandainya anda ingin mendengarkan musik dari komputer anda, dengarkan dengan suara yang pelan. Kalau anda tidak mau diganggu dengan suara-suara telpon di meja anda, pesankan pada operator untuk menghandel telpon-telpon untuk anda kecuali berita yang sangat penting. Begitu juga dengan ponsel anda. Matikan ponsel saat jam-jam sibuk dimana pekerjaan masih menumpuk.
- Teman-teman kerja
Anda pasti setuju bahwa teman-teman kerja yang menyenangkan plus kooperatif sangat mempengaruhi kenyamanan anda di kantor. Sebaliknya jika anda berada di antara teman-teman kerja yang saling iri dan menjatuhkan pasti sangat sengsara bukan? Untuk itu, mulailah dari diri anda sendiri. Jadilah karyawan yang menyenangkan dan menghargai rekan lain, serta bertanggung jawab terhadap tugas anda. Sehingga rekan-rekan pun akan lebih menghargai dan respek terhadap anda. Dengan demikian, anda dan rekan-rekan akan menjadi satu tim yang kompak dan solid.
Nah sudahkah anda bekerja di lingkungan yang nyaman? Jika belum, mungkin anda bisa menciptakan kenyamanan bagi diri anda sendiri. Karena sekali lagi suasana kerja yang nyaman akan menambah produktivitas anda. Anda setuju..? Selamat bekerja dalam lingkungan yang nyaman dan menyenangkan..!
Tips Berpacu dengan Waktu
Senin, 24 Sep 2001 10:28 WIB
Belakangan ini rasanya waktu semakin cepat berlalu. Pasti anda juga merasakannya bukan? Apalagi bagi anda yang full kegiatan setiap harinya. Kayaknya baru kemarin hari Senin sekarang udah hari Senin lagi. Waktu sebulan itu sepertinya sama aja dengan waktu seminggu. Nah, cepatnya waktu berputar itu menuntut anda untuk bergerak lebih cepat pula.
Kalau anda santai-santai saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti, anda akan jauh tertinggal. Ibaratnya, yang lain nyaris sampai di garis finish anda masih saja jalan di tempat. Nah, anda nggak mau kan jadi orang yang tertinggal? Agar mampu mengejar waktu, anda perlu merencanakan sesuatu. Apa yang akan anda kerjakan di hari esok sebaiknya anda rencanakan dari sekarang. Nah, coba deh tips berikut ini:
- Setiap akhir bulan tuliskan di atas selembar kertas apa saja yang harus anda capai bulan depan. Buatlah deadline pribadi, kapan batas waktu anda harus menyelesaikannya. Kalau perlu buatlah sanksi pribadi jika anda tidak mencapai deadline.
- Rincilah target-target yang akan anda capai. Karena cara ini akan memudahkan anda melalui tahapan-tahapan operasionalisasi kerja. Lagipula dengan target, anda akan terpacu untuk lebih giat bekerja demi mencapai target tersebut.
- Jika pekerjaan anda berkaitan dengan divisi lain, buatlah catatan dan informasikan kepada masing-masing pihak. Agendakan jadwal pertemuan untuk membicarakan kerja tim ini. Jika ada kesulitan, segera bicarakan solusinya bersama-sama. Semakin cepat mencari solusi semakin cepat pula masalah pekerjaan akan selesai.
- Jangan memanjakan sikap malas anda. Gunakan setiap waktu seefisien mungkin. Jangan mengkorupsi waktu kerja anda dengan beristirahat terlalu lama, asyik bicara di telepon, atau keterusan chatting dan berkirim email yang tak penting. Tapi tentu saja, bukan berarti anda harus kejam terhadap diri sendiri. Jika waktu isitirahat tiba, anda pun harus beristirahat untuk mengusir kepenatan anda. Lagipula istirahat yang cukup akan mengembalikan gairah kerja anda.
Nah sudahkah anda melakukannya? Kalau anda melakukannya, anda telah siap berpacu dengan waktu. Dan waktu pun tidak akan meninggalkan anda. Ingat, kberhasilan anda di hari esok tak lepas dari apa saja yang anda lakukan hari ini. Jika anda merencanakan hari esok dengan baik, anda pun akan menyongsong hari esok yang lebih cerah. Selamat bekerja..!
Persiapan Terjun ke Bisnis
Senin, 24 Sep 2001 08:19 WIB
Di jaman yang masih penuh ketidakpastian ini menuntut anda untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk. Kalau perusahaan anda tengah heboh dengan isu-isu PHK, nggak ada salahnya anda mempersiapkan diri untuk terjun ke bisnis, walau cuma kecil-kecilan. Nah mulai sekarang pikirkan deh bisnis apa yang bisa anda jalani.
Kalau anda jago masak, coba aja anda bisnis rumah makan. Kalau anda gape menjahit, terima jahitan boleh juga tuh dicoba. Tapi tentu saja ada sejumlah persiapan sebelum anda memutuskan untuk berbisnis. Ingat, persiapan untuk menghadapi bisnis begitu panjang. Selain modal dan riset pasar, anda juga perlu memperhatikan hal-hal lain yang menyangkut kapabilitas untuk mengelola bisnis sendiri. Hal-hal tersebut adalah:
- Siap menghadapi resiko
Kesiapan untuk menghadapi berbagai resiko adalah hal mutlak untuk suatu bisnis. Jangan pernah menganggap angin lalu masalah yang anda hadapi dalam bisnis. Pikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah anda. Misalnya bagaimana cara menghadapi kenaikan harga-harga bahan pokok. Kalau perlu diskusikan masalah yang anda hadapi dengan rekan-rekan bisnis anda.
