Rehatzxx Septemberzx
KESULITAN? ATASI SEKARANG JUGA!
(Brian Cavanaugh)
Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang
petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu
besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di
sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak
baik.
Hari ini mata bajaknya pecah kagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua
kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan
untuk melakukan sesuatu pada batu itu.
Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu.
Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar 6
inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu
biasa. Kemudian ia menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia
teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun
oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.
Pepatah mengatakan, semakin jauh kita meletakkan benda dari cahaya,
semakin besar bayangannya di dinding. Kita sering ditakuti oleh bayangan
seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita
mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi
persoalan anda sekarang.
Have a positive day!
Always Changing
(Joseph Walker)
Please excuse me if I'm a little pensive today.
Mark is leaving, and I'm feeling kind of sad.
You probably don't know Mark, but you might be lucky enough to know
someone just like him. He's been the heart and soul of the office for a
couple of years, combining exemplary professional skills with a sweet
nature and gentle disposition. He's never been all that interested in
getting credit for the terrific work he does. He just wants to do his
job, and to do it superbly well.
And now he's moving on to an exciting new professional opportunity. It
sounds like it could be the chance of a lifetime, and we're genuinely,
sincerely pleased for him. But that doesn't make it any easier to say
goodbye to a dear friend and trusted colleague.
Life has a way of throwing these curve balls at us. Just when we start
to get comfortable