Investasi Forex sebagai Trend Investasi Masa Kini

Tuesday, May 29, 2007

Pak, nikah mahal tidak sih?


" Pak, nikah mahal tidak sih?"
Jawab bapaknya "Enggak tahu ya nak, tapi sampai sekarang papah masih nyicil setiap bulan ke mamamu..."

:)


On 5/28/07, Erwin Arianto wrote:

Seorang temenku pernah bertanya
"eh, kalo gw nikah tapi dengan gaji gw yang cuma Rp#### bisa ga ya?

Hhmmm.....

Maka dari pertanyaan itu aku membu at survey asal, dan berikut adalah
daftar pengeluaran standar bulanan setelah merit. Sekedar berbagi aja,
bu at temen2 yang mungkin juga mengalami 'M at ery after merit phobia
syndhrome'

Daftar anggaran bulanan
(asumsi :disusun berdasarkan skala proritas,disusun dengan sang at 2 rel
at if,
dan berdasarkan basic needs standar menengah ke bawah)

1. Makan

Dengan asumsi sekali makan adalah 5000
Maka makan 3x sehari,kali 2 orang (karena lagu sepiring berdua cuma
berlaku pada sa at pacaran ajah), kali 30 hari adalah Rp900.000

Tips
Rajin2 ke kondangan at au sun at an, dan bawa pulang nasi kotaknya
Pasti lebih ngirit

2.Kontrakan

Dengan asumsi masih ngontrak di rumah petak, yang punya uda botak, tapi
masih galak, dan punya anjing belum jinak
Maka dana untuk kontrakan sekitar 500.000/bulan

Tips
Tinggallah di Pondok Mertua Indah
Niscaya 2 dana di at as gak akan pernah ada
Di pondok mertua indah, anda akan bebas makan apa aja, termasuk 'makan
at i'
(^__^)

3. Listrik dan Air

Dengan asumsi daya listrik 900 w at t dan pake jetpam maka anggaran
untuk
listrik adalah 100.000/bulan
Tips
Jangan pake AC, cukup AC (angin cendela)
Jangan suka main Plestesyen, cukup main monopoli,sudamanda at au gaple
ama
istri terasa lebih romantis

4. Transportasi

Dengan asumsi naik motor ke kantor, dengan motor yang paling irit rit
rit, maka untuk ongkos bensin dan servis adalah 100.000

Tips
Gunakanlah Bensin campur!
(maksudnyah campur dorong, pasti lebih irit)
Atau ikutlah "Nebeng Fans Club", dengan alasan memperer at sil at urahmi
dengan
yang ditebengi maka perjalanan berangk at dan pulang kantor akan terasa
lebih
menyenangkan

5. Komunikasi

Dengan asumsi pake cdma yang 1000/menit maka untuk sebulan, ongkos
komunikasi berdua adalah 100.000

Tips
Pakelah 'FREN' yang lebih murah
(maksudnya kalo mau nelpon at au sms tinggal bilang "Freeen...minjam HP
nya
dong freen...")

6. Keperluan sehari2

Seperti sabun,odol,syampu, dll dsb
Dengan asumsi tidak pake fesyel,krimb at , manikyur, pedikyur, kukyur2
maka
alokasi dana untuk ini sebesar 50.000

Tips:
Mandi kalo perlu saja
Kalo dulu 2 kali sehari,jadi 2 hari sekali
Untuk ngirit odol kembalilah memakai tumbukan b at u b at a

7. Keseh at an

Seperti minyak kayu putih,vitamin, ob at pusing (ini penting bu at
pengantin
baru wekekekek!), maka alokasi cadangan untuk keseh at an sebesar 50.000

Tips
Jaga keseh at an
Jangan begadang...kalo tiada artinya...begadang bole saja...asalkan
sambil
ronda
(halah!!)

8.Entertaiment

Nha ini kalo ada uang lebih aja, bisalaah sekali2 nom at ,li at live
music,
lari
pagi di monas, at au makan martabak sekali2

Jadii...
Dari asumsi basic needs di at as maka pengeluaran untuk tiap bulan
adalah
sebesar :

1.800.000/bulan

(syeeett dah...masih gede juga ya)

Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan temen2 ketika pengen nikah,
untuk kemudian dibandingkan dengan pemasukan yang ada.
Kalopun masih 'besar pasak daripada tiang'
Anda bisa memperkecil pasak, at au memperbesar tiang... at aauu. ..ga
usak pake
pasak, tapi dipaku aja!

Tapi ada 1 hal yang ga bisa dijelaskan dengan perhitungan ketika anda
memutuskan untuk menikah

(serius mode on*)

Yaitu, berkah menikah

Selalu, Tuhan akan mencukupi kebutuhan um at nya yang mau berusaha dan
berdoa
Selalu bersukur dan percaya bahwa Tuhanlah raja dari segala raja
akunting!

so, stop accounting, just do it! :))

Monday, May 28, 2007

CANTIK DAN HARUM DI HADAPAN TUHAN


Sekarang banyak sekali reality show di TV, seperti AFI, Indonesian Idol, KDI, dll Pada zaman dahulu, ini sudah ada, yaitu pada zaman raja Ahasyweros. Bahkan cara mengujinyapun menyeramkan. Para wanita bisa kehilangan kehormatan mereka.
Mereka tidak bisa menghadap raja kecuali kalau raja mengingatnya. Kalau tidak, mereka akan menderita seumur hidup. (ayat 13-14). Ester bukan hanya diingat oleh raja, tapi dia beroleh kasih dan sayang, bahkan diangkat menjadi pengganti ratu Wasti, maka acara reality show pun berakhir. (ayat 15-18)

Mengapa Ester berhasil? Kalau masalah cantik itu relatif. Tetapi Ester mempunyai:

1. Roh penurut/ roh mau di ajar
Dia menurut pada Mordekai sebagai pengasuh dia (ayat 10-20). Dia menurut juga pada Hegai, sida-sida raja (ayat 15), sedangkan di ayat 13, gadis yang mau masuk boleh memakai menurut kesukaannya sendiri, tapi Ester taat apa yang dikatakan Hegai. Sebagai sida sida raja. Dia sangat kenal dan sangat tahu apa apa yang disukai oleh raja. Ester melakukannya dengan baik Dalam Lukas 2:51-52 : Yesus tunduk dalam asuhan ibu bapaNya. Maka kita harus tunduk pada Roh Kudus, supaya membuahkan kemenangan

2.Mempunyai roh penguasaan diri - Ester 2:12
6 bulan pertama diberi Mur (minyak campur kemenyan), gunanya menghapus aroma tubuh yang tidak enak. Aroma tubuh biasanya dipengaruhi oleh makanan apa yang kita makan, jadi selama dalam proses, mereka dibatasi makanannya. Bukan cuma makanan yang dibatasi tapi semua kegiatan, seperti pemilihan putri Indonesia, miss universe tidak bisa semaunya sendiri, semua ada waktunya dan makan pun diatur, intinya adalah penguasaan diri.

Dosa dan kedagingan kita adalah bau di hadapan Tuhan. Maka agar kita tidak bau di hadapan Tuhan kita juga harus melakukan penguasaan diri. "Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang. Sebab apabila semuanya itu ada padamu dengan berlimpah-limpah, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dalam pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tetapi barangsiapa tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bahwa dosa-dosanya yang dahulu telah dihapuskan. Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh, supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung." (2 Petrus 1:5-11)

6 bulan ke dua pemakaian wangi wangian, setelah semua aroma tubuh yang tidak enak hilang, harus selalu dijaga selalu dengan wangi wangian, atau dengan kata lain mempertahankan aroma wangi supaya tetap harum. Begitu juga kita harus mempertahankan aroma kehidupan kita supaya selalu wangi di hadapan Tuhan jangan sampai bau lagi. Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Galatia 5:1) Sehingga bila saatnya tiba nanti, DIA menjemput kita sebagai mempelainya, dijumpai kita dalam keadaan tidak bercacat celah sebab kita cantik dan harum.

TETAPLAH BERDOA

Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menjawab doa mu.
Karena Ia menyertai mu. Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan memberi mu damai sejahtera-Nya.
Karena Ia menghibur dan mengajari mu melangkah hari demi hari yang berat.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun beban mu berat.
Karena Ia mengajari merasakan dan meringankan beban sesama mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau merasa Ia tidak dekat lagi.
Karena Ia melihat kesetiaan, keteguhan dan Ia tidak pernah meninggalkan mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun segala sesuatu berada diluar rencana mu.
Karena Ia sedang mengajari mu berjalan dalam rencana-Nya.

Berdoa dan mengucap syukurlah walaupun engkau difitnah dan dihina.
Karena Ia sedang mengajari merendahkan diri dan memaafkan sesama mu.

Berdoa dan mengucap syukurlah bila Tuhan menegur mu.
Karena Ia mengajar dan menegur orang yang dikasihi-Nya.

Tetaplah berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan.
Karena Ia menyertai dan mengajari seumur hidup mu.

CUCIAN KASIH

Ketika James Cates masih mahasiswa, ia bekerja di malam hari sebagai pendamping anak-anak asrama di sebuah wisma perawatan kesehatan. Salah satu tanggung jawabnya yang terkadang sangat berat adalah mencuci pakaian 23 remaja pria. Proses mencuci pakaian-pakaian tersebut sangat kasar, sehingga ketika seorang pemuda penghuni wisma bernama Jake mendapat baju baru dari ibunya, James menawarkan diri untuk mencucinya secara terpisah. Tidak lama kemudian para remaja lain mulai memintanya untuk memasukkan sepotong pakaian favorit mereka ke dalam kelompok cucian yang "istimewa" itu. Ini merupakan tindakan kasih yang kecil, tetapi besar artinya bagi para remaja itu.

Dua puluh tahun kemudian, setelah sukses sebagai ahli terapi, pengajar di universitas, dan penulis banyak artikel di berbagai jurnal ilmiah, Cates menulis: "Ketika saya menengok ke belakang dan merenungkannya, ternyata tak ada orang yang pernah saya layani atau pelayanan yang pernah saya berikan yang lebih berarti bagi saya selain Jake dan bajunya, serta cucian-cucian pakaian yang istimewa itu."

Sebuah tindakan kasih yang sederhana merupakan suatu wujud ungkapan kasih Allah yang sangat kuat di dalam dunia kita yang penuh dengan kesukaran ini. Rasul Yohanes menulis, "Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dalam kebenaran" (1Yohanes 3:18).

Ada-kah beberapa potong "cucian" yang dapat Anda cucikan pada hari ini ? Tindakan kasih yang kecil dapat membuat perbedaan besar.


BERIKAN KASIH SELAGI ADA KESEMPATAN


Malam ini terasa amat dingin, sunyi dan sepi... Aku memandang ke sekeliling ruangan kamar ayahanda. Ibu, adik-adik, bibi dan pamanku ada di sana dengan tangisan pilu mereka. Ini adalah malam terakhir kami berkumpul bersama ayah, pahlawan kami tercinta. Setelah bertahun-tahun mengidap penyakit jantung dan diabetes, dan berbulan-bulan lamanya dirawat di RS, akhirnya ayah "memilih" pergi untuk selamanya. Aku menggigit bibir, perih menatap tubuhnya yang begitu kurus. Ia tak segagah dulu, seperti ketika ia masih sehat dan memimpin perusahaan serta bisnisnya. Ayahku kini berbeda... Namun, ia seorang ayah yang tetap sama. Yang begitu mencintai isteri dan anak-anaknya.. Yang selalu siap berkorban bagi kami... Ia tetap manusia yang sama. Yang menyayangi setiap orang dengan amat dalam... Yang selalu berusaha membahagiakan orang lain..

Airmata menggenang di pipiku, tak kuasa aku menahan perih dan kesedihan. Sesaat, pikiranku melayang ke masa lalu. Selama bertahun-tahun lalu, kerapkali aku melukai hati sang ayahanda. Kata-katanya yang disampaikan sebagai nasihat, selalu kusalahartikan dan kuanggap sebagai cara seorang ayah otoriter yang ingin mengendalikan puterinya. Berkali-kali kami bertengkar. Hanya beberapa hari saja masa tenang berada di antara kami, setelah itu akan ada hal-hal yang kami ributkan, yang bila kurenungkan kini semuanya didasarkan atas kesalahanku. Ya, akulah yang bersalah! Ayah hanya berusaha menasihati. Karena rasa cintanya yang besar, ia berharap aku dapat berubah dan menjadi pribadi mengagumkan. Namun aku tak memahaminya..

Pernah suatu hari kami bertengkar hebat. Lalu aku memutuskan untuk pergi dari rumah dengan diam-diam. Malam hari sebelum tidur, aku menyiapkan segalanya. Pakaian kumasukkan ke dalam beberapa tas. Buku-buku, arsip penting dll. Tak lupa kutorehkan rasa kecewa dan kekesalanku di atas sebuah kertas yang kumasukkan dalam sebuah amplop. Pada amplop itu ku tulis: "Untuk Ayah".

Esoknya, pagi-pagi sekali sebelum keluargaku terbangun, dengan mengendap-endap aku melangkah meninggalkan rumah yang selama ini menjadi tempatku bernaung. Hampir dua minggu lamanya aku pergi, meski akhirnya aku kembali ke rumah setelah kakakku mengirimkan sms yang berisi permohonannya agar aku kembali karena ayah sangat bersedih dan merasa bersalah. Ia khawatir bahwa rasa sedihnya itu akan semakin memperparah penyakit jantung ayah, yang seharusnya tak boleh berbeban berat.

Aku kembali ke rumah dengan sambutan ayah yang begitu baik. Ah, ia memang selalu berusaha meminta maaf padaku dan memperbaiki keadaan, meskipun akulah yang bersalah. Sedangkan aku terlalu sombong untuk memujanya.

Hari-hari berlalu, kurasakan ayah begitu berusaha agar aku tak marah lagi kepadanya. Ia sangat hati-hati dalam berbicara dan bersikap. Namun penyakitnya semakin hari semakin memburuk. Ia semakin sering merasakan sesak, sulit tidur, cepat lelah dll. Sampai akhirnya ayah harus dilarikan ke RS. Selama beberapa bulan ayah dirawat di beberapa RS yang berbeda, namun keadaannya tak jua membaik. Bahkan menurut para dokter, daya pompa jantungnya hanya tinggal 20 %. Operasi jantungpun bisa jadi gagal. Mendengar pernyataan dokter, membuat ayah mengambil keputusan. Sebuah keputusan yang besar baginya dan bagi kami. Ayah ingin dirawat di rumah saja! Ia memikirkan biaya operasi yang amat besar, padahal belum tentu berhasil. Jangan-jangan malah hanya akan meninggalkan hutang bagi kami, begitu pikirnya. Di samping ayah ingin melewatkan hari-harinya bersama keluarga. Seperti dulu..

Sayangnya kesempatan berkumpul bersama ayah, tak kupergunakan dengan amat baik. Aku malah seringkali menghabiskan waktu untuk bekerja di kantor. Pergi di pagi hari, dan pulang malam hari. Begitu setiap hari. Niatku mungkin tidaklah buruk, aku hanya berusaha mendapatkan uang banyak agar dapat membantu biaya pengobatan ayah. Namun ternyata aku tak bijaksana. Seharusnya aku tahu bahwa yang paling dibutuhkan ayah saat itu adalah waktuku. Waktu untuk bersama dengannya. Waktu untuk saling meminta maaf dan memaafkan. Waktu untuk menyatakan rasa cinta di hati kami. Waktu yang tinggal sedikit baginya... Oh Tuhan Yesus, andaikan aku mengerti... Hanya dua minggu ayah di rumah. Dua minggu kesempatan yang diberikan Tuhan bagiku untuk memperbaiki segalanya, namun kusia-siakan.

Hari ini, sabtu 11 Maret 2006 pukul 01.10 dini hari, ayah menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya. Pada menit-menit terakhir sebelum ia pergi, aku mendengar dengan jelas tarikan nafasnya yang tertatih-tatih. Pada menit-menit terakhir itu aku menyadari segala kesalahan yang telah kubuat padanya, luka yang sering kugoreskan di hatinya yang mungkin telah memperparah penyakitnya selama ini. Aku mengingat kasih sayangnya dan segala bentuk kebaikannya. Aku merindukan tawanya, amarahnya, nasihatnya...

Di detik terakhir sebelum tarikan panjang nafasnya, tanda hidupnya di dunia telah berakhir, aku mengucapkan dua kata yang selama ini sulit kuucapkan kepadanya yakni: "Ayahku Sayang...". Ya, aku sangat menyayanginya namun tak pernah menyatakan dan mengekspresikan kasih sayang di hatiku. Aku menyesali setiap kesempatan yang pernah ada yang kubiarkan berlalu begitu saja tanpa ungkapan cinta padanya. Aku menyesal....

Selagi waktu masih ada, berilah dan nyatakanlah cinta dan sayangmu kepada orang-orang yang selama ini telah menjadi bagian dalam hidupmu, dan sungguh berarti bagimu. Karena bila kesempatan itu telah pergi, engkau akan menyesalinya teramat dalam. Lebih menyakitkan dari rasa kehilangan itu sendiri....

Thursday, October 19, 2006

A Self-Defeating War

by George Soros

The war on terror is a false metaphor that has led to counterproductive
and self-defeating policies. Five years after 9/11, a misleading figure
of speech applied literally has unleashed a real war fought on several
fronts – Iraq, Gaza, Lebanon, Afghanistan, Somalia – a war that has
killed thousands of innocent civilians and enraged millions around the
world. Yet al-Qaeda has not been subdued; a plot that could have claimed
more victims than 9/11 has just been foiled by the vigilance of British
intelligence.

Unfortunately, the "war on terror" metaphor was uncritically accepted
by the American public as the obvious response to 9/11. It is now widely
admitted that the invasion of Iraq was a blunder. But the war on terror
remains the frame into which American policy has to fit. Most
Democratic politicians subscribe to it for fear of being tagged as weak on
defense.
What makes the war on terror self-defeating?

First, war by its very nature creates innocent victims. A war waged
against terrorists is even more likely to claim innocent victims because
terrorists tend to keep their whereabouts hidden. The deaths, injuries,
and humiliation of civilians generate rage and resentment among their
families and communities that in turn serves to build support for
terrorists.
Second, terrorism is an abstraction. It lumps together all political
movements that use terrorist tactics. Al-Qaeda, Hamas, Hezbollah, the
Sunni insurrection, and the Mahdi Army in Iraq are very different forces,
but President Bush's global war on terror prevents us from
differentiating between them and dealing with them accordingly. It inhibits
much-needed negotiations with Iran and Syria because they are states that
support terrorist groups.