- Hadapi realitas
Dalam dunia bisnis, kepuasan pelanggan adalah hal utama. Maka anda harus mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, bukan apa yang anda inginkan. Perhatikan apa saja yang diinginkan pasar. Jika anda memenuhi keinginan pasar dan pelanggan, mereka akan puas. Sebaliknya jika bisnis yang anda jalankan hanya berdasarkan keinginan anda, bisnis anda akan sulit maju.
- Perkuat jaringan usaha
Semakin kuat dan luas jaringan usaha anda semakin besar pula kemungkinan bisnis anda untuk sukses. So, jangan berhenti untuk memperluas jaringan bisnis anda. Dalam setiap kesempatan jangan ragu untuk memperkenalkan bisnis anda. Ikuti kegiatan atau acara yang memungkinkan untuk memperkenalkan bisnis anda.
- Jaga Kepercayaan
Kepercayaan merupakan hal penting dalam bisnis. Tanpa kepercayaan anda tidak akan pernah memperoleh pelanggan. Untuk menjaga kepercayaan ini antara lain dengan cara menjaga kualitas produk dan kualitas pelayanan. Berikan servis atau pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Jangan lupa tersenyum setiap kali berhadapan dengan pelanggan. Dan dengarkan keluhan serta saran dari mereka. Jangan sekalipun menurunkan kualitas produk ketika anda sudah mendapatkan banyak pelanggan. Sekali mutu kualitas produk anda menurun, pelanggan akan berpikir untuk berpaling dari bisnis anda.
Selanjutnya, bersikaplah optimis. Yakinlah kalau usaha anda akan sukses. Toh jika anda ulet dan tekun, sukses berbisnis bukanlah hal yang mustahil. Selamat berbisnis...!
Ingin Sukses? Kembangkan Imajinasi
Jumat, 21 Sep 2001 08:59 WIB
Apakah selama ini anda sulit meraih sukses? Rasanya selalu saja ada halangan yang menghadang langkah anda. Jangan lantas pesimis! Tahukah anda apa yang anda butuhkan dalam meraih sukses itu? Jawabannya adalah 'imajinasi'! Kenapa? Samuel A. Cypert dalam bukunya 17 Principles of Success mengatakan bahwa imajinasi merupakan modal awal bagi seseorang untuk meraih sukses yang diinginkannya.
Orang yang tidak memiliki imajinasi seringkali mengalami hidup yang monoton. Ia selalu melewati jalur hidup yang itu-itu saja tanpa variasi berarti. Orang yang miskin imajinasi tidak pernah berpikir untuk mencoba jalan lain ataupun berspekulasi melewati jalan yang sama sekali baru. Akibatnya, berkembang perasaan pesimis dan apatis terhadap tujuan hidup. Akhirnya jalan untuk menuju sukses pun semakin tertutup.
So, jika anda ingin sukses atau katakanlah ingin berhasil di bidang anda, jangan ragu untuk berimajinasi. Tetapi tentu saja imajinasi yang masih relevan dan masuk akal. Maksudnya, sukses yang anda imajinasikan adalah sukses yang berkaitan dengan kemampuan anda. Misalnya, jika anda seorang penulis pemula, imajinasikan bahwa suatu saat anda akan menjadi penulis terkenal dan handal.
Jika anda hobi menyanyi bayangkanlah bahwa anda akan menjadi seorang penyanyi. Nggak perlu membayangkan terlalu jauh akan menjadi penyanyi internasional, tetapi untuk sementara bayangkanlah anda menjadi penyanyi yang dikenal di negeri sendiri. Jika anda wiraswastawan, bermimpilah bahwa suatu saat anda akan menjadi pemilik suatu perusahaan.
Menurut Samuel, imajinasi yang anda kembangkan merupakan pemicu yang mendorong anda untuk bergerak melakukan sesuatu. Anda akan punya kekuatan untuk mencapai imajinasi. Walau anda tidak langsung dapat meraihnya, tetapi melalui usaha yang bertahap suatu saat imajinasi, mimpi, dan fantasi anda akan menjadi kenyataan.
Memang imajinasi dan mimpi tidak pernah bisa terwujud tanpa usaha apapun. Jika anda hanya bisa berharap sambil mengkhayalkan kesuksesan, anda tidak akan pernah menggenggam sukses itu. Paling tidak, dengan imajinasi yang anda miliki, anda dapat menyusun langkah-langkah dan rencana untuk mencapai tujuan anda. Karena itu, seorang yang penuh imajinasi pun harus jeli melihat peluang. Jika anda bisa menggabungkan imajinasi, harapan, rencana, peluang, dan kerja keras, imajinasi anda akan berubah menjadi sukses yang paling indah dalam hidup anda.
Memang, hasilnya tidak akan anda rasakan dalam waktu singkat. Bisa jadi anda baru merasakan hasilnya selama setahun, tiga tahun, atau bahkan lima tahun. Ini bukan masalah, yang penting anda tetap memiliki semangat untuk mendekati mimpi anda. Selamat berimajinasi dan meraih mimpi-mimpi anda.