Third, the war on terror emphasizes military action while most
territorial conflicts require political solutions. And, as the British have
shown, al-Qaeda is best dealt with by good intelligence. The war on terror
increases the terrorist threat and makes the task of the intelligence
agencies more difficult. Osama bin Laden and Ayman al-Zawahiri are still
at large; we need to focus on finding them, and preventing attacks like
the one foiled in England.

Fourth, the war on terror drives a wedge between "us" and "them." We
are innocent victims. They are perpetrators. But we fail to notice that
we also become perpetrators in the process; the rest of the world,
however, does notice. That is how such a wide gap has arisen between America
and much of the world.
Taken together, these four factors ensure that the war on terror cannot
be won. An endless war waged against an unseen enemy is doing great
damage to our power and prestige abroad and to our open society at home.
It has led to a dangerous extension of executive powers; it has
tarnished our adherence to universal human rights; it has inhibited the
critical process that is at the heart of an open society; and it has cost a
lot of money. Most importantly, it has diverted attention from other
urgent tasks that require American leadership, such as finishing the job we
so correctly began in Afghanistan, addressing the looming global energy
crisis, and dealing with nuclear proliferation.

With American influence at low ebb, the world is in danger of sliding
into a vicious circle of escalating violence. We can escape it only if
we Americans repudiate the war on terror as a false metaphor. If we
persevere on the wrong course, the situation will continue to deteriorate.
It is not our will that is being tested, but our understanding of
reality. It is painful to admit that our current predicaments are brought
about by our own misconceptions. However, not admitting it is bound to
prove even more painful in the long run. The strength of an open society
lies in its ability to recognize and correct its mistakes. This is the
test that confronts us.

This piece originally appeared in the Wall Street Journal. Reprinted
with the author's permission

Monday, September 04, 2006

Rehatzxx Septemberzx

KESULITAN? ATASI SEKARANG JUGA!

(Brian Cavanaugh)

Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang
petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu
besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di
sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak
baik.

Hari ini mata bajaknya pecah kagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua
kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan
untuk melakukan sesuatu pada batu itu.

Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu.
Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar 6
inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu
biasa. Kemudian ia menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia
teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun
oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.

Pepatah mengatakan, semakin jauh kita meletakkan benda dari cahaya,
semakin besar bayangannya di dinding. Kita sering ditakuti oleh bayangan

seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita
mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi
persoalan anda sekarang.

Have a positive day!


Always Changing

(Joseph Walker)

Please excuse me if I'm a little pensive today.

Mark is leaving, and I'm feeling kind of sad.

You probably don't know Mark, but you might be lucky enough to know
someone just like him. He's been the heart and soul of the office for a
couple of years, combining exemplary professional skills with a sweet
nature and gentle disposition. He's never been all that interested in
getting credit for the terrific work he does. He just wants to do his
job, and to do it superbly well.

And now he's moving on to an exciting new professional opportunity. It
sounds like it could be the chance of a lifetime, and we're genuinely,
sincerely pleased for him. But that doesn't make it any easier to say
goodbye to a dear friend and trusted colleague.

Life has a way of throwing these curve balls at us. Just when we start
to get comfortable with a person, a place or a situation, something
comes along to alter the recipe. A terrific neighbor moves away. Someone
in the family graduates. A child finds new love and loyalties through
marriage. The family's principle bread-winner is laid off.

Our ability to cope with change and disruption determines, to a great
degree, our peace, happiness and contentment in life.

But how do we do that? Philosophers have considered the question for
centuries, and their responses have been varied. According to the author
of the Biblical book of Ecclesiastes, comfort can be found in
remembering that "to every thing there is a season, and a time to every
purpose under heaven." Kahlil Gibran urged his listeners to "let today
embrace the past with remembrance, and the future with longing."

A friend of mine who works for the government is fond of reminding his
fellow bureaucrats that "survivability depends upon adaptability." And
then there's Chris, the California surf-rat, who once told me that the
answer to life's problems can be summed up in four words: "Go with the
flow."

"It's like surfing," Chris explained. "You can't organize the ocean.
Waves just happen. You ride 'em where they take you, then you paddle
back out there and catch the next one. Sure, you're always hoping for
the perfect wave where you can get, like, you know, totally tubular. But
mostly you just take 'em the way they come. It's not like you're trying
to nail Jell-O to a tree, you know?"

I'm not exactly sure, but I think Chris was saying that life is a series
of events -- both good and bad. No matter how deft your organizational
skills, there will always be life-influencing factors over which you
have no control. The truly successful person expects the unexpected, and
is prepared to make adjustments should the need arise -- as it almost
always does.

That doesn't mean you don't keep trying to make all your dreams come
true. It just means that when things come up that aren't exactly in your
plan, you work around them -- and then you move on. Of course, some
bumps along the road of life are easier to take than others. A
rained-out picnic, for example, is easier to cope with than the sudden
death of a loved one. But the principle is the same.

"Change, indeed, is painful, yet ever needful," said philosopher Thomas
Carlyle. "And if memory have its force and worth, so also has hope."

We're going to miss Mark, just like you'll miss that graduate, that
neighbor or that newlywed. But rather than dwell on the sadness of our
parting, we'll focus on our hopes for a brighter future -- for him, and
for us. And then we'll go out and do everything we can to make that
future happen.

Until our plans change -- again.

Daily Wisdom Words (46)

Integritas seseorang diukur dengan tingkah lakunya bukan profesinya.
(Junius)

Jangan terlalu mencemaskan kepercayaan diri anda. Cemaskan karakter
anda.
Integritas adalah imbalannya. (Dr. Laura Schlessinger)

Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh
akan
mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)

Kehormatan manusia adalah pengetahuannya. Orang-orang bijak adalah suluh

yang menerangi jalan setapak kebenaran. Di dalam pengetahuan terletak
kesempatan manusia untuk keabadian. Sementara manusia bisa mati,
kebijakan
hidup abadi. (Ali)

Raja mengatur orang. Orang bijak mengatur raja. (Abu al-Aswad)

Kisah Kasih Kadal

Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.

Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. di Jepang biasanya rumah memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu.

Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di
antara ruang kosong itu karena kakinya terjerat pada sebuah paku. Dia
merasa kasihan sekaligus penasaran.

Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu sejak rumah itu pertama kali dibangun 10 tahun lalu. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun???

Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.

Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.

Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya.... Ahhhh!

Orang itu merasa terharu melihat hal tersebut. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.

Sungguh ini sebuah cinta... tentu cinta yang indah. Cinta dapat terjadi
bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.

Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

Sungguh, ini tidak lain merupakan satu bagian (kecil) dari cara Allah
memelihara ciptaan2-Nya. Kepada orang2 yang dikehendaki-Nya, Dia
memperlihatkan keajaiban2 seperti hal diatas agar semakin yakinlah orang2 yang beriman kepada-Nya.

Curhat seorang Opa

SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA2 YANG MASIH MUDA

(True Story By Haryati)

Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.

Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sang sahabat tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.

Lalu sang sahabat mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.

Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.

Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.

Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Apapun keinginan Anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.

Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.

Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.

Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.

Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?

Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.

Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.

Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.

Sejak itu sang sahabat selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.

Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali sang sahabat membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.

Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.

Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?

Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.

Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.


Tiada yang Sempurna

Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orang sahabat yang terpisah
sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.
Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah dulu yang kemudian
berlanjut dengan kehidupan mereka masing-masing saat ini.
"Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?" tanya yang seorang
kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.
"Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna.
Itulah sebabnya sampai saat ini aku masih melajang. Dulu sih di Bandung
aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian
aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku, namun
ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya,
dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ"
"Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanita rupawan nan ramah dan
dermawan. Hatiku bergetar dibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah
wanita ideal bagiku. Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak
tingkah dan tidak bertanggung jawab.
"Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan
kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir. Hingga suatu
hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia
demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor. Aku pikir
inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku."
"Lantas," sergah temannya yang sedari tadi mendengarkan, "Apa yang
terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?"
Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.
Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan ini menjawab,"Baru belakangan
aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna.


Pohon Apel

NICE STORY


Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini
bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin
sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."

Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu
memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya
waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf
aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata
pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat
anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon
apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku," kata
pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup
tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah
kapal untuk pesiar?"

"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah."

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf
anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah
apelmu," jawab anak lelaki itu.

"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon
apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu."Aku
benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.


"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah
sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar
pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari,
marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.


Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.

Kaca Jendela Yang Kotor

Dari ruang kerjanya, di sebuah gedung perkantoran yang megah, seorang
pengusaha menertawakan kaca jendela pesaingnya yang berada di seberang kantornya.

Katanya, "Jendelanya pasti adalah jendela yang paling kotor di kota ini,"
ejeknya pada setiap orang yang datang menemuinya.

Suatu hari seorang bijak mampir ke kantornya. Seperti biasa, pengusaha ini
menunjuk ke seberang kantornya, ke arah kantor pesaingnya, dan berkata,
Lihat betapa kotor jendela pesaingku itu.

Orang bijak ini tersenyum lalu menyarankan pada pengusaha ini untuk
membersihkan kaca jendelanya terlebih dahulu. Pengusaha ini pun memenuhi saran dari si orang bijak.

Sesaat setelah kaca jendelanya dibersihkan ia berkomentar, "Betapa
mengherankan, begitu aku membersihkan kaca jendelaku, pesaingku ternyata juga membersihkan kaca jendelanya. Kaca jendelanya kini tampak bersih."

Sesuatu yang tampak kotor mungkin disebabkan oleh pandangan kita sendiri yang buram.


Masalah Adalah Tantangan

Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.

MASALAH adalah TANTANGAN

Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah dalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.

Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.

Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.

Bunga rampai (hikmah):

Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.

Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya berhenti pada langkah pertama!

Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah msalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.

Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!

Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.

Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan anda.

Seorang bijak berujar. "Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu." Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
Diolah dari Buku Motivasi Net, 2004

Things Don't Change, You Change!

Berani berubah.
Berani keluar dari zona kenyamanan (comfort zone).

Rupanya itulah salah satu resep orang-orang sukses. Bagaimanapun
kondisi mereka, kekurangan mereka, kelemahan mereka, semua itu tidak
menjadi sebuah kendala. Lihatlah Julius Caesar, meski menderita
epilepsy, ia berhasil menjadi seorang jenderal dan kemudian menjadi
kaisar. Lalu juga Napoleon, walau berasal dari keluarga sederhana,
juga berhasil menjadi jenderal. Bethoven bahkan menulis beberapa
lagu terbaiknya justru sesudah telinganya tuli sama sekali. Atau
Charles Dickens yang menjadi novelis Inggris terbesar meski kakinya
pincang dan lahir dari keluarga yang sangat miskin. Atau Milton yang
menggubah sajak-sajaknya yang paling indah bahkan sesudah ia menjadi
buta.

Orang-orang ini sanggup mengubah kekalahan jadi kemenangan,
kekurangan jadi prestasi. Itulah orang-orang yang yakin bahwa
keunggulan, kemenangan, keberhasilan dan kejayaan adalah fungsi
garis lurus dari kemauan dan keberanian untuk berubah. Semua memang
bergantung bagaimana sikap pikiran kita menghadapi gejolak kehidupan.

Apakah benar kita sudah berubah? Apa tanda-tandanya? Jika benar kita
sudah melakukan perubahan, biasanya kita akan mengalami situasi yang
tidak nyaman. Karena setiap perubahan pasti menuntut kita keluar
dari zona kenyamanan (comfort zone). Itulah sebabnya tidak banyak
orang yang benar-benar menyukai perubahan. Sebab untuk berubah ke
arah yang lebih baik, biasanya memang tidak gratis dan memang tidak
nyaman. Ada 'harga' yang harus kita bayar! Entah itu pengendalian
sikap kita, pengorbanan waktu kita, fokus pikiran kita, bahkan
terkadang bisa jadi terimbas juga pada keluarga kita.

Berubah berarti keluar dari kebiasaan-kebiasaan lama, membentuk
kebiasaan-kebiasaan baru. Berhenti bekerja dengan cara-cara lama
(yang biasanya sudah rutinitas), lalu terpaksa belajar lagi untuk
bisa bekerja dengan cara-cara baru (tentu saja ini tidak terlalu
nyaman). Akan tetapi, siapapun yang mau melakukannya, dan bersedia
untuk keluar dari zona kenyamanannya, insyaAllah 99,9% pasti akan
berhasil melaluinya. Sedang mereka yang masih dikuasai bisikan untuk
menentang perubahan, dengan tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan
lama pasti akan tergilas, tertinggal, dan gagal.

Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, lakukanlah dengan cara yang
berbeda. Untuk mengubah nasib ya berubahlah. Kalau kita kita mau
mengubah arah, kita akan berakhir di tempat yang sama.

Memang yang paling sulit adalah mengubah sikap atau attitude kita.
Betapa tidak, selama ini kita sangat suka dan nyaman dengan sikap
itu. Lalu tiba-tiba kita harus mengubah sikap-sikap yang biasanya
kita suka itu menjadi sikap-sikap baru! Kalau selama ini kita
tergolong orang yang senang dilayani, tentu tidak mudah untuk segera
berubah menjadi manusia baru: suka melayani. Kalau kita terbiasa
tidur sampai matahari terbit, tentu tidak mudah untuk bangun shalat
malam. Kalau biasanya kita begitu mudah tersinggung bahkan naik
pitam, tentu sedikit lebih sulit untuk menjadi lebih sabar. Kalau
kita takut melakukan sesuatu yang baru, tentu sulit untuk segera
memulainya, sehingga selalu saja ada ribuan alasan untuk terus
menundanya.

Berubahlah. Tinggalkan zona kenyamanan. Memang akan ada tekanan dari
berbagai arah. Ada banyak pergolakan batin. Ada banyak keluhan atas
berbagai kesulitan. Akan banyak gejolak emosi yang menghimpit. Tapi
itu adalah sebuah keniscayaan. Suatu jalan yang mau tidak mau
terpaksa harus kita tempuh. Itulah sebuah pertanda jalan yang kita
tempuh memang benar. Tidak mudah memang. Tetapi teruslah berjalan....

oleh : Nilnaiqbal - www.editorku.com


Membangun Personal Branding Online

Berhentilah sebentar dari aktivitas anda membaca artikel ini. Bukalah google.com, dan tulislah nama anda lengkap, dalam tanda petik. Misalnya "Dini Hari Bintang Gemilang". Dengan tanda petik, berarti hanya halaman web yang memuat frasa lengkap persis seperti itu yang akan ditampilkan. Kalau tanpa tanda petik, yang akan muncul adalah setiap halaman web yang memuat keempat kata tadi.

Sudah? Berapa record yang anda dapatkan? Di atas 1000? Di atas 500? Di atas 100? Sekitar 25? Atau tidak ada sama sekali? Halaman mana saja yang memuat nama anda? Saat ini internet praktis sudah menjadi hampir segalanya bagi masyarakat dunia. Internet sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia modern. Dengan internet, orang bisa terhubung dengan ribuan, atau bahkan jutaan orang di berbagai belahan dunia tanpa hambatan yang berarti. Jadi, internet telah menjadi media informasi yang amat sangat unggul, kalau kita tak mau memakai istilah "tanpa batas".

Dalam diskusi kita mengenai personal brand, kita sudah berbicara bahwa personal brand adalah soal komunikasi. Kalau pun anda orang dengan keahlian sekelas "guru", tapi kalau keahlian itu tidak terkomunikasikan dengan baik, apa artinya? Jumlah nama anda di halaman web adalah salah satu alat ukur yang cukup akurat mengenai sejauh mana nama anda terkomunikasikan di dunia maya.

Mungkin anda bertanya: siapa saja yang menuliskan nama anda di jagad maya itu? Pertanyaan bagus, karena jawaban atas pertanyaan itu justru akan menggarisbawahi jalur-jalur komunikasi atas nama anda. Mari kita lihat. Nama seseorang akan "nyantol" di halaman web dengan beberapa cara. Pertama, bisa jadi nama seseorang nyantol di web karena yang bersangkutan aktif di mailing list, dan kemudian tulisan di mailing list itu terdokumentasikan di halaman web. Semakin banyak tulisan di milis yang terdokumentasikan di halaman web, semakim banyak record seseorang di google.com atau search engine yang lain.

Kedua, masih mirip dengan yang pertama, mungkin anda menulis di media internet, dan anda menulis nama jelas anda. Jelas, ini akan menambah record anda di mesin pencari. Ketiga, mungkin saja anda menulis di media cetak, kemudian ada orang yang tertarik dengan tulisan anda, lantas memajang tulisan anda di situs web mereka. Ada beberapa tulisan offline saya yang dipajang apa adanya di internet. Keempat, bisa jadi anda ahli di bidang tertentu, kemudian ada orang yang menulis tentang anda di internet.

Bagaimanapun cara nama anda terpajang di internet, sadar atau tidak, hal itu akan menentukan persepsi publik terhadap siapa diri anda. Sebab, sekali lagi jaman ini adalah jaman internet, yang serba terbuka. Kalau anda mengajukan sebuah proposal karya arsitektur (kalau anda seorang arsitek), atau proposal solusi keuangan (kalau anda seorang financial planner) atau mengajukan proposal solusi marketing (kalau anda seorang konsultan pemasaran), jangan kaget kalau calon client anda besok menelepon anda dan langsung mengajak anda menandatangani kontrak. Tetapi juga jangan kaget kalau yang terjadi sebaliknya. Mengapa, karena mereka melacak anda di Internet dan menemukan bahwa anda adalah seorang pakar di bidang anda. Atau sebaliknya, anda terlalu banyak dicemooh di internet. Atau, tak ada satu record pun mengenai nama anda di internet.

Saya masih ingin menulis tulisan lain mengenai personal branding online. Tetapi sebelum masuk ke sana, saya ingin mengingatkan anda, watch your offline personal brand. Sebab, dunia internet bisa sangat kejam terhadap seseorang. Anda mungkin tahu, ada seorang yang oleh media cetak disebut-sebut sebagai pakar teknologi informasi, dihajar habis di internet melalui milis dan blog. Bahkan ada orang yang dengan sengaja membuat satu situs web, berformat blog, dengan nama xyxwatch.com (xyz adalah nama orang itu). Seorang pengusaha berbasis internet asal Bandung juga jadi bulan-bulanan di internet karena bisnisnya dinilai tidak etis.

Saya tidak ingin ikut latah membuat penilaian atas kedua orang itu. Yang ingin saya sampaikan dalam obrolan kita ini adalah bahwa siapa anda di dunia nyata, bisa terekspos secara berlebihan di internet. Termasuk sisi baik diri anda di dunia nyata. So, bukankah ini peluang untuk kita?

Bagaimana cara menambah hasil pencarian atas nama anda di Internet [melalui google misalnya]? Dalam tulisan terdahulu saya mengemukakan cara-cara yang bersifat pasif. Anda seorang ahli, kemudian anda dikutip oleh media online, atau dikutip oleh media offline dan kemudian dionlinekan, atau tulisan anda di media cetak di-online-kan entah oleh siapa. Itulah sebabnya saya menyebut langkah ini sebagai cara pasif.

Maka pertanyaannya, mengapa anda tidak mulai melakukan langkah yang lebih aktif dengan cara menempatkan nama anda di internet sendiri? Ingat, sikap aktif anda akan sangat penting karena di sana anda mempunyai peluang yang lebih besar untuk mengendalikan personal brand anda. Melalui cara ini anda berkesempatan untuk menceritakan sisi sisi tertentu saja dari hidup anda. Sisi-sisi hidup lain yang menurut anda tidak perlu diketahui publik tidak perlu disajikan di sana. Kontrol seperti ini tidak bisa dilakukan dengan metode pasif. Dalam metode pasif citra anda ditentukan oleh wartawan atau oleh siapapun yang mengapresiasi (atau membenci dan memarahi) anda.

Salah satu usaha untuk melakukan personal branding secara online adalah dengan membangun personal website. Melalui situs personal itu, anda bisa bercerita kepada pembaca mengenai siapa sejatinya diri anda. Sekali lagi, isi dari situ situ sepenuhnya berada dalam kendali anda. Kalau seorang wartawan hanya menulis isi presentasi anda di satu seminar, anda bisa menambahkan bahwa anda memang ahli dalam bidang yang anda sajikan. Lebih dari itu, anda bisa menyajikan portofolio atas keahlian itu. Kalau anda seorang dokter jantung yang hebat, mengapa tidak menceritakan kasus-kasus yang berhasil anda tangani? Kalau anda seorang pelukis, mengapa tidak anda foto lukisan anda, kemudian anda pajang foto itu di situs personal anda? Kalau anda seorang arsitek, mengapa tidak anda pajang karya-karya anda di sana? Dengan langkah-langkah tersebut di atas, anda bisa meyakinkan pengunjung situs anda, bahwa anda memang seorang pakar pada bidang tertentu.

Harus diakui bahwa di Indonesia situs personal memang belum begitu banyak dibangun. Tetapi di dunia internasional kita bisa dengan mudah menemukannya. Sebut saja beberapa situs yang entah berapa kali saya kunjungi seperti www.michelledunn.com (Michelle Dunn, self publisher), www.petermontoya.com (Peter Montoya, pakar personal branding), dan jutaan yang lain.

Praktis kini tidak ada masalah yang berarti untuk bisa membuat situs personal. Sebuah nama domain kini bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp100.000 per tahun, sedangkan sewa server sebesar 25 megabyte cukup dengan uang Rp120.000 per tahun. Proses editingnya juga sederhana, misalnya menggunakan Microsoft Publisher, Microsoft Frontpage (keduanya mirip MS Word), Dreamweaver dll.

Kini, sebagai kelanjutan dari situs web pribadi, kita juga mengenal yang disebut web-log. Pada dasarnya weblog adalah situs personal, tetapi mempunyai ciri lebih. Ciri lebih dari weblog adalah jaringan-jaringan yang [mungkin] dibentuknya. Kalau personal web umumnya berciri statis, weblog umumnya lebih dinamis. Personal web umumnya dibangun sekali jadi, dan sesekali saja diperbarui (update). Tetapi tidak demikian dengan weblog. Orang biasanya mengupdate weblognya secara berkala, bahkan ada yang harian, malah ada yang lebih dari sekali dalam sehari.

Update pada weblog bisa bermacam macam, mulai dari pendapat pribadi, kesan-kesan pribadi, sekadar catatan harian, komentar atas tulisan orang lain, atau apapun juga, karena yang membatasi praktis hanya kreativitas yang bersangkutan. Semakin kreatif seseorang, semakin tak terbatas isi yang bisa dituangkan dalam weblog.

Yang menarik adalah bahwa weblog mempunyai jaringan ke belakang maupun ke depan. Yang saya maksud dengan jaringan ke belakang adalah bahwa seorang penulis blog bisa merujuk pada apapun yang sudah lebih dulu ada di internet. Membaca tulisan ini, anda bisa menjadikannya rujukan pada weblog anda dengan cara membuat link dari halaman web anda ke halaman artikel ini. Anda juga bisa merujuk tulisan orang lain di media lain, atau situs lain, atau perpustakaan lain. Dengan demikian pengunjung web anda akan dituntun menuju berbagai sumberdaya internet yang tak terbatas. Maka jangan heran kalau weblog anda kemudian praktis menjadi portal pribadi. Kalau weblog anda mengkhususkan diri mengenai autis misalnya, orang akan cukup masuk ke weblog anda, dan dari sana bisa lari ke berbagai penjuru dunia autis.

Yang saya maksud dengan jaringan ke depan adalah bahwa orang lain juga bisa melakukan hal yang sama atas weblog anda. Saya, misalnya, bisa membangun link di halaman weblog saya ke halaman tertentu dalam weblog anda, atau ke dalam keseluruhan weblog anda. Bahkan, kalau anda mau, anda bisa membuat ruang interaksi dengan pembaca anda. Misalnya, di bawah tulisan anda, orang bisa memberi komentar apapun. Dan, inilah enaknya, anda tetap punya wewenang untuk mengedit komentar-komentar itu. Kalau menurut anda komentar A tidak produktif untuk personal brand anda, anda bisa menghapusnya begitu saja.

Bagaimana membuatnya? Gampang. Ada begitu banyak software gratis yang bisa dipakai seperti di www.blogger.com. Kemudian anda bisa menempatkan hasil editan weblog anda di web personal anda atau di server gratis seperti www.blogspot.com misalnya. Atau di blognya www.friendster.com.

Lantas anda bertanya, tetapi bagaimana caranya agar orang lain mengenal situs personal maupun weblog anda? Tidak terlalu bermasalah. Kalau anda membaca tulisan saya sebelumnya tentang milis, anda pasti akan berteriak "aha". Cara yang paling sederhana adalah dengan menuliskan alamat situs web personal anda di akhir email anda, entah yang dikirim untuk pribadi-pribadi tertentu maupun dikirim (terutama) melalui milis.

Yakinlah, situs personal dan weblog akan sangat berguna bagi anda untuk membangun dan mengendalikan personal brand anda. Mungin ini bukan bukti, tetapi saya mengenal cukup banyak orang hanya karena situs personalnya. Ada yang kemudian kenal secara pribadi, ada yang sekadar saya tahu betapa orang ini memang hebat.

(Oleh: Her Suharyanto)

* Her Suharyanto adalah penulis independen, kini sedang menangani penulisan buku sejarah sebuah institusi.

Apakah Anda Pemimpin Yang Hebat?

Sebagian kita adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Jika anda punya satu orang anggota saja, maka anda adalah seorang pemimpin.

Dalam bukunya yang amat terkenal, Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda, John C. Maxwell berkata, "Mengubah pemimpin berarti mengubah organisasi. Menumbuhkan pemimpin, menumbuhkan organisasi."

Artinya? Perusahaan atau organisasi tidak akan berubah dan tidak akan berjalan ke arah yang dicita-citakan, apabila para pemimpinnya sendiri, di bagian apapun, tidak berubah dan tidak tumbuh. Sebuah organisasi tidak bisa tumbuh di luar sampai para pemimpinnya sendiri tumbuh di dalam.

Jika seluruh unit kepemimpinan berubah secara positif, maka pertumbuhan organisasi atau perusahaan akan terjadi secara otomatis. Pemimpin yang lemah sama dengan organisasi yang lemah. Pemimpin yang kuat sama dengan organisasi yang kuat. Segala-galanya akan naik atau turun, sesuai dengan kekuatan kepemimpinan.

Kita mungkin juga bisa sepakat bahwa perbedaan antara perusahaan yang baik dengan perusahaan yang hebat juga adalah kepemimpinan. Apakah Anda bersedia jadi pemimpin yang hebat?

Syaratnya, mau berubah ! Apa ada pemimpin yang menolak perubahan? Banyak.! Perlawanan terhadap perubahan adalah sesuatu yang universal sifatnya, menyerang semua kelas dan budaya. Sekalipun sudah ditunjukkan berbagai fakta kebenaran dan bukti nyata, tetap saja banyak pemimpin yang tidak mau mengubah sikap dan pikirannya.

Maxwell mengambil sebuah kisah yang amat menarik tentang Henry Ford yang gagal memimpin dunia otomotif lantaran ia tidak mau berubah, seperti yang dilukiskan dalam biografi Robert Lacy yang laris, Ford: The Man and the Machine. Lacy mengatakan Ford adalah orang yang begitu mencintai mobil model T yang diciptakannya sehingga ia tidak mau mengubah satu baut pun pada mobil itu. Dia bahkan mendepak William Knudsen, karena Knudsen berpikir dia melihat kemerosotan Model T.

Itu terjadi tahun 1912, ketika Model T baru berumur empat tahun dan sedang berada di puncak popularitasnya. Saat itu Ford baru saja kembali dari perjalanan pesiar di Eropa, dan dia pergi ke garasi Highland Park, Michigan, dan melihat rancangan baru yang diciptakan Knudsen.

Para montir yang ada disana mencatat bagaimana Ford sesaat menjadi mata gelap. Dia memandangi kilatan cat merah pada versi Model T yang rendah yang dianggapnya sebagai versi yang buruk dari rancangan Model T yang disayanginya. "Ford memasukkan tangan ke dalam sakunya, dan dia berjalan mengelilingi mobil tiga atau empat kali," kata para saksi mata menceritakan. "Itu adalah mobil empat pintu, dan atapnya diturunkan. Akhirnya, dia pergi ke sisi kiri mobil, dan dia mengeluarkan tangannya, memegang pintu, dan gubrak! Dia merenggutkan pintu sampai copot! . Bagaimana orang itu melakukannya, saya tidak tahu! Dia melompat masuk, dan gubrak! Copot pula pintu lainnya. Hancurlah kaca depan. Dia melompat ke jok belakang dan mulai memukuli atap. Dia merobek atap dengan tumit sepatunya. Dia menghancurkan mobil sebisa-bisanya."

Knudsen keluar dan pergi ke General Motors. Henry Ford terus memelihara Model T. Tetapi perubahan desain dalam model pesaing membuatnya menjadi lebih kuno daripada yang diakuinya. Kendati General Motor mengancam akan mendahului Ford, sang pencipta tetap menginginkan kehidupan membeku di tempatnya.

Contoh berikut pun cukup menarik. Selama berabad-abad orang percaya bahwa Aristoteles benar, dengan teorinya: bahwa semakin berat suatu benda, semakin cepat benda itu jatuh ke tanah. Pada waktu itu Aristoteles dipandang sebagai pemikir terbesar sepanjang zaman dan karena itu tentu saja dia tidak mungkin salah. Padahal yang diperlukan hanyalah seorang yang berani untuk mengambil dua buah benda, yang satu berat dan lainnya ringan, lalu menjatuhkannya dari ketinggian yang cukup untuk melihat apakah benda yang berat memang jatuh lebih dahulu atau tidak. Tetapi saat itu tidak ada orang yang tampil ke depan sampai hampir 2000 tahun setelah kematiannya.

Pada tahun 1589, Galileo memanggil para professor yang terpelajar ke landasan Menara Miring Pisa. Kemudian dia naik ke puncak dan mendorong jatuh dua buah beban, yang satu seberat sepuluh pon dan yang lainnya satu pon. Hasilnya, keduanya ternyata mendarat pada saat yang sama!

Apa kata para professor? Karena mereka tetap yakin dengan kekuatan kebijaksanaan konvensional yang demikian kokoh bersemayam dalam diri mereka, para professor itu tetap menyangkal apa yang mereka lihat. Mereka tetap mengatakan bahwa Aristoteles benar, lalu lemparkan Galileo ke penjara dan melewatkan sisa hidupnya dalam tahanan rumah.

Pertanyaannya, masih adakah sesuatu yang begitu kuat anda yakini sehingga sekalipun sudah berulang kali diperlihatkan fakta-fakta betapa pentingnya kita segera berubah, tetap saja Anda tidak mau berubah?

Karena itulah, Howard Hendrick, dalam Teaching to Change Lives mengingatkan: Kalau Anda ingin terus memimpin, maka Anda harus berubah. Begitu para pemimpin secara pribadi mau berubah dan mulai melakukannya, maka segala sesuatu yang berada dalam tanggungjawabnya pasti segera berubah. Para pemimpin adalah motor perubahan, dan karena itu ia harus berada di depan untuk menggerakkan perubahan dan mendorong pertumbuhan serta menunjukkan jalan untuk mencapainya.

Tapi terkadang ada pula sebagian pemimpin kita yang mungkin berperilaku seperti Lucy dalam kartun "Peanuts". Sambil menyandar ke pagar ia berkata pada Charlie Brown, "Saya ingin mengubah dunia." Charlie bertanya, "Darimana kamu akan memulai?" Lucy menjawab, "Saya akan mulai dengan kamu!"

Para pemimpin yang ada di seluruh bagian perusahaan dimanapun ia berada, harus mampu menjadi motor perubahan. "Mereka harus lebih menjadi termostat daripada termometer," kata Maxwell, dalam bukunya Mengembangkan Kepemimpinan Di Sekeliling Anda.

Apa bedanya? Kedua alat ini memang sama-sama bisa mengukur panas, tapi ada bedanya. Termometer bersifat pasif. Ia hanya mencatat suhu lingkungan tetapi tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah lingkungan. Termostat adalah alat yang aktif. Alat ini menentukan akan menjadi apa sebuah lingkungan. Termostat mempengaruhi perubahan supaya bisa menciptakan iklim. Pemimpin yang baik, mampu menjadi motor perubahan yang menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan cita-cita perusahaan.

Perubahan Apa?
John C. Maxwell dalam buku "The Winning Attitude" menggambarkan, "orang berubah ketika mereka cukup sakit sehingga harus berubah; cukup belajar sehingga ingin berubah; cukup menerima sehingga mereka bisa berubah." Karena itu para pemimpin perlu mengenali siapa-siapa saja orang-orangnya yang berada dalam salah satu dari tiga tahap ini. Sedangkan para pemimpin puncak akan menciptakan suasana yang menyebabkan salah satu dari tiga hal ini terjadi.

Apa yang pertama dan utama sekali perlu diubah oleh para pemimpin, sehingga ia mampu menciptakan suasana yang akan mendorong orang lain ikut berubah?

Maxwell, mengajarkan:
Pertama, pemimpin harus mengembangkan kepercayaan dengan orang lain. Kalau anggota tim percaya kepada pemimpin, itu sudah lumayan hebat. Akan tetapi jauh lebih hebat lagi jika justru pemimpin yang percaya kepada para anggotanya. Bila ini benar-benar terjadi, kepercayaan adalah hasilnya, maka semua pun akan mengikuti. Abraham Lincoln berkata, "Kalau Anda ingin merebut hati seseorang agar mendukung perjuangan anda, mula-mula yakinkan dia bahwa anda sahabatnya yang sejati. Lalu selidikilah apa yang ingin dicapainya." Ujian praktis bagi seorang pemimpin adalah pertanyaan, "Bagaimana hubungan Anda dengan para pengikut Anda?" Kalau hubungannya positif, maka pemimpin itu telah siap untuk mengambil langkah-langkah berikutnya.

Kedua, pemimpin harus membuat perubahan pribadi pada dirinya sendiri, sebelum meminta orang lain berubah. Para pemimpin sukses bukan hanya mengatakan apa yang harus dilakukan, mereka memperlihatkannya! Orang meniru apa yang mereka lihat dari sang pemimpin. Apa yang dihargainya akan dihargai pula oleh anak buahnya. Tujuan pemimpin menjadi tujuan mereka. Lee Iacocca berkata, "Kecepatan bos adalah kecepatan tim." Kita perlu ingat bahwa kalau orang mengikuti kita, mereka hanya bisa pergi sejauh kita pergi. Kalau pertumbuhan kita berhenti, kemampuan kita untuk memimpin pun akan berhenti. Karena itu mulailah belajar dan tumbuh sejak hari ini, maka lihatlah mereka yang ada di sekeliling anda, mereka pun ternyata tumbuh dan berubah. Ambil contoh saja, mulailah menghilangkan sikap takut mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar oleh atasan anda. Sebagai pemimpin anda harus melaporkan dan menyampaikan apa yang perlu anda laporkan, bukan apa yang sebaiknya dilaporkan. Lalu rangsanglah anggota organisasi anda untuk berani pula menyampaikan apa yang perlu anda dengar, bukan apa yang ingin anda dengar.

Ketiga, perlihatkan kepada tim anda bagaimana perubahan itu sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sebab perubahan yang sedang kita lakukan saat ini adalah jalan terbaik bagi seluruh pihak,demi masa depan semua orang, bukan bagi anda sebagai pimpinannya. Kepentingan orang banyak itulah yang harus didahulukan.

Keempat, beri mereka andil kepemilikan atas perubahan itu. Kalau orang kurang ikut memiliki suatu gagasan, mereka biasanya menentangnya, bahkan seandainya pun gagasan itu sebetulnya untuk kepentingan mereka yang terbaik! Pemimpin yang bijaksana memungkinkan pengikut bisa memberikan masukan dan menjadi bagian dari proses perubahan. Tanpa rasa memiliki ini, perubahan hanya akan berjangka pendek. Mengubah kebiasaan dan cara berpikir orang banyak seperti menulis perintah di atas salju dalam badai. Setiap duapuluh menit perintah harus ditulis kembali, kecuali kalau kepemilikan diberikan bersama dengan perintah.

Karena itu, kata Trusell dalam Helping Employees Cope with Change: A Manager's GuideBook, "Tunjukkan kepada orang lain bagaimana perubahan akan menguntungkan mereka. Mintalah mereka untuk berperan serta dalam semua tahap proses perubahan. Bersikaplah lentur, terbuka dan bisa menyesuaikan diri sepanjang proses perubahan. Akuilah kesalahan dan buatlah perubahan kalau sesuai dengan keadaan. Doronglah setiap anggota tim untuk membicarakan perubahan. Mintalah pertanyaan, komentar dan umpan balik mereka. Tunjukkan keyakinan anda atas kemampuan mereka untuk melaksanakan perubahan. Akhirnya jangan lupa berilah selalu antusiasme, bantuan, penghargaan, dan pengakuan kepada mereka yang melaksanakan perubahan.

Tuesday, August 29, 2006

Pengenalan Indikator Fundamental

Saya memperkenalkan beberapa Indikator Fundamental yang memberikan pengaruh yang signifikan dalam pergerakan mata uang dalam Investasi Forex.

Retail Sales
Data ini menghitung total penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari penjualan bulan sebelumnya.
Retail Sales Turun - Dollar Menguat.


Productivity
Mengukur perubahan dalam jumlah barang dan jasa yang diproduksi per unit. Menggabungkan input buruh dan modal. Harga unit dari komponen buruh adalah indikator yang berguna untuk mengukur tekanan terhadap upah. Pentingnya produktivitas telah berkembang beberapa tahun terakhir sejak Federal Reserve telah mulai memberi perhatian pada perkembangan trend dan tingkat inflasi.
Productivity Naik - Dollar Menguat.


Gross Domestic Product (GDP)
Mengukur nilai market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi, pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor.
Dirilis per kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2) preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir. Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.
GDP Naik - Dollar Menguat.


Consumer Price Index (CPI)
Adalah data yang mengukur rata-rata perubahan harga yang dibayarkan oleh konsumen (dalam rata-rata) untuk sekelompok barang dan jasa tertentu. CPI merupakan indikator inflasi yang paling umum digunakan dan dianggap juga sebagai indikator keefektifan kebijakan pemerintah. Naiknya CPI mengindikasikan naiknya tingkat inflasi yang akan menyebabkan turunnya harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Tidak seperti indikator inflasi lainnya, yang hanya mencakup barang-barang produksi lokal, CPI juga mencakup barang-barang impor. Kelemahannya ada pada kecilnya jumlah sampel yang diambil. Para analis biasanya lebih fokus pada Core (Inti) CPI, varian dari CPI yang tidak mencakup komponen-komponen yang perubahan harganya paling tidak stabil. Core CPI dinilai lebih akurat dalam mengukur tingkat inflasi.
Consumer Price Index Turun - Dollar Menguat.


Average Hourly Earnings
Tingkat pertumbuhan antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah, sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.
Avarage Haourly Earning Naik - Dollar Menguat.


Non-Farm Payrolls (Great News Effect more than 100 pips in few minutes)
Jumlah tenaga kerja baru dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun publik.
Non-Farm Payrolls Naik - Dollar Menguat.


Leading Indicator
Adalah gabungan dari beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.
Leading Indicator Naik - Dollar Menguat.


Industrial Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Industial Production Naik - Dollar Menguat.


Unemployment Rate
Adalah persentase dari mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan pekerjaan. Meski merupakan data yang sangat umum dikenal (karena simple dan ada implikasinya dengan politik), Unemployment Rate relatif kurang penting bagi market karena dianggap kurang akurat (seringkali terlambat dalam memberikan sinyal perubahan tren perekonomian).
Unemployment Turun - Dollar Menguat.


Institute for Supply Management (ISM) Index
Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002.
Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain.
Survei ini dikenal dengan keakuratan timeliness (jangka waktu) nya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan kekuatan demand (permintaan).
Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve.
Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.
ISM Naik - Dollar Menguat.


Weekly Initial Jobless Claims
Adalah rata-rata per minggu jumlah klaim baru untuk mendapatkan tunjangan pengangguran. Data ini menyediakan laporan yang up-to-date, meski juga seringkali keliru, tentang tren perekonomian, dengan peningkatan (penurunan) pada data ini berpotensi mengindikasikan terjadinya pelambatan (percepatan) tingkat pertumbuhan tenaga kerja.
Karena dirilis mingguan, data ini bisa menjadi sangat sensitif dan fluktuatif. Para analis lebih memilih rata-rata pergerakan per 4 minggu dari data ini untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Jobless Claims Naik - Dollar Menguat.

Factory Orders
Adalah data yang menghitung nilai (dalam dollar) pesanan (order) baru barang-barang tahan lama (durable) dan tak tahan lama (non-durable). Data ini memberikan laporan yang lebih lengkap daripada data Durable Goods Orders yang dirilis satu atau dua minggu lebih awal.
Data pesanan barang ini memberikan gambaran mengenai akan seberapa sibukkah sektor industri dalam beberapa bulan ke depan untuk memenuhi pesanan tersebut. Sehingga otomatis angka data yang lebih besar berarti semakin tingginya tingkat permintaan pasar.
Pengaruh, Factory Order naik - Dollar Menguat.

Industrial Production & Manufacturing Production
Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
Pengaruh, Industrial Production Naik - Dollar Menguat.

Purchasing Managers’ Index (PMI)
PMI merupakan indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur: Order, Tingkat Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50 berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi. Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan inflasi dan aktivitas perindustrian.
Pengaruh terhadap dollar, PMI Naik - Dollar Menguat.

Friday, August 25, 2006

Rehattzs Yuk !!

Kiat Bersaing Ketika Masuk Usia Pensiun
Selasa, 30 Jan 2001 13:48 WIB

Menjadi tua atau lanjut usia adalah proses alami manusia. Siapapun, bayi, anak, remaja, dan dewasa, kalau tiba saatnya akan menjadi manula alias manusia lanjut usia. Ukuran ‘tua’ bagi setiap orang memang cukup relatif. Ada yang sudah merasa tua di umur 30 tahun, sebaliknya ada yang merasa masih muda di usia 60 tahun. Tapi apapun kondisinya secara objektif manusia dikatakan berusia tua jika sudah mencapai usia 60 tahun ke atas. Di usia ini umumnya manusia sudah jauh berkurang kegiatannya. Rata-rata di usia ini pria maupun wanita yang tadinya bekerja, telah pensiun dari aktivitas kerjanya.

Banyak yang memanfaatkan masa pensiun sebagai waktu beristirahat setelah bertahun-tahun bekerja keras. Makanya banyak yang bilang, masa pensiun adalah masa 'menikmati’ hidup. Tetapi banyak juga mereka yang merasa tak berarti lagi di masa pensiun. Oleh sebagian orang, masa pensiun dianggap sebagai masa berkabung, setelah tahun-tahun sebelumnya hidupnya diwarnai oleh kesibukan. Padahal dalam hidup ini, secara teoritis tidak akan pernah ada satu hal pun yang sia-sia. Karena Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia bukan..? Tahukah anda bahwa masing-masing fase usia justru memiliki keunggulan masing-masing yang menjadi dasar bagi semua aktifitas dan kegiatan yang akan dilakukan..?

Kalau keunggulan di usia muda pasti sudah tau dong. Di antaranya, usia muda adalah usia yang penuh produktifitas dan gairah. Di usia ini, anda masih memiliki ide-ide cemerlang dan briliant. Terus kalau usia tua, apa dong keunggulannya? Nah, di bawah ini adalah keunggulan generasi lanjut usia pasca pensiun:

* Pengalaman
Keunggulan usia lanjut yang paling dominan dibanding usia lainnya adalah pengalaman. Usia yang telah ‘banyak’ sangat memungkinkan seseorang ‘kaya pengalaman’. Baik itu pengalaman lahir maupun batin. Dan tentu saja pengalaman merupakan sisi yang paling berharga bagi kehidupan manusia. Bahkan banyak yang menganggap bahwa ‘pengalaman adalah guru yang paling baik’. Secara pribadi, pengalaman dapat dijadikan modal dasar bagi orangtua dalam melakukan tindakan apapun. Pengalaman yang anda miliki dapat dijadikan modal untuk memutuskan aktivitas apa yang paling tepat bagi anda. Banyak profesi yang cocok untuk ditekuni di masa pensiun. Misalnya jika anda berpengalaman sebagai tenaga keuangan di sebuah perusahaan besar, anda dapat menjadi konsultan layanan keuangan.

* Wawasan
Wawasan yang dimiliki oleh orang lanjut usia umumnya lebih luas dibanding usia muda. Karena merambatnya usia mau tidak mau juga menambah wawasan seseorang. Dengan wawasan yang luas ini, anda dapat memandang sebuah konsep dan pekerjaan dari sisi yang luas dan saling terkait. Makanya, tak jarang jika para pengusaha muda lebih senang berkonsultasi dengan orang yang sudah tidak muda lagi, untuk menambah wawasannya dalam mengembangkan usaha. Keterbukaan para orangtua dan wawasan yang beragam membuat anak-anak muda menemukan jawaban dan solusi atas segala permasalahannya.

* Kesabaran
Sikap sabar merupakan keunggulan orangtua yang juga menguntungkan. Kesabaran ini juga berkaitan dengan pengendalian emosi yang terus meningkat seiring bertambahnya umur. Kesabaran ini merupakan kunci emas dari sikap usaha yang dapat menjadi jaminan keberhasilan. Karena sikap sabar yang terkendali memungkinkan anda yang berusia lanjut, memulai usaha dengan langkah manajemen yang lebih cermat.

* Kolegalitas
Kalau diperhitungkan secara rasional, seseorang yang berusia lanjut telah banyak mengenal orang lain selama hidupnya. Ini memungkinkan anda yang berusia lanjut, lebih banyak koneksi atau kolega daripada anak muda. Hal ini bisa menjadi sisi positif bagi anda yang ingin memulai usaha. Dengan meminta bantuan atau saran dari kolega yang berpengalaman bisnis, anda bisa menjalankan suatu bisnis, meskipun kecil-kecilan.

* Wibawa
Seseorang yang kepalanya mulai ditumbuhi rambut putih dan kerutan yang terlukis di wajah, kadang justru membuat penampilan seseorang tampak lebih matang dan berwibawa. Kondisi ini akan memudahkan anda merangkul dan memimpin anak-anak muda jika anda ingin menjalankan suatu usaha di masa pensiun. Kolaborasi antara anak muda dan orangtua seringkali berhasil dengan sukses jika dilakoni dengan saling toleransi dan bahu membahu.

Nah beberapa keunggulan tadi bisa menjadi modal bagi anda untuk memulai langkah baru di masa pensiun. Anda bisa menjalani aktifitas usaha yang anda sukai yang sesuai dengan pengalaman dan usia anda. Jadi anda yang telah pensiun, nggak perlu ‘minder’, karena anda masih memiliki keunggulan dan sisi positif untuk melanjutkan aktivitas.


Kiat Agar Jumpa Pers Sukses
Senin, 29 Jan 2001 11:22 WIB

Dalam rangka mempublikasikan atau menginformasikan kegiatannya pada masyarakat luas, sebuah lembaga seperti perusahaan membutuhkan bantuan media massa. Untuk itu perusahaan perlu mengadakan ‘Konferensi Pers’ atau ‘Jumpa Pers’ dengan mengundang sejumlah wartawan. Kegiatan ini sekaligus berfungsi sebagai ajang meningkatkan ‘citra positif’ suatu perusahaan.

Umumnya perusahaan yang melakukan kegiatan ini telah memahami praktek kehumasan profesional. Karena itu, umumnya kegiatan ini ditangani oleh Humas perusahaan yang bersangkutan. Konferensi pers perlu direncanakan dengan sebaik-baiknya, mulai dari pemilihan waktu, tempat dan wartawan yang diundang. Jika tidak terencana dengan matang, bisa-bisa jumpa pers tidak sesuai harapan alias gagal. Nah berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan oleh penyelenggara konferensi pers, agar berlangsung sebagaimana mestinya:

* Susunlah jadwal acara yang terencana dan pasti. Pikirkan dengan matang, siapa yang akan tampil sebagai pembicara atau narasumber. Hadirkan pembicara yang memiliki ‘kredibilitas’ agar jumpa pers lebih berbobot. Perhitungkan juga jumlah wartawan yang akan diundang dan media mana saja yang akan dipilih.

* Kirimkan undangan jumpa pers pada wartawan secepatnya sebelum acara diselenggarakan. Kirim lewat faks atau email. Setelah mengirim undangan, konfirmasikan lewat telepon untuk memastikan bahwa undangan telah terkirim. Jangan mengundang wartawan secara mendadak. Karena wartawan biasanya sudah memiliki jadwal acara lain. Kecuali untuk kasus-kasus yang sangat mendesak.

* Selenggarakan jumpa pers di lokasi yang strategis dan terjangkau. Hindari jumpa pers di lokasi yang jauh, karena wartawan umumnya memiliki jadwal acara yang mengharuskan ia berada di dekat kota. Acara jumpa pers bisa diselenggarakan di hotel atau tempat-tempat pertemuan lainnya. Kalau ingin lebih santai, jumpa pers bisa diselenggarakan di rumah makan atau tempat yang cukup rileks lainnya di lokasi yang terjangkau.

* Berusahalah untuk on-time, jangan mengulur-ulur waktu acara. Jika sudah ‘jam’ nya acara sebaiknya segera dimulai. Hal ini juga untuk menghargai waktu wartawan yang umumnya sempit. Jangan menunda acara karena menunggu wartawan lain yang belum datang, karena akan mengesankan ‘mengistimewakan’ media tertentu.

* Sebaiknya selenggarakan jumpa pers di pagi hari. Karena kebanyakan wartawan masih bersemangat jika pagi hari. Kalau siang dan malam hari, wartawan sudah terlalu lelah mengerjakan tugas-tugas kewartawanan. Hindari mengadakan jumpa pers di hari libur.

* Persiapkan bahan atau data-data tertulis yang akurat, sebagai pelengkap laporan wartawan. Data tersebut bisa berbentuk press release, brosur, ataupun makalah. Tulislah siaran pers dengan ringkas dan padat. Jika diperlukan sertakan pula ilustrasi foto, gambar tabel atau grafik. Masukkan bahan-bahan tulisan tersebut dalam suatu map. Jika ingin memberikan cindera mata atau ‘uang transport’, masukkan dalam amplop kemudian masukkan ke dalam map tadi.

* Jangan mengusir wartawan yang tidak diundang, karena wartawan tidak akan datang jika tidak membutuhkan informasi itu.

* Hindari jumpa pers satu arah, berikan kesempatan pada wartawan untuk bertanya dan berbicara. Tidak perlu gusar seandainya ada wartawan yang mengajukan pertanyaan di luar materi yang disiarkan.

* Jangan sekalipun memberikan jawaban ‘no comment’ jika menanggapi pertanyaan wartawan. Karena jawaban ini bisa diartikan pembenaran atas pertanyaan wartawan. Berikan jawaban yang pasti dan jelas untuk menghindari kesimpangsiuran berita.

Dengan merencanakan konferensi pers sebaik-baiknya, perusahaan anda akan terkesan lebih profesional. Selain memperoleh citra positif, perusahaan juga akan mendapatkan keuntungan dari pemberitaan para wartawan dari berbagai media. Selamat menyelenggarakan konferensi pers..!


Etika Santap Bisnis
Senin, 29 Jan 2001 07:46 WIB

Makan bersama dengan kolega atau rekan bisnis sudah menjadi bagian penting dalam dunia bisnis belakangan ini. Meski terdengar biasa, santap bisnis tidaklah semudah acara santapan lainnya. Ada aturan dan etiket tersendiri, karena santap bisnis seringkali menjadi bagian terpenting bagi kelancaran bisnis anda selanjutnya. Nah di bawah ini adalah etika atau aturan dalam santap bisnis:

* On time. Tepat waktu adalah prinsip pertama yang harus dimiliki dalam bersantap bisnis, baik sebagai pihak pengundang maupun yang diundang. Sekali saja anda tak tepat waktu, sulit untuk mengharapkan hubungan bisnis yang lebih baik. Karena umumnya para profesional memiliki jadwal acara yang padat.

* Kalau anda berada di pihak pengundang dan ingin mengadakan perjamuan bisnis di rumah anda, selidiki selera makan rekan bisnis anda. Misalnya jika rekan bisnis anda menggemari makanan laut, anda bisa menyajikan atau memesan hidangan ‘sea food’. Kalau kolega anda vegetarian, pesanlah hidangan yang terdiri dari sayur dan buah-buahan dan makanan yang tidak mengandung lemak. Tapi tentu saja tetap padukan dengan selera anda. Jangan sampai karena menuruti selera kolega, anda malah tidak bisa menikmati santapan.

* Jika santap bisnis dilakukan di rumah makan atau restoran, pilihlah restoran yang nyaman dengan kualitas pelayanan yang bagus. Bagi pihak pengundang datanglah lebih awal 10 menit dari jam yang ditentukan. Maksudnya agar kolega anda tidak kebingungan mencari-cari anda jika ia datang. Tawarkan pada kolega anda untuk memesan menu terlebih dahulu. Jangan ragu untuk merekomendasikan ‘menu vaforit’ yang anda ketahui di restoran itu.

* Lakukan basa-basi sejenak sebelum acara makan dimulai. Cari tahu hobi, minat atau kegemaran kolega anda, sehingga anda mudah membuka dan memancing percakapan. Ingat, jangan memperbincangkan masalah yang sensitif seperti SARA, pribadi, atau membicarakan masalah politik yang bisa menimbulkan salah paham. Tetapi, jangan terlalu lama berbasa-basi, karena bisa membuat anda lupa pada persoalan bisnis yang akan dibahas. Sebaiknya saat makan, anda sudah membicarakan bisnis.

* Jika mengundang lebih dari satu rekan bisnis, pembicaraan jangan hanya terfokus pada satu orang. Perhatikan dan libatkan rekan bisnis yang lain, sehingga tidak ada yang merasa diabaikan.

* Batasi makan dan minum anda. Walau semua hidangan menggugah selera, tahan keinginan anda untuk menyantap semuanya. Karena, biar bagaimanapun anda tetap harus menjaga citra sebagai pebisnis yang tahu tata cara bersantap bisnis. Usahakan makan dan minum secara tertib agar tidak ada sisa makanan yang menempel di sekitar mulut dan jangan sampai noda makanan mengotori pakaian anda.

* Catatan penting yang harus anda ketahui bahwa semua biaya santapan bisnis ditanggung oleh pihak pengundang. Jangan sampai justru rekan bisnis yang diundang membayar ongkos santap bisnis ini. Kalau terjadi, alamat hubungan bisnis tidak diteruskan. Karena ini adalah etiket santap bisnis yang cukup mendasar.

Nah sudah tahu kan tata cara bersantap bisnis? Semoga bisnis anda berlangsung sukses…!





Profesi 'Sampingan' Bila PHK Menimpa
Jumat, 26 Jan 2001 13:58 WIB

Kondisi ekonomi dan politik Indonesia yang masih tak menentu, menuntut anda untuk selalu waspada dan siap terhadap segala kemungkinan buruk yang bakal terjadi. Terutama menyangkut keamanan ‘kerja’ anda. Karena bukan tidak mungkin, kondisi negeri ini yang masih jauh dari ‘aman’ membuat gulung tikar dan tutupnya perusahaan tempat anda bekerja.

Tentu saja tidak ada seorangpun yang mengharapkan kemungkinan buruk itu. Tetapi, tak ada salahnya jika anda bersiap-siap untuk berganti profesi jika seandainya anda mengalami nasib di PHK. Di bawah ini merupakan pilihan bisnis dan usaha yang dapat anda lakukan jika anda kena PHK, sampai anda mendapatkan pekerjaan yang baru:

Mencuci mobil
Bisnis mencuci mobil bisa mendatangkan keuntungan sepanjang jaman. Bila anda memiliki halaman rumah yang cukup luas, anda bisa memanfaatkannya untuk jasa mobil. Modal tak begitu besar, untungnya pun lumayan.

Menjual buku dan majalah bekas
Manfaatkan tumpukan majalah yang sudah kadaluarsa dan buku-buku di rumah anda. Pilihlah yang kondisinya masih bagus. Kemudian jual kembali majalah dan buku bekas tersebut dengan harga yang murah. Anda bisa menjualnya secara langsung dengan menggelar di depan rumah anda atau menjualnya ke tukang loak.

Jasa merawat binatang
Bila anda penyayang binatang, seperti kucing, anjing, dan lainnya, anda bisa memanfaatkan kegemaran anda ini dengan menjalankan jasa perawatan hewan. Anda bisa menawarkan jasa perawatan untuk mencukur bulunya, menyisir dan membersihkan badannya. Para penyayang binatang yang tidak punya waktu untuk mengurus hewan peliharaannya pasti akan sangat terbantu dengan usaha anda ini.

Memberikan les
Memberi ‘les’ pelajaran pada anak-anak sekolah dasar atau pelajar SMP dan SMA merupakan sisi lain yang dapat mendatangkan keuntungan. Ini bisa dilakukan secara privat maupun grup.

Fotografi
Jika anda memiliki ketrampilan memotret, manfaatkan ketrampilan ini untuk mencari uang. Anda bisa menawarkan jasa fotografi untuk acara pernikahan, ulang tahun, atau acara-acara lainnya.

Menjadi caddy lapangan golf
Kalau anda suka pada olahraga ‘golf’ , magang jadi ‘caddy’ cukup menghasilkan uang loh. Anda bisa menawarkan diri jadi ‘caddy’ di lapangan golf yang paling dekat dengan rumah anda. Selain menghasilkan uang andapun bisa sekaligus cuci mata dan berolahraga.

Jasa pengetikan
Manfaatkan komputer di rumah anda untuk menerima jasa pengetikan, seperti skripsi, makalah, surat, dsb. Tawarkan jasa ini pada teman-teman anda.

Mengajarkan musik
Bila anda punya ketrampilan memainkan salah satu alat musik seperti gitar atau piano, anda bisa memberi les atau mengajarkan teknik memainkan alat musik ini. Bisa dilakukan secara privat ataupun kolektif.

Menjadi sopir pribadi
Keahlian anda membawa kendaraan roda empat jangan anda sia-siakan. Tawarkan pada orang yang membutuhkan sopir pribadi. Disamping honornya lumayan, anda bisa bekerja sambil jalan-jalan.

Bisnis katering
Bagi yang pintar dan gemar memasak, bisnis katering atau jasa boga ini sangat mengasyikan dan menguntungkan. Ajaklah family anda untuk bergabung menjalankan bisnis ini.

Jasa perawatan anak
Kalau anda menyukai anak-anak kecil, jasa perawatan anak bisa menjadi alternatif yang menyenangkan. Tawarkan jasa anda ini pada tetangga di sekitar rumah anda. Walau merawat anak kecil cukup melelahkan, tapi anda bisa sekalian belajar menjadi orangtua yang baik. Yang penting kan ada honornya.

Jasa membungkus kado
Kalau anda kreatif membungkus kado, manfaatkan kreatifitas ini untuk menghasilkan uang. Kreasikan sebuah kado menjadi bingkisan yang menarik dengan bungkus dan pita-pita yang cantik.

Bagaimana, anda tertarik..? jika tidak ada satu hal pun yang menarik bagi anda. Pilihlah alternatif lain yang kira-kira mampu anda jalani, tentu saja yang modalnya tidak begitu besar namun cukup menghasilkan. Kalau anda kreatif pasti anda akan menemukan jalan yang lebih oke dalam mendatangkan ‘income'. Nggak perlu gengsi atau malu, toh usaha kecil-kecilan ini hanya sementara sampai anda mendapatkan pekerjaan baru yang lebih ‘bergengsi’. Jadi jika anda di PHK, anda nggak stres stres amat karena 'jobless'.




Menjadi Ahli, Mengapa Tidak?
Jumat, 26 Jan 2001 09:39 WIB

Menjadi ahli di bidangnya merupakan dambaan para profesional. Tetapi untuk menjadi ahli atau experd di bidang tertentu membutuhkan proses dan waktu yang tidak sebentar. Ada langkah-langkan dan kiat yang harus anda lakukan jika anda ingin menjadi ahli. Berikut ini adalah tujuh langkah untuk menjadi seorang ahli:

* Telusuri karakter pekerjaan
Langkah awal yang harus dilakukan untuk menjadi ahli di bidang pekerjaan anda adalah menentukan tolok ukur keahlian itu sendiri. Caranya dengan menelusuri karakter pekerjaan anda. Maksudnya setiap bidang pekerjaan memiliki kualifikasi penguasaan tertentu yang terbagi dalam penguasaan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap. Misalnya jika anda bekerja di biro perjalanan wisata, tentu anda harus memiliki pengetahuan tentang daerah wisata, ketrampilan memandu para turis dan ketrampilan berbahasa asing. Dan tentu saja pengetahuan dan ketrampilan ini harus didukung oleh sikap yang ramah, familiar, dan cepat akrab. Nah untuk mendapatkan penilaian karakter pekerjaan yang lebih tajam, buatlah tabel penelusuran pengetahuan, sikap dan ketrampilan anda. Dengan tabel itu, anda dapat melihat secara lebih jelas deskripsi tuntutan pekerjaan anda.

* Penilaian kekuatan diri
Selesai membuat tabel penelusuran, lakukan pemetaan kekuatan diri anda. Tambahkan kolom keterangan ‘sudah atau belum’ untuk kolom sikap. Nilailah diri anda dengan jujur. Tanyakan pada diri anda, apakah anda sudah memiliki sikap yang menunjang tugas dan pekerjaan anda. Sebaiknya anda juga meminta ‘feedback’ dari orang lain di sekeliling anda. Masalahnya, kadang anda merasa sudah cukup ramah, tetapi ternyata menurut orang-orang di sekitar anda, tidak demikian. Untuk kolom pengetahuan dan ketrampilan nilailah seberapa baik diri anda untuk setiap aspek yang telah ditentukan. Penilaian itu ‘baik, cukup, atau kurang’. Untuk penilaian ini pun anda harus berlaku objektif, kalau perlu anda bisa minta bantuan teman anda untuk menilai pengetahuan dan ketrampilan anda. Misalnya ketrampilan anda memandu wisatawan termasuk baik, cukup, atau kurang.

* Sadari kelemahan dan bertindaklah
Dari kedua hal di atas, anda dapat menyadari apa saja kelemahan dan kekurangan anda. Namun jika sudah menyadari, jangan terlalu banyak toleransi pada diri anda sendiri dengan tidak melakukan peningkatan. Segeralah bertindak, jika pengetahuan dan ketrampilan anda masih kurang, lakukan peningkatan dan penambahan kualitas ketrampilan dan pengetahuan anda.

* Jangan berhenti berlatih
Semakin sering anda berlatih akan semakin baik bagi anda untuk menjadi seorang ‘ahli’. Kondisikan diri anda seperti seorang atlit yang harus meraih ‘juara’. Tentukan target dalam berlatih. Misalnya kalau saat ini anda sedang berlatih meningkatkan ketrampilan bahasa asing, minimal tiga bulan ke depan anda sudah lancar berbahasa asing tersebut. Caranya tentu dengan berlatih langsung dengan orang yang terampil di bidang tersebut. Tambahkan porsi latihan dari waktu ke waktu.

* Kekuatan pendukung
Untuk menjadi seorang ‘ahli’ juga memerlukan pendukung yang kuat. Pendukung itu adalah orang-orang yang mensupport dan membantu anda dalam mencapai keahlian. Orang-orang tersebut terdiri dari: orang-orang di lingkungan pekerjaan yang bisa diajak berdiskusi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan peningkatan keahlian; orang yang mau melatih anda; orang yang memberikan informasi tentang hal-hal yang anda perlukan; orang yang bisa memberikan ‘feedback’ tentang performa kerja anda; orang yang menyemangati usaha anda; dan orang-orang yang dapat membantu memperluas hubungan sosial yang berguna bagi pekerjaan anda.

* Lakukan pembaruan
Jika anda sudah cukup ahli dalam suatu bidang, jangan terpaku pada satu keahlian tersebut. Lakukan pembaruan dan penyegaran agar keahlian yang anda miliki tidak ‘kejam’ alias ketinggalan jaman. Jangan lupa untuk selalu memanfaatkan keahlian anda untuk hal-hal yang berguna. Karena keahlian yang tidak dimanfaatkan akan mengalami ‘stagnasi’.

* Evaluasi
Langkah terakhir yang harus anda lakukan untuk menjadi ‘ahli’ adalah dengan melakukan evaluasi secara berkala. Misalnya, kekurangan dan kelemahan apa saja yang berhasil anda atasi? Target keahlian apa yang sudah tercapai? Sejauh mana peran pendukung dapat membantu usaha anda dan kekuatan pendukung mana yang perlu ditambah? Sejauh mana keahlian yang telah anda capai dapat bermanfaat..?. Pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu anda dalam memposisikan diri untuk menjadi ‘seorang yang ahli’.

Dengan melakukan hal-hal di atas secara lebih serius, fokus dan konsisten anda akan menjadi orang yang ahli di bidang anda. Tetapi ingat, keahlian tanpa kepedulian pada orang lain, percuma saja. Selain untuk diri pribadi dan karir, manfaatkan keahlian anda untuk kepentingan sosial dan mereka yang membutuhkannnya. Karena keahlian anda akan semakin berarti bila berguna bagi orang lain, kan? Good luck..!




Lebih Pede dengan Kemampuan Sendiri
Rabu, 24 Jan 2001 11:44 WIB

Menjadi orang yang diperhitungkan dalam perusahaan tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi para professional, termasuk anda. Namun untuk menjadi orang yang diperhitungkan di kantor, tidaklah semudah menyelesaikan pekerjaan anda sehari-hari. Kepandaian anda dalam bekerja ternyata bukanlah satu-satunya jaminan bahwa anda akan menjadi orang yang diperhitungkan dan berhasil dalam karir. Dibutuhkan strategi yang lebih dari sekedar pintar dan pandai menyelesaikan pekerjaan.

Strategi tersebut adalah 'menonjolkan' kemampuan anda. Coba anda perhatikan, hanya orang-orang yang mampu menunjukkan dan menonjolkan kemampuannya lah yang bisa meraih sukses dalam karir. Apalagi jika anda bekerja di perusahaan besar, jika ingin ‘maju’ anda harus pintar-pintar ‘menonjolkan’ kemampuan anda. Karena semakin besar perusahaan tempat anda bekerja, umumnya semakin sulit untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan. Keberhasilan anda di unit kerja, seringkali tidak cukup untuk menarik perhatian perusahaan secara khusus. Nah, hanya orang-orang yang ‘menonjol’ lah yang akan mendapat perhatian khusus dari perusahaan.

Untuk menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan, jangan hanya mengerjakan tugas-tugas khusus yang diberikan pada anda. Memang, kadang akan lebih nyaman jika mengerjakan tugas khusus yang itu-itu saja dari hari ke hari. Karena anda akan terhindar dari beban ekstra dan resiko kegagalan yang lebih berat. Tetapi bila ingin menonjolkan kemampuan, tentu saja sikap semacam ini harus segera dirubah. Untuk itu setiap kali ada kesempatan, jangan sia-siakan. Misalnya mencoba berpartisipasi dalam proyek-proyek khusus atau tugas apa saja yang dipantau langsung oleh pihak manajemen perusahaan, baik yang terlihat maupun tidak.

Kadang perusahaan memiliki proyek atau kegiatan yang ‘belum terjamah’ karena tidak ada yang bisa menanganinya, sehingga proyek itu tertunda sampai beberapa lama. Kalau ingin menonjolkan diri, tidak ada salahnya anda mengajukan diri untuk menangani proyek tersebut. Caranya, anda harus meyakinkan perusahaan bahwa anda mampu mengerjakan dan menyelesaikan proyek itu. Tentu saja, anda harus membuktikan keyakinan anda dengan menunjukkan hasil kerja yang menggembirakan.

Contoh lainnya, anda dapat mengusulkan metode atau prosedur kerja yang lebih baik tanpa menunggu perintah dari atasan. Bila telah selesai, jangan ragu untuk menunjukkan atau melaporkan hasil kerja anda pada atasan atau kepada pihak manajemen. Dengan catatan tetap sesuai dengan prosedur di perusahaan. Jangan lupa untuk memperkuat laporan anda dengan hasil nyata.

Selanjutnya jangan berhenti untuk mencari dan menerima tanggung jawab yang lebih besar. Konsekuensinya beban kerja anda memang menjadi lebih besar, tetapi beban kerja yang lebih besar tidak selalu berarti pekerjaan semakin banyak. Jumlah tugas anda bisa jadi tetap sama, hanya bebannya yang lebih berat dari sebelumnya. Sehingga tanggung jawab anda terhadap pekerjaan itu pun semakin besar. Selain itu jangan berhenti untuk meningkatkan peran dalam kelompok sampai akhirnya anda dipercaya untuk mengepalai atau memimpin suatu proyek atau pekerjaan.

Selanjutnya ketika anda telah menjadi orang yang menonjol dan diperhitungkan, jangan merasa menjadi satu-satunya pribadi yang unggul. Jangan menganggap bahwa andalah yang ‘menang’. Jika anda mengembangkan sikap ‘menang-kalah’ atau ‘unggul-tidak unggul’ sukses yang anda raih tidak akan bertahan lama. Sebaliknya anda akan banyak memiliki musuh dalam selimut. Anda harus bersikap lebih bijaksana bahwa betapapun penting dan beratnya tugas dan tanggung jawab anda, tetap melibatkan rekan-rekan anda. Anggaplah kebeberhasilan anda menangani proyek untuk perusahaan merupakan kemenangan bersama.





Pengin Sukses? Asah EQ Anda
Rabu, 24 Jan 2001 09:13 WIB

Belakangan ini diketahui bahwa kesuksesan seseorang tidak semata-mata ditentukan oleh Intelligence Quotient (IQ) tetapi juga harus dibarengi dengan Emotional Quotient (EQ). Para ahli mengatakan saat ini EQ justru berpengaruh besar bagi keberhasilan seseorang. EQ dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan anda, baik dalam pekerjaan, pribadi dan sosialisasi. Lalu apa sih sebenarnya EQ itu?

Emotional Quotient (EQ) adalah ketrampilan untuk mengenali dan mengelola emosi diri sendiri maupun orang lain. Manusia dengan EQ yang baik, mampu menyelesaikan dan bertanggung jawab penuh pada pekerjaan. Selain itu EQ membuat anda mudah bersosialisasi, mampu membuat keputusan yang manusiawi, dan berpegang pada komitmen. Makanya, orang yang EQ-nya bagus mampu mengerjakan segala sesuatunya dengan lebih baik.

Dengan EQ, anda sekaligus mampu mengakui kesalahan dan kelemahan diri serta bertanggung jawab terhadap kesalahan yang anda perbuat. Dengan kata lain, EQ mampu mengatasi berbagai konflik yang anda alami. EQ menjadikan anda pribadi yang menyenangkan, cerdas, dan intelektual. Dengan EQ yang matang anda akan memperoleh sukses, baik dalam hidup maupun karir. Lalu bagaimana caranya mengembangkan EQ agar mencapai tingkat yang ideal…? Bagi anda yang ingin sukses, ikuti tips di bawah ini:

* Langkah pertama adalah pahami diri anda sendiri. Ketahuilah tingkat emosi anda, apakah anda termasuk orang yang sangat emosional atau biasa-biasa saja. Sadari apa yang membuat anda marah, menangis, sedih, gembira dan bahagia. Semakin dalam anda mengenal pribadi anda, semakin mudah juga memahami emosi orang lain. Dengan demikian, semakin baik pula tingkat EQ anda.

* Percaya diri. Sikap percaya diri merupakan salah satu modal kesuksesan anda. Kalau anda yakin dengan kata hati dan kemampuan anda, akan memudahkan anda dalam mengeluarkan pendapat dan mengambil keputusan. Tanpa perlu bergantung pada orang lain, anda bisa mengambil keputusan yang paling tepat dalam hidup anda. Memang anda tetap membutuhkan bantuan orang lain dalam segala hal, tetapi membangun kepercayaan diri terhadap kemampuan anda, dapat melatih dalam pencapaian tingkat EQ yang ideal.

* Sadari kelemahan anda. Menyadari kekurangan dan kelemahan diri sendiri adalah sikap positif yang dapat melatih emosi anda. Tetapi menyadari kelemahan dan kekurangan tanpa berusaha merubahnya tentu bukan sikap yang bijaksana. Buatlah komitmen pada diri anda bahwa anda pasti bisa merubah kelemahan dan kekurangan diri anda.

* Miliki rasa emphaty. Kalau anda merasa nyaman dan percaya diri dengan kondisi diri anda sendiri, berarti anda sudah mencapai fase pengembangan EQ yang nyaris ideal. Anda sudah bisa menerima dan mendengarkan pendapat orang lain, sekaligus memahami kekurangan dan kelemahan orang lain. Semakin besar pengertian anda pada orang lain semakin besar pula kesempatan anda mendapatkan pertolongan di lain hari.

Dengan demikian anda akan menjadi orang yang kompeten secara emosional. Dalam arti mampu bersikap mandiri (independent) tetapi juga menghargai prinsip saling ketergantungan (interdependent). Dan hanya orang yang mandiri dan menghargai keberadaan orang lain-lah yang akan menjadi manusia efektif dan sukses dalam karir dan kehidupan. Nggak percaya..? coba aja…



Menjaga Hubungan Dengan Klien
Selasa, 23 Jan 2001 13:09 WIB

Membina hubungan baik dengan klien memang diperlukan untuk menciptakan hubungan bisnis yang lancar dan saling menguntungkan. Untuk itu anda dituntut bersikap akrab dan hangat pada klien. Namun sudah bukan hal yang dirahasiakan lagi bahwa hubungan dengan klien yang berbeda jenis sering berkembang ke hubungan emosionil.

Tidak mudah memang, menjadi staf yang harus seringkali berhubungan dengan klien. Kalau tidak pintar membawa dan menjaga diri, anda akan mudah terjebak pada hubungan yang lebih privasi dengan klien (yang berlainan jenis). Apabila hubungan spesial antar klien ini terjadi pada mereka yang masih lajang, tentu bukan masalah besar. Karena setiap manusia yang belum berpasangan, berhak mengembangkan hubungan pribadi dengan siapapun yang juga berstatus lajang. Selama kedua belah pihak bisa membedakan mana urusan bisnis dan urusan pribadi, tentu saja tidak ada hal yang perlu dirisaukan.

Yang menjadi masalah adalah bila salah satu pihak memanfaatkan hubungan ini untuk kepentingan bisnis, terlebih jika pihak lainnya tidak menyadari. Kalau kasusnya seperti ini berarti telah terjadi ‘manipulasi emosi’ oleh salah satu pihak. Sehingga pihak yang menjadi korban bisa jadi mau melakukan apa saja demi keinginan klien yang telah membuatnya jatuh cinta. Misalnya memberi diskon di luar ketentuan, memberi bonus yang melebihi ukuran perusahaan, dll. Dan parahnya, kalau sudah kasmaran, anda ‘manut’ saja jika diminta membicarakan bisnis di tempat yang tidak semestinya, misalnya di hotel atau di tempat sepi lainnya. Kesimpulannya, anda menjadi tidak rasional lagi dalam mengambil keputusan bisnis.

Hal lain yang juga perlu diwaspadai adalah bila salah satu pihak atau keduanya sudah berkeluarga. Hubungan bisnis sekaligus hubungan pribadi yang terjalin menjadi semakin runyam. Jika hubungan ini tercium oleh atasan atau perusahaan, anda dan klien akan menjadi bahan gunjingan yang seru. Kalau perusahaan tidak bisa mentolerir tindakan ini, bisa-bisa anda dipecat karena dianggap mencemarkan nama baik perusahaan. Belum lagi anda akan menghadapi protes dari keluarga, rekan-rekan, dan orang-orang di sekeliling anda. Singkat kata, nama baik anda akan tercemar seketika. Anda akan dianggap memanfaatkan hubungan bisnis demi nafsu atau kepentingan pribadi. Affair yang tidak sehat ini jelas-jelas akan banyak merugikan daripada menguntungkan.

Nah kalau posisi anda sebagai staf yang harus sering berhubungan dengan klien, ditambah status anda yang sudah tidak lajang (bertunangan atau berkeluarga), tentu anda tidak ingin terjerumus pada affair bisnis yang menyesatkan bukan? So, untuk menghindari hubungan yang lebih ‘menjurus’ anda harus lebih mewaspadainya. Mungkin tips singkat ini berguna bagi anda:

* Pilihlah busana yang mengesankan profesionalisme, sopan, dan tidak menggoda, setiap kali bertemu dengan klien. Carilah tempat pertemuan yang tidak membuka peluang untuk membicarakan atau melakukan hal-hal yang bersifat lebih pribadi.

* Kalau perlu libatkan orang lain yang masih ‘nyambung’ dalam melakukan negosiasi bisnis, misalnya rekan kerja anda atau bahkan atasan anda. Jadi pembicaraan bisnis ini bukan hanya dilakukan oleh anda dan klien.

* Sewaktu berbicara berhati-hatilah pada setiap ucapan anda. Hindari percakapan yang terlalu pribadi dan jangan melontarkan humor yang ‘menjurus’. Sebaliknya jangan meladeni ucapan atau humor klien yang bersifat pribadi. Pilihlah kata-kata yang tepat dan dapat menyiratkan penolakan terhadap ‘perselingkuhan’ atau hubungan yang lebih pribadi. Kesimpulannya, ciptakan komunikasi yang wajar dan profesional.

* Secara tidak langsung tunjukkan status pribadi anda, bila anda sudah berkeluarga. Misalnya, “Setelah pertemuan ini saya akan langsung pulang karena anak dan suami saya sudah menanti..” Hal ini bisa dijadikan ‘tameng’ untuk menolak ajakan yang lebih jauh.

Tentu saja, kiat-kiat di atas bukan hal mutlak untuk menjamin terhindarnya anda dari hubungan istimewa dengan klien. Juga bukan patokan mutlak dalam menjamin kelancaran bisnis. Jangan sampai kejadian, karena terlalu berpatokan pada hal-hal di atas, anda justru kehilangan peluang berharga yang biasanya tidak datang dua kali. Bagaimanapun strategi bisnis yang ‘cerdas’ tetap harus dilakukan. Anda dituntut untuk lebih pandai melihat gelagat dan kemauan para klien. Dengan catatan anda tetap ‘waspada’ pada kemungkinan-kemungkinan yang buruk.

Tetapi kalau kasusnya anda berdua masih sama-sama lajang dan sama-sama jatuh cinta, nggak ada salahnya hubungan dilanjutkan. Asalkan anda bisa memberi batas yang tegas antara bisnis dan cinta. Selanjutnya sih tergantung pintar-pintarnya anda mengatur pertemuan bisnis dan pertemuan pribadi. Asal tidak ada yang dirugikan, why not…? Siapa tahu jodoh anda memang berawal dari hubungan bisnis...!




Ciptakan Uang Lewat Komputer
Senin, 22 Jan 2001 16:00 WIB

Kegunaan benda komputer yang canggih dalam hal pengetikan, agaknya menjadi alternatif bisnis yang cukup menguntungkan. Coba saja anda lihat di Jalan Raya Pramuka Jakarta Timur, disana terdapat sederetan kios jasa pengetikan komputer yang masing-masing kios nyaris tak pernah sepi. Salah satu pelaku bisnis jasa pengetikan komputer di jalan itu adalah Nanang.

Nanang, lelaki 28 tahun ini mengaku begitu tamat SMA pada tahun 1992, tidak ada biaya untuk melanjutkan kuliah. Akibatnya praktis Nanang tidak ada pekerjaan. Untungnya, Nanang bukanlah orang yang pasrah pada nasib. Ia yang memiliki keahlian mengetik mencoba menerima jasa pengetikan di rumahnya dengan memanfaatkan sebuah PC (Personal Computer) AT 286 dan sebuah printer. “Kebetulan di rumah ada komputer, daripada ‘nggak’ dipakai lebih baik dimanfaatkan,” tutur Nanang.

Selain menerima pengetikan skripsi, Nanang juga menerima pengetikan surat-surat, laporan neraca keuangan, surat lamaran kerja, dan surat-surat resmi lainnya. Mulanya Nanang hanya menerima ‘order’ berdasarkan pesanan teman-temannya. Tetapi lama-lama Nanang semakin kebanjiran pesanan. Nanang yang hanya menangani pengetikan seorang diri pun mulai kewalahan, apalagi komputernya cuma satu buah. Untuk itu ia mulai mengerahkan seorang adik dan temannya untuk membantu jasa pengetikan ini.

Komputer yang semula cuma satu pun bertambah menjadi tiga. “Keuntungan yang saya dapat dari pengetikan sebelumnya saya gunakan untuk membeli dua buah komputer dan dua buah printer bekas yang masih bagus kualitasnya,” jelasnya. Dengan bertambahnya komputer, ia pun membutuhkan tempat yang lebih luas untuk usaha ini. Ia memilih Jalan Pramuka sebagai lahan bisnisnya. Pertimbangannya, Jalan Pramuka cukup strategis, dekat keramaian dan perkantoran. Tak jauh dari kios pengetikan itu pun ada kampus, yaitu ABA-ABI.

Untuk sewa kios yang cuma berukuran 2 ½ X 3 meter itu, Nanang mesti membayar sewa sebesar 500 ribu perbulan. Di kios itu Nanang mengoperasikan usahanya mulai jam 9 pagi sampai jam sepuluh malam. Untuk mengantisipasi ramainya order, Nanang memiliki sebuah PC lagi di rumah. Ini dimaksudkan untuk pesanan khusus yang harus diselesaikan segera. Pesanan khusus ini tentu saja tarifnya sedikit lebih mahal. Perlembarnya untuk pesanan khusus, Nanang mematok harga 2000 rupiah, sedangkan pesanan biasa 1500 perlembar.

Umumnya, pelanggan jasa pengetikan ini adalah mahasiswa, pelajar, karyawan-karyawati, dan masyarakat umum. Berapa omzetnya sebulan..? “Rata-rata 3 juta,” kata Nanang. Tetapi jumlah ini tidak stabil, jika pengetikan sedang ramai, omzetnya bisa lebih dari 3 juta bahkan sampai 5 juta perbulan. Sebaliknya kalau lagi sepi, omzetnya tidak sampai dua juta. Ramainya pesanan, menurut Nanang umumnya terjadi jika musim skripsi, tahun ajaran baru, atau musim ujian.

Kini setelah tujuh tahun menjalani bisnis pengetikan, Nanang sudah memiliki sebuah rumah BTN di Bekasi dan sebuah kendaraan roda empat. Dari omzet yang lumayan itu, Nanang juga berencana untuk membeli beberapa buah komputer terbaru dan sebidang tanah untuk membangun kios pengetikan sendiri. “Biar nggak usah bayar sewa,” ujar Nanang. Bahkan kalau modalnya sudah lebih banyak, ia juga berencana membuka warnet (warung internet). “Ya pelan-pelan aja,” imbuh lelaki yang tengah merencanakan pernikahannya ini.

Ternyata keuntungan bisnis pengetikan ini memang cukup lumayan. Hal ini dibenarkan oleh Zainal dan beberapa pelaku bisnis pengetikan di jalan yang sama, Jalan Raya Pramuka. Dalam sebulan rata-rata mereka meraup omzet sekitar 3 sampai 5 juta rupiah. Namun mereka mengatakan, semakin banyak komputernya, semakin besar pula pendapatan perbulannya. Karena memungkinkan untuk menerima pesanan dalam jumlah lebih banyak dan memungkinkan untuk menerima jasa 'rental' (penyewaan) komputer. "Jadi pelanggan juga bisa mengetik sendiri," kata Zainal.

Tampaknya, jasa pengetikan skripsi tetap merupakan ladang bisnis yang subur, meskipun bisnis yang memanfaatkan media komputer seperti warnet sudah begitu menjamur. “Kalau perlu nanti kami juga mau menjalankan bisnis pengetikan sekaligus warnet,” ungkap Zainal. Di Jakarta dan sekitarnya, sentra jasa pengetikan selain di Jalan Pramuka, antara lain Jl. Sunan Giri Rawamangun, Jl. Dewi Sartika, Jl. Margonda Depok, dan Kepala Dua Cimanggis.

Kesimpulan mereka, lahan yang paling ‘basah’ untuk jasa pengetikan ini adalah lokasi di sekitar kampus. Jadi, kalau kebetulan rumah anda dekat dengan kampus, maka bisnis semacam ini merupakan alternatif yang paling tepat. Anda bisa memanfaatkan sebagian dari ruangan di rumah anda untuk tempat bisnis. Untuk permulaan, mungkin anda bisa menggunakan 2 buah PC bekas dan 1 buah printer. Kalau bisnis ini terus berkembang, anda bisa menambah jenis usaha seperti bisnis pracetak atau ‘desktop publishing’ ataupun bisnis warnet yang lagi booming.



Saatnya Mendongkrak Karir!
Rabu, 3 Okt 2001 08:25 WIB

Siapapun anda, pasti ingin mencapai karir yang mapan. Posisi dan jabatan yang strategis, gaji dan fasilitas bagus dan sejumlah kompensasi lainnya merupakan idaman setiap karyawan manapun. Tapi bagaimana kalau karir anda mentok? Sementara anda merasa sudah bekerja maksimal, disiplin dan selalu menuruti perintah bos. Pasti dalam hati anda bertanya-tanya sendiri. Apa yang salah?

Jika anda merasakan hal demikian, coba deh jangan diem dan pasrah aja. Soalnya, kalau cuma diem, nggak akan ada perubahan berarti dalam karir anda. Karir mandeg, gaji pun segitu-gitu aja. Anda nggak mau kan mengalami nasib demikian? Lebih baik intip cara untuk mendongkrak karir anda berikut ini:

Sosialisasi dengan karyawan divisi lain
Sosialisasi antar karyawan diyakini akan membantu perkembangan karir anda. Semakin banyak orang mengenal anda dan anda mengenal mereka, semakin besar pula kemungkinan anda untuk sukses di karir. Karena semakin banyak orang yang mengenal anda, semakin banyak pula orang yang mengetahui kemampuan anda. Dan ini membuka peluang dan kesempatan bagi anda untuk mendapatkan rekomendasi dan promosi jabatan.

Bina hubungan baik dengan atasan
Anda tidak bisa mengelak untuk berhubungan baik dengan bos. Karena bagaimanapun, bos atau atasan memiliki otoritas terhadap kelanjutan karir anda. Jika hubungan anda dengan bos kurang harmonis, bisa jadi karir anda akan terganjal. Bukankah untuk mendapatkan promosi anda harus melewati rekomendasi atasan anda? So, ciptakan hubungan yang paling harmonis dengan si bos. Bukan hanya dengan selalu menuruti perintahnya aja tetapi juga dengan menciptakan komunikasi yang baik.

Fokuskan keahlian anda
Anda tidak perlu menonjolkan eksistensi diri di berbagai bidang untuk mendapatkan perhatian lebih dari si bos. Sebaiknya, cukup fokuskan kemahiran anda di satu bidang yang memang sudah seharusnya anda kuasai. Dengan cara ini, sangat mudah bagi atasan untuk menilai performa kerja anda yang tampak menonjol.

Pelajari teknologi
Untuk mendongkrak karir anda, anda tidak bisa menghindari kemajuan teknologi. Karena tak dapat dipungkiri kemajuan teknologi sangat membantu dan memperlancar tugas-tugas anda setiap hari. Misalnya penggunaan komputer, internet, mesin fax, foto copy, dll. So, sekalipun anda tidak tertarik dengan teknologi, pelajarilah teknologi. Paling tidak anda memahami dan menguasai teknologi yang berkaitan pekerjaan anda. Lagipula anda nggak mau terlihat primitif hanya karena masih berkutat dengan alat-alat yang bersifat manual kan?

Bergabung dengan organisasi di luar kantor
Membina hubungan dengan suatu organisasi profesi bisa jadi salah satu lompatan menuju sukses. Bayangkan jika organisasi ini dikenal juga oleh direksi perusahaan tempat anda bekerja, dan anda mendapat kesempatan untuk tampil sebagai pembicara di sebuah seminar yang diselenggarakannya. Tentu anda akan mendapat point tersendiri di mata perusahaan. Sehingga hal ini membuka jalan bagi kesuksesan karir anda bukan?

Berani mencoba tantangan
Jangan menolak jika anda ditawari menangani proyek yang tergolong 'berat'. Ini merupakan kesempatan anda untuk unjuk gigi. Di saat rekan lain ciut, anda harus berani melakukan gebrakan. Tapi tentu saja jangan cuma bisa sesumbar, persiapkan proyek sebaik mungkin dan kerjakan dengan tekun. Ingat, kesempatan baik ini tidak sering-sering datang loh. Maka manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya.

Bagaimana? Berani menerima tantangan? Nah anda yang merasa mentok di karir, coba ikuti petunjuk tadi. Semoga karir anda yang tadinya mandeg bisa terdongkrak. Jangan lupa selain usaha, sertai dengan doa..!




Sukses Walk-in Interview
Selasa, 2 Okt 2001 09:44 WIB

Anda mungkin pernah membaca iklan lowongan kerja yang mengharuskan kandidatnya datang langsung atau walk-in interview. Jika anda tertarik dengan lowongan tersebut, anda bisa segera menyiapkan surat lamaran dan CV kemudian anda datang langsung ke perusahaan yang bersangkutan.

Biasanya perusahaan yang memberlakukan walk-in interview langsung mewawancara atau memberikan serangkaian test pada para kandidat yang datang. Lalu, sebenarnya gimana sih biar walk-in interview berlangsung sukses? Nah, di bawah ini tips singkat biar sukses walk in interview:

Pada intinya menjalani wawancara langsung (walk-in interview) sama saja dengan wawancara biasa. Hanya saja anda dituntut untuk lebih sigap dan siap karena anda langsung berhadapan dengan pewawancara saat melamar. Namun, sebelum anda memutuskan datang walk-in interview, anda perlu meneliti iklan lowongan kerja yang anda baca. Apakah bidang kerja dan posisi yang ditawarkan sesuai dengan anda. Jangan sampai jauh-jauh datang wawancara nggak taunya jenis pekerjaan yang ditawarkan nggak sesuai. Percuma banget kan?

Setelah anda yakin bahwa lowongan tersebut memang yang anda cari, buatlah resume dan CV yang baik dan lengkap. Kemudian persiapkan diri anda untuk datang langsung wawancara. Sebelumnya, pahami dulu lingkup kerja yang ditawarkan. Paling tidak, anda bisa prepare jika ada pertanyaan seputar lingkup kerja saat wawancara. Kemudian pilihlah busana yang paling sesuai dan sopan. Jangan lupa perhatikan penampilan anda keseluruhan di cermin. Pastikan bahwa penampilan anda rapih, bersih dan layak untuk menghadiri wawancara, dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Kemudian bawalah alat tulis dan note book, siapa tau diperlukan saat wawancara. Karena nggak lucu kan saat anda butuh alat tulis anda mesti meminjam pada di pewawancara? Usahakan sebelum berangkat, anda sarapan atau makan terlebih dulu. Karena perut lapar membuat anda sulit konsentrasi. Konsumsilah makanan yang bergizi secukupnya. Jangan terlalu kenyang, nanti anda malah ngantuk.

Ingat loh, jangan sampai telat dari waktu yang ditentukan. Lebih baik dateng lebih awal sedikit daripada terlambat kan? Soalnya anda jadi lebih banyak waktu untuk menenangkan diri dan mempersiapkan segala sesuatunya.

Saat tiba waktu interview, tampilkan wajah yang cerah, ceria dan optimis. Jangan sekalipun anda menampakkan wajah kusam dan sendu. Karena tidak ada satu perusahaan pun yang mau mempekerjakan orang yang kelihatannya gampang putus asa. Saat berjumpa dengan pewawancara jabatlah tangannya dengan mantap (jangan terlalu lemah atau terlalu keras).

Saat wawancara berlangsung, pastikan anda memahami semua pertanyaan yang diajukan. Jawablah setiap pertanyaan dengan percaya diri, optimis, jujur dan bersahabat tapi jangan berlebihan. Jangan ragu-ragu menjawab jika anda diminta untuk memberi penjelasan lebih rinci. Begitu juga saat pewawancara mempersilahkan anda untuk bertanya, jangan ragu menanyakan hal-hal yang belum jelas.

Jangan takut untuk menanyakan kapan hasil interview akan dikabarkan. Selesai wawancara, jangan lupa ucapkan terima kasih dan berikan jabat tangan anda yang paling hangat. Beri kesan positif saat anda meninggalkan ruang wawancara.

Jika dalam waktu dua minggu anda tidak mendapat kabar apapun, hubungi pewawancara via telepon dan tanyakan bagaimana hasil anda. Jika ternyata anda tak lolos seleksi wawancara, tak perlu sedih. Carilah kesempatan lain yang lebih baik. Anda justru bisa belajar dari kegagalan anda. Semoga sukses..!


Cara Berbusana dan Bidang Kerja
Selasa, 2 Okt 2001 07:51 WIB

“Pake baju apa hari ini ya..?” Mungkin anda pernah bertanya-tanya seperti ini setiap kali membuka lemari pakaian saat ingin berangkat kerja. Kebingungan macam ini memang wajar bagi karyawan di suatu kantor yang tidak memberlakukan seragam. Tapi sebenarnya anda nggak perlu bingung, dalam menentukan busana kerja anda cukup menyesuaikannya dengan jenis dan budaya perusahaan serta pekerjaan anda sehari-hari.

Karena tentu gaya berbusana karyawan bank berbeda dengan karyawan di bidang pers, biro iklan, atau pekerja seni lainnya. Dalam berbusana formil, karyawan karyawati sebuah bank seringkali dijadikan trendsetter. Maklum, mereka memang selalu dituntut tampil rapih, bersih, dan wangi. Terutama karyawan bank yang berada di garis depan seperti customer service atau teller. Karena mereka ini menjadi ujung tombak sebuah bank dalam menawarkan produk dan berhadapan langsung dengan customer.

Memang, jenis dan budaya perusahaan mempengaruhi cara dan gaya berbusana karyawannya. Bagi para pekerja kreatif seperti iklan, pers, misalnya wartawan, fotografer, copy writer, designer grafis, dan para pekerja seni gaya berbusana mereka terkesan lebih casual. Karena dalam bekerja selain mereka memang dituntut untuk lebih kreatif, kadang mereka pun dituntut untuk lebih aktif secara fisik. Jadi harap dimaklumi kalau mereka merasa ‘gerah’ memakai busana formil.

Busana casual umumnya terdiri dari t-shirt, vest, cardigan, kemeja flanel, celana panjang bahan maupun jeans. Untuk sepatu, pria dan wanita bahkan bisa memakai sepatu kets. Perusahaan yang tidak memberlakukan seragam bagi karyawannya, memang membebaskan karyawannya dalam berbusana. Baik pria maupun wanita bebas memakai busana casual sesuai seleranya.

Bahkan untuk pekerja kreatif di biro iklan, penampilan berbusananya cenderung lebih funky dan modis mengikuti perkembangan mode mutakhir. Hal ini sah-sah saja, sepanjang perusahaan tidak menerapkan peraturan berbusana yang ketat. Bagi perusahaan semacam ini, biasanya yang penting karyawan bisa menghasilkan karya terbaik, terlepas dari baik tidaknya cara berbusananya.

Busana bergaya casual diyakini dapat memberi kenyamanan dan keleluasaan bagi mereka ketimbang busana resmi. Tapi karyawan di bidang lain yang lebih banyak bekerja di lapangan seperti bidang produksi atau quality control, juga banyak yang memilih busana casual. Karena pekerjaan mereka relatif menuntut mereka lebih banyak bergerak.

Namun karyawan yang sering bertemu klien, presentasi atau meeting di kantor lain, atau menawarkan produk, sebaiknya memilih busana resmi untuk kegiatannya sehari-hari. Mereka yang memiliki lingkup kerja seperti ini misalnya tenaga pemasaran atau marketing, account executive, dan public relation. Saat bertemu klien bisa dibilang mereka merupakan wakil dari perusahaan. Sehingga mereka dituntut untuk selalu tampil rapih dan menarik sekaligus resmi. Ingat, orang seringkali menilai seseorang dari apa yang terlihat pertama kali yaitu penampilan.

Mereka yang sering tampil resmi biasanya memiliki three peaces yang terdiri dari jas, kemeja plus dasi dan celana panjang. Ini berlaku bagi pria. Sedangkan bagi wanita, busana resmi terdiri dari blazer, blus, dan rok/celana panjang bahan. Menurut pakar penampilan, meski anda terbiasa bekerja dengan busana casual, anda tetap harus memiliki pakaian resmi. Paling tidak anda tidak akan kebingungan jika harus menghadiri acara-acara resmi.

Nah, biar anda nggak bingung berbusana setiap akan pergi ke kantor, anda harus pandai memadu padankan (mix and match) busana yang anda miliki. Siapkan busana yang akan dipakai esok pagi sejak malam hari. Paling nggak, busana yang sudah dikenakan kemarin jangan dipakai lagi hari ini. Karena selain orang tau anda nggak ganti baju, baju yang dipakai dua hari berturut-turut akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Ingat, kebersihan dalam berbusana memang harus anda jaga.

Perlu anda catat, penampilan memang penting tetapi bukanlah hal yang utama. So, biarpun penampilan anda sudah keren, anda harus mengimbanginya dengan pengetahuan dan wawasan yang luas. Karena nggak asyik banget kan kalau penampilan udah oke tapi otak kopong..?


Anggapan Stereotype Pemimpin Wanita
Kamis, 27 Sep 2001 08:50 WIB

Bagi mayoritas kaum pria, wanita adalah makluk lemah yang selalu butuh perlindungan lelaki. Makanya banyak yang menganggap bahwa wanita tidak layak menjadi pemimpin. Memang, pada kenyataannya banyak yang lebih 'sreg' jika dipimpin oleh kaum pria. Baik dalam organisasi kecil apalagi besar, seperti negara. Dengan alasan bahwa pria lebih kuat, lebih rasional, lebih cekatan, dan lebih pintar.

Padahal kalau mau bicara soal sejarah mandat kepemimpinan wanita, daftarnya bisa sangat panjang. Coba anda ingat nama Ratu Cleopatra yang berkuasa di Mesir selama 69-30 SM, Isabella di Spanyol selama dekade 1451-1504, Marry Tudor di Inggris 1516-1558, Corazon Aquino di Filipina, dan masih banyak lagi. Dan kini kita pun tidak bisa mengelak kalau sekarang ini Indonesia dipimpin oleh seorang wanita, Dyah Permata Megawati Setiawati alias Megawati Soekarno Putri.

Sungguhpun demikian, masih banyak anggapan stereotype tentang kepemimpinan wanita. Banyak yang menganggap bahwa wanita hanya layak berdiri di belakang lelaki. Sekalipun banyak yang bisa dilakukan wanita di belakang pria, wanita tetap dianggap tidak memiliki otoritas. Makanya, meski Mega sudah resmi dengan tampuk kepemimpinannya tidak sedikit yang meragukannya. Hal ini sedikit banyak dipicu oleh anggapan umum terhadap wanita yang sudah timbul sejak jaman dulu:

Wanita lebih sensitif dan lembut
Secara kodrat wanita memang lebih perasa dari pria. Karena itu wanita pun lebih sering menangis ketimbang pria. Secara fisik, wanita juga lebih lembut dari lelaki. Baik gerakannya, tubuhnya, jari jemarinya, dan tutur katanya. Karena itu, jika dihadapkan pada kekerasan, anak wanita cenderung lari dan bersembunyi di balik tubuh ibunya. Sedangkan anak laki-laki dituntut melakukan perlawanan membela diri. Tetapi tentu saja ini cuma pengalaman wanita di masa kecil. Di jaman serba keras sekarang ini wanita dewasa dituntut untuk bisa membela diri. Wanita-wanita sudah semakin sadar bahwa tidak selamanya ia bisa mengandalkan orang lain untuk membela dirinya. Sehingga wanita jaman sekarang sudah tampil menjadi pribadi yang kuat dan tegar.

Wanita selalu butuh lelaki untuk melindunginya
Wanita dan pria memang ditakdirkan untuk bersatu. Tetapi pria berada pada posisi pelindung dan pencari nafkah bagi wanita. Sedangkan wanita cukup mengurus rumah, suami dan anak-anak. Anggapan ini menyebabkan banyak wanita yang bergantung pada kaum lelaki. Di lingkungan kerja, banyak wanita yang memilih menyingkir jika rekan pria mengambil alih pekerjaannya. Tapi kini tidak lagi, banyak wanita-wanita cakap yang lebih maju karirnya dari lelaki. Bahkan suami-istri sama-sama bekerja bukan hal asing lagi.

Wanita mahluk penakut
Sejak dulu, wanita selalu dijejali oleh berita-berita menakutkan tentang kekerasan terhadap wanita. Banyak laporan mengenai kekerasan wanita mulai dari pelecehan seksual sampai perkosaan. Sejak kanak-kanak wanita selalu diberi kesan bahwa keberadaan mereka di dunia ini tidaklah aman. Sehingga tidak bisa disalahkan jika wanita tumbuh menjadi mahluk penakut, selalu khawatir, cemas, dan was-was. Namun kini wanita sudah lebih realistis, ia punya cara tersendiri untuk menghadapi bahaya yang mengancamnya.

Wanita tidak pantas jadi pemimpin
Dengan alasan kelemahannya, kodrat, perilaku, dsb, wanita dianggap tidak layak menjadi pemimpin. Wanita hanya dianggap pelengkap kaum lelaki. Sulitnya wanita yang berlaku tegas dan terbuka justru akan dianggap sombong, bossy, pemaksa, dan banyak sebutan lainnya. Akibatnya tidak ada alasan yang tepat bagi wanita untuk menjadi pemimpin.

Berbagai anggapan dan kondisi tersebutlah yang menyebabkan banyaknya keragu-raguan terhadap pemimpin wanita. Tapi apapun alasannya, meski banyak yang ragu bahkan sinis, toh wanita terus menancapkan kukunya di berbagai bidang. Banyak wanita yang membuktikan kemampuannya dalam memimpin suatu organisasi. Lagipula dengan dipimpin wanita bukan berarti kekalahan bagi kaum lelaki bukan?

Nyatanya jutaan lelaki di negeri ini bersorak kegirangan ketika Mega terpilih jadi presiden. Perbedaan gender emang udah nggak kepake lagi. Justru sebaliknya jika pria dan wanita saling bahu membahu, sukses bisa diraih bersama, nggak perlu gengsi lagi deh. Toh masing-masing memang punya kekurangan dan kelebihan!




Kharisma Bisa Ditumbuhkan
Jumat, 28 Sep 2001 08:15 WIB

Coba perhatikan deh rekan-rekan kerja anda di kantor. Adakah yang wajah dan penampilannya biasa-biasa saja tetapi cukup menyenangkan, baik dilihat maupun diajak bicara? Padahal kalau dilihat-lihat lebih jauh tidak ada sesuatu yang menonjol pada dirinya, semua terlihat biasa-biasa aja. Tapi herannya walau biasa aja ia tetap keliatan menarik. Kenapa ya..? Bisa dipastikan orang tersebut memiliki kharisma.

Banyak yang mengatakan bahwa kharisma yang dipancarkan seseorang merupakan 'bawaan' sejak lahir. Artinya ada yang ditakdirkan memiliki kharisma dan ada yang tidak. Seseorang yang tidak punya kharisma meskipun memiliki wajah yang tampan atau cantik dan punya otak yang cemerlang, tetapi kelihatan kurang menarik. Sepertinya ada sesuatu yang kurang pada dirinya. Tapi kharisma seseorang juga bisa bersifat subyektif atau dipengaruhi like or dislike. Namun, terlepas dari semua itu sebetulnya kharisma bisa dipelajari dan diusahakan. Bagaimana caranya? Bagi yang ingin punya kharisma coba gebet terus deh.

- Untuk memiliki kharisma, mulailah dari dalam diri sendiri. Benahi dulu perilaku anda sehari-hari. Cobalah untuk menghargai orang lain seperti menghargai diri anda sendiri. Sekalipun anda tergolong orang yang pandai, jangan pernah meremehkan kemampuan orang lain. Dan jangan pernah mencela kekurangan orang lain. Ingat loh, sekalipun anda menganggap diri anda sudah oke, anda juga nggak lepas dari kekurangan.

- Jagalah sikap dan tutur kata anda. Kepada rekan kerja yang lebih tua atau kepada atasan jangan cuma memanggil namanya. Pakailah kata sandang seperti Mas, Mbak, Pak, atau Bu. Kalau anda nekat memanggil namanya seperti dengan teman anda akan dicap 'tidak memiliki tata krama'. Begitu juga dalam berbicara. Jangan bicara dan bercanda sembarangan kepada bos atau rekan yang tidak begitu dekat dengan anda. Karena selama ini orang yang punya kharisma adalah orang yang pandai menyesuaikan diri plus tahu sopan santun.

- Cobalah untuk tersenyum setiap kali bertemu dengan rekan yang anda kenal. Nggak perlu berlebihan tetapi juga jangan cuma basa-basi. Tersenyumlah dengan tulus. Untuk memulainya, coba deh anda ambil sebuah cermin dan berlatihlah tersenyum hingga anda mendapatkan senyum yang benar-benar patent.

- Pelajari seni memuji orang dengan tulus. Ingat, orang akan tahu loh mana pujian yang tulus dan mana yang basa-basi. So, kalau memuji cuma untuk mencari perhatian dan topeng pergaulan doang, lebih baik nggak usah deh, daripada anda dianggap muna.

- Belajarlah untuk mengekspresikan empati anda terhadap rekan yang tengah dilanda kesulitan. Jika ia mengadukan keluhannya pada anda dengarkan dengan baik dan ucapkan kata-kata yang bisa menghiburnya.

- Perbaiki penampilan anda. Gunakan pakaian yang sesuai dengan kepribadian dan tidak melanggar batas-batas kesopanan. Jangan gunakan pakaian yang sudah lusuh dan robek, apalagi pakaian ke kantor. Dan sisirlah rambut anda dengan rapih. Bagi wanita berdandanlah sepantasnya. Kemudian mandi dan gosok gigi paling tidak dua hari sekali, karena percuma juga loh kalau penampilan anda oke, sikap anda baik tetapi bau tubuh dan nafas anda nggak enak, wah ya nggak ada yg mau deketin anda dong.

Selebihnya, untuk menambah kharisma diri anda, bekali diri anda dengan pengetahuan dan wawasan yang luas. Jangan ragu untuk menambah keahlian dan ketrampilan dengan mengikuti kursus-kursus. Ikuti berita dan informasi terkini. Sehingga paling tidak, kalau diajak ngobrol dengan rekan kantor, anda nggak akan dianggap si lemot. Nah, udah siap kan jadi orang yang berkharisma? Jadi, sekarang siap-siap aja deh menebar pesona di kantor...!




Mengidentifikasi Penyebab Kegagalan Tim
Kamis, 27 Sep 2001 07:37 WIB

Belakangan ini banyak perusahaan yang menuntut karyawannya untuk bisa bekerja dalam tim, sekalipun karyawan tersebut cukup cakap bekerja secara perorangan. Ini berkaitan dengan efisiensi dan efektivitas kerja yang semakin diperlukan belakangan ini. Karena itu setiap karyawan selain mampu bekerja secara perorangan, juga dituntut mampu bekerja secara kelompok dengan kualitas sebaik bekerja perorangan.

Bagi sebuah perusahaan, peran sebuah tim kerja memang begitu besar. Perusahaan pun berharap banyak dapat meraih kesuksesan dari sebuah tim. Tapi tak dapat dipungkiri bahwa selama ini banyak tim kerja yang belum berfungsi dengan baik. Akibatnya tujuan dan misi tim itu sendiri tidak tercapai. Sangat disayangkan bukan? Nah, sebelum membentuk sebuah tim ada baiknya anda ketahui penyebab kegagalan sebuah tim. Simak deh:

Enggan melakukan perubahan
Enggan melakukan perubahan adalah salah satu penyebab kegagalan suatu tim. Biasanya alasan orang menolak melakukan perubahan adalah karena ketakutan menjalani sesuatu yang baru. Akibatnya mereka sulit menerima ide dan gagasan baru. Mereka yang menolak perubahan adalah orang-orang yang lebih senang menggunakan pola kerja yang itu-itu aja. Mereka tidak peduli, bahwa cara yang mereka lakukan terlalu sederhana. Yang penting mereka aman menjalaninya. Untuk mengatasinya, bawalah ide dan gagasan baru secara bertahap. Kemukakan di saat mereka siap mendengarnya.

Takut gagal
Kadang kala, sebuah tim dihadapkan pada persoalan takut gagal. Sehingga belum bertindak, mereka sudah 'ciut' duluan. Seandainya pun melakukan sesuatu mereka diliputi rasa tidak percaya diri. Bayangan kegagalan seakan menghantui mereka. Padahal perasaan takut gagal ini jelas tidak perlu, jika masing-masing kompak dan saling membantu, kegagalan itu paling tidak bisa diminimalisasi.

Arogansi anggota
Masalah seringkali muncul karena kesombongan masing-masing anggota tim. Masing-masing merasa lebih pandai dan merasa idenya lah yang paling bagus. Sehingga mereka pun sulit menerima gagasan orang lain. Akhirnya timbul pertentangan dan konflik yang cukup berat. Dan bagaimana sebuah tim bisa sukses jika tiap individu bertahan pada egonya masing-masing. Padahal perbedaan pendapat di dalam suatu kelompok adalah hal yang wajar. Justru dari perbedaan tersebutlah suatu tim dapat menemukan formula kerja yang solid. Toh setiap pertentangan selalu ada solusinya bukan?

Tidak ada pendekatan individu
Jika anda ketua kelompok, selain melakukan pendekatan secara kelompok disarankan untuk melakukan pendekatan secara personal. Ketahuilah potensi masing-masing anggota dan berikan semangat positif pada mereka. Karena setiap individu memang memiliki kekuatan yang berbeda. Kemudian secara formal tegaskan tentang sebuah persepsi yang sama.

Dengan mengetahui penyebab kegagalan suatu tim, paling tidak anda akan mengetahui cara mencegah dan mengatasi kegagalan tersebut. Sehingga tim anda pun akan lebih siap menyongsong sukses. Selamat bekerja dalam tim..!




Ketrampilan Komunikasi Verbal
Rabu, 26 Sep 2001 07:58 WIB

Belakangan ini ketrampilan berkomunikasi semakin diperlukan untuk meniti tangga karir. Walaupun seseorang sudah memiliki keahlian dan kemampuan dalam suatu bidang, ketrampilan komunikasi tetap tidak bisa diabaikan. So, apapun keahlian anda harus dibalut oleh kepiawaian berkomunikasi. Bukti-bukti menunjukkan bahwa banyak karyawan yang pandai, mengalami keterlambatan karir karena kurang mahir dalam komunikasi.

Sedangkan orang yang kepandaiannya hanya rata-rata bisa mencapai karir yang baik karena kemahirannya dalam komunikasi. Memang, apapun pekerjaan dan profesi anda, anda tidak bisa menghindar dari komunikasi. Ketrampilan komunikasi secara personal sangat dibutuhkan dalam memuluskan tugas-tugas anda, seperti mengungkapkan ide, negosiasi, presentasi, lobbying, maupun networking. Nah, berikut ini adalah tips melakukan komunikasi verbal untuk menunjang karir anda:

Kekuatan kata
Jangan menggunakan kata-kata yang sulit diucapkan dan dihafalkan. Lebih baik anda menggantinya dengan kata-kata yang lebih mudah dicerna. Tetapi agar kata-kata anda terkesan kuat, gunakan istilah tertentu untuk memperjelas maksud anda. Untuk itu kuasai unsur-unsur bahasa, seperti sinonim, antonim, anonim, ungkapan (idiom), dan kata penghubung. Sehingga anda memiliki kosa kata yang lebih luas dan bernilai tinggi.

Ragam bahasa
Pahami dan kuasai ragam bahasa, baik yang resmi maupun tidak. Baik bahasa lisan maupun tulisan. Dan ketahuilah ragam bahasa dalam suatu kalangan kemudian gunakan bahasa tersebut di kalangan itu. Misalnya bahasa pergaulan di orang-orang perbankan berbeda dengan bahasa orang-orang penerbitan. Dengan demikian anda bisa lebih fleksibel dalam berbahasa tergantung situasi dan kondisi yang tengah anda hadapi. Menguasai ragam bahasa ini termasuk penguasaan anda terhadap bahasa asing. Paling tidak kuasailah bahasa internasional yang paling umum yaitu Bahasa Inggris. Ini akan sangat membantu kelancaran anda dalam berkomunikasi terutama dengan orang-orang asing.

Kekuatan suara
Bagaimana anda bisa berkomunikasi tanpa suara yang jelas? Maka perhatikan kualitas suara dalam komunikasi verbal. Gunakan intonasi dan nada suara, tempo, jeda, dinamika, dan ekspresi suara dengan baik dan benar. Ketika berkomunikasi, usahakan suara nafas tidak terdengar. Kontrol kualitas suara anda dengan baik. Jangan bicara dalam nada yang terlalu cepat tapi juga jangan terlalu lambat. Gunakan kecepatan suara sedang. Sehingga anda tidak kesulitan memenggal kalimat tanpa kehilangan maknanya. Dengan ekspresi suara yang jelas, kalimat-kalimat yang anda ucapkan menjadi lebih jelas dan mudah dipahami.

Hindari aksen daerah
Hindari komunikasi yang menunjukkan aksen atau logat daerah yang terlalu kental. Memang sih jika anda berasal dari daerah tertentu cukup sulit untuk menghilangkan aksennya. Tapi usahakan agar tidak terlalu dominan. Tunjukkan karakter suara yang tegas namun dengan tutur kata yang teratur serta intonasi suara yang tepat.

Menjadi pendengar aktif
Komunikasi yang efektif dapat terwujud karena adanya keseimbangan antara pembicara dan pendengar. Anda bukan hanya bisa berbicara tetapi juga harus bisa menjadi pendengar yang baik. Tentu saja menjadi pendengar yang aktif. Simak ucapan lawan bicara dengan seksama dan dengarkan dengan sensitifitas yang tinggi. Beri respon positif terhadap pembicaraan tersebut dan ungkapkan pendapat anda. Ketahui kapan anda harus berbicara dan interupsi. Jangan lupa pertahankan kontak mata. Kontak mata yang baik menunjukkan empati dan simpati anda terhadap lawan bicara.

Dengan ketrampilan komunikasi yang anda miliki, jalan untuk menuju sukses akan semakin terbuka lebar. So, mulai sekarang pelajari dan tingkatkan ketrampilan komunikasi anda. Lagipula dengan keahlian komunikasi, anda akan mudah diterima dimanapun anda berada. Semoga sukses..!




Lingkungan Kerja Pengaruhi Produktivitas
Selasa, 25 Sep 2001 08:12 WIB

Lingkungan kerja yang nyaman sudah pasti mempengaruhi kelancaran dan produktivitas kerja anda. Tapi bagaimana sih lingkungan kerja yang nyaman itu? Apakah yang ruangannya luas, fasilitasnya lengkap, atau teman-teman kantor yang oke? Ini semua tentu merupakan bagian dari lingkungan kerja yang nyaman. Dan siapapun pasti ingin bekerja di lingkungan yang nyaman kan?

Tahu nggak sih, segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan harus anda ciptakan senyaman mungkin. Coba perhatikan hal-hal yang membuat anda nyaman bekerja sebagai berikut:

- Komputer
Di jaman teknologi canggih begini komputer merupakan fasilitas kerja yang utama. Bahkan banyak perusahaan yang melengkapi fasilitas komputernya dengan internet. Selain untuk memperlancar pekerjaan, internet akan memperkaya wawasan dan pengetahuan anda. Bekerja dengan komputer yang bermasalah selain sangat membuat tidak nyaman tentu akan menghambat produktivitas kerja anda. So, jika komputer anda bermasalah, informasikan segera ke bagian yang biasa menangani kerusakan komputer.

- Kursi dan meja kerja
Mintalah kursi yang membuat anda nyaman dan enak diduduki. Kalau anda duduk di kursi yang kaku akan membuat badan anda pegal-pegal. Akibatnya anda tidak enjoy lagi bekerja. Begitu juga dengan meja anda. Meja yang berantakan dan penuh dengan tumpukan kertas hanya akan membuat anda sakit kepala. Makanya, walau anda sibuk bekerja dengan tumpukan kertas dan dokumen, anda tetap harus menjaga kerapihan meja kerja anda. Sehingga anda tetap dapat konsentrasi bekerja.

- Bahan dan perlengkapan kerja
Bahan dan perlengkapan kerja sebaiknya disusun secara teratur dan diletakkan di tempat yang mudah terjangkau. Jangan sampai waktu kerja anda banyak terpangkas hanya karena lupa meletakkan kamus Bahasa Inggris misalnya. Maka organisasikan dokumen dan bahan-bahan kerja anda dengan baik. Termasuk mengatur letak alat-alat tulis, penjepit kertas, penghapus, penggaris, dll.

- Lampu atau pencahayaan ruangan
Tata lampu yang tidak memenuhi syarat, misalnya remang-remang atau terlalu silau akan membuat mata anda cepat lelah, berair dan tegang. Kepalapun akan terasa berat. Akibatnya kerja pun nggak mood lagi. Nah kalau anda merasa lampu di ruangan kerja anda kurang nyaman, jangan pasrah aja. Bicarakan masalah ini kepada orang-orang yang memang khusus menangani hal itu. Ini demi kebaikan bersama loh.

- Kegaduhan di ruangan
Ruangan yang tenang tanpa suara-suara yang bising akan meningkatkan konsentrasi kerja anda. Maka hindari suara-suara yang mengganggu konsentrasi. Jika ada televisi di ruangan kerja anda, kecilkan volume suaranya. Seandainya anda ingin mendengarkan musik dari komputer anda, dengarkan dengan suara yang pelan. Kalau anda tidak mau diganggu dengan suara-suara telpon di meja anda, pesankan pada operator untuk menghandel telpon-telpon untuk anda kecuali berita yang sangat penting. Begitu juga dengan ponsel anda. Matikan ponsel saat jam-jam sibuk dimana pekerjaan masih menumpuk.

- Teman-teman kerja
Anda pasti setuju bahwa teman-teman kerja yang menyenangkan plus kooperatif sangat mempengaruhi kenyamanan anda di kantor. Sebaliknya jika anda berada di antara teman-teman kerja yang saling iri dan menjatuhkan pasti sangat sengsara bukan? Untuk itu, mulailah dari diri anda sendiri. Jadilah karyawan yang menyenangkan dan menghargai rekan lain, serta bertanggung jawab terhadap tugas anda. Sehingga rekan-rekan pun akan lebih menghargai dan respek terhadap anda. Dengan demikian, anda dan rekan-rekan akan menjadi satu tim yang kompak dan solid.

Nah sudahkah anda bekerja di lingkungan yang nyaman? Jika belum, mungkin anda bisa menciptakan kenyamanan bagi diri anda sendiri. Karena sekali lagi suasana kerja yang nyaman akan menambah produktivitas anda. Anda setuju..? Selamat bekerja dalam lingkungan yang nyaman dan menyenangkan..!




Tips Berpacu dengan Waktu
Senin, 24 Sep 2001 10:28 WIB

Belakangan ini rasanya waktu semakin cepat berlalu. Pasti anda juga merasakannya bukan? Apalagi bagi anda yang full kegiatan setiap harinya. Kayaknya baru kemarin hari Senin sekarang udah hari Senin lagi. Waktu sebulan itu sepertinya sama aja dengan waktu seminggu. Nah, cepatnya waktu berputar itu menuntut anda untuk bergerak lebih cepat pula.

Kalau anda santai-santai saja tanpa melakukan sesuatu yang berarti, anda akan jauh tertinggal. Ibaratnya, yang lain nyaris sampai di garis finish anda masih saja jalan di tempat. Nah, anda nggak mau kan jadi orang yang tertinggal? Agar mampu mengejar waktu, anda perlu merencanakan sesuatu. Apa yang akan anda kerjakan di hari esok sebaiknya anda rencanakan dari sekarang. Nah, coba deh tips berikut ini:

- Setiap akhir bulan tuliskan di atas selembar kertas apa saja yang harus anda capai bulan depan. Buatlah deadline pribadi, kapan batas waktu anda harus menyelesaikannya. Kalau perlu buatlah sanksi pribadi jika anda tidak mencapai deadline.

- Rincilah target-target yang akan anda capai. Karena cara ini akan memudahkan anda melalui tahapan-tahapan operasionalisasi kerja. Lagipula dengan target, anda akan terpacu untuk lebih giat bekerja demi mencapai target tersebut.

- Jika pekerjaan anda berkaitan dengan divisi lain, buatlah catatan dan informasikan kepada masing-masing pihak. Agendakan jadwal pertemuan untuk membicarakan kerja tim ini. Jika ada kesulitan, segera bicarakan solusinya bersama-sama. Semakin cepat mencari solusi semakin cepat pula masalah pekerjaan akan selesai.

- Jangan memanjakan sikap malas anda. Gunakan setiap waktu seefisien mungkin. Jangan mengkorupsi waktu kerja anda dengan beristirahat terlalu lama, asyik bicara di telepon, atau keterusan chatting dan berkirim email yang tak penting. Tapi tentu saja, bukan berarti anda harus kejam terhadap diri sendiri. Jika waktu isitirahat tiba, anda pun harus beristirahat untuk mengusir kepenatan anda. Lagipula istirahat yang cukup akan mengembalikan gairah kerja anda.

Nah sudahkah anda melakukannya? Kalau anda melakukannya, anda telah siap berpacu dengan waktu. Dan waktu pun tidak akan meninggalkan anda. Ingat, kberhasilan anda di hari esok tak lepas dari apa saja yang anda lakukan hari ini. Jika anda merencanakan hari esok dengan baik, anda pun akan menyongsong hari esok yang lebih cerah. Selamat bekerja..!


Persiapan Terjun ke Bisnis
Senin, 24 Sep 2001 08:19 WIB

Di jaman yang masih penuh ketidakpastian ini menuntut anda untuk selalu siap menghadapi kemungkinan terburuk. Kalau perusahaan anda tengah heboh dengan isu-isu PHK, nggak ada salahnya anda mempersiapkan diri untuk terjun ke bisnis, walau cuma kecil-kecilan. Nah mulai sekarang pikirkan deh bisnis apa yang bisa anda jalani.

Kalau anda jago masak, coba aja anda bisnis rumah makan. Kalau anda gape menjahit, terima jahitan boleh juga tuh dicoba. Tapi tentu saja ada sejumlah persiapan sebelum anda memutuskan untuk berbisnis. Ingat, persiapan untuk menghadapi bisnis begitu panjang. Selain modal dan riset pasar, anda juga perlu memperhatikan hal-hal lain yang menyangkut kapabilitas untuk mengelola bisnis sendiri. Hal-hal tersebut adalah:

- Siap menghadapi resiko
Kesiapan untuk menghadapi berbagai resiko adalah hal mutlak untuk suatu bisnis. Jangan pernah menganggap angin lalu masalah yang anda hadapi dalam bisnis. Pikirkan solusi untuk menyelesaikan masalah anda. Misalnya bagaimana cara menghadapi kenaikan harga-harga bahan pokok. Kalau perlu diskusikan masalah yang anda hadapi dengan rekan-rekan bisnis anda.

- Hadapi realitas
Dalam dunia bisnis, kepuasan pelanggan adalah hal utama. Maka anda harus mengetahui apa yang diinginkan pelanggan, bukan apa yang anda inginkan. Perhatikan apa saja yang diinginkan pasar. Jika anda memenuhi keinginan pasar dan pelanggan, mereka akan puas. Sebaliknya jika bisnis yang anda jalankan hanya berdasarkan keinginan anda, bisnis anda akan sulit maju.

- Perkuat jaringan usaha
Semakin kuat dan luas jaringan usaha anda semakin besar pula kemungkinan bisnis anda untuk sukses. So, jangan berhenti untuk memperluas jaringan bisnis anda. Dalam setiap kesempatan jangan ragu untuk memperkenalkan bisnis anda. Ikuti kegiatan atau acara yang memungkinkan untuk memperkenalkan bisnis anda.

- Jaga Kepercayaan
Kepercayaan merupakan hal penting dalam bisnis. Tanpa kepercayaan anda tidak akan pernah memperoleh pelanggan. Untuk menjaga kepercayaan ini antara lain dengan cara menjaga kualitas produk dan kualitas pelayanan. Berikan servis atau pelayanan yang memuaskan kepada pelanggan. Jangan lupa tersenyum setiap kali berhadapan dengan pelanggan. Dan dengarkan keluhan serta saran dari mereka. Jangan sekalipun menurunkan kualitas produk ketika anda sudah mendapatkan banyak pelanggan. Sekali mutu kualitas produk anda menurun, pelanggan akan berpikir untuk berpaling dari bisnis anda.

Selanjutnya, bersikaplah optimis. Yakinlah kalau usaha anda akan sukses. Toh jika anda ulet dan tekun, sukses berbisnis bukanlah hal yang mustahil. Selamat berbisnis...!


Ingin Sukses? Kembangkan Imajinasi
Jumat, 21 Sep 2001 08:59 WIB

Apakah selama ini anda sulit meraih sukses? Rasanya selalu saja ada halangan yang menghadang langkah anda. Jangan lantas pesimis! Tahukah anda apa yang anda butuhkan dalam meraih sukses itu? Jawabannya adalah 'imajinasi'! Kenapa? Samuel A. Cypert dalam bukunya 17 Principles of Success mengatakan bahwa imajinasi merupakan modal awal bagi seseorang untuk meraih sukses yang diinginkannya.

Orang yang tidak memiliki imajinasi seringkali mengalami hidup yang monoton. Ia selalu melewati jalur hidup yang itu-itu saja tanpa variasi berarti. Orang yang miskin imajinasi tidak pernah berpikir untuk mencoba jalan lain ataupun berspekulasi melewati jalan yang sama sekali baru. Akibatnya, berkembang perasaan pesimis dan apatis terhadap tujuan hidup. Akhirnya jalan untuk menuju sukses pun semakin tertutup.

So, jika anda ingin sukses atau katakanlah ingin berhasil di bidang anda, jangan ragu untuk berimajinasi. Tetapi tentu saja imajinasi yang masih relevan dan masuk akal. Maksudnya, sukses yang anda imajinasikan adalah sukses yang berkaitan dengan kemampuan anda. Misalnya, jika anda seorang penulis pemula, imajinasikan bahwa suatu saat anda akan menjadi penulis terkenal dan handal.

Jika anda hobi menyanyi bayangkanlah bahwa anda akan menjadi seorang penyanyi. Nggak perlu membayangkan terlalu jauh akan menjadi penyanyi internasional, tetapi untuk sementara bayangkanlah anda menjadi penyanyi yang dikenal di negeri sendiri. Jika anda wiraswastawan, bermimpilah bahwa suatu saat anda akan menjadi pemilik suatu perusahaan.

Menurut Samuel, imajinasi yang anda kembangkan merupakan pemicu yang mendorong anda untuk bergerak melakukan sesuatu. Anda akan punya kekuatan untuk mencapai imajinasi. Walau anda tidak langsung dapat meraihnya, tetapi melalui usaha yang bertahap suatu saat imajinasi, mimpi, dan fantasi anda akan menjadi kenyataan.

Memang imajinasi dan mimpi tidak pernah bisa terwujud tanpa usaha apapun. Jika anda hanya bisa berharap sambil mengkhayalkan kesuksesan, anda tidak akan pernah menggenggam sukses itu. Paling tidak, dengan imajinasi yang anda miliki, anda dapat menyusun langkah-langkah dan rencana untuk mencapai tujuan anda. Karena itu, seorang yang penuh imajinasi pun harus jeli melihat peluang. Jika anda bisa menggabungkan imajinasi, harapan, rencana, peluang, dan kerja keras, imajinasi anda akan berubah menjadi sukses yang paling indah dalam hidup anda.

Memang, hasilnya tidak akan anda rasakan dalam waktu singkat. Bisa jadi anda baru merasakan hasilnya selama setahun, tiga tahun, atau bahkan lima tahun. Ini bukan masalah, yang penting anda tetap memiliki semangat untuk mendekati mimpi anda. Selamat berimajinasi dan meraih mimpi-mimpi anda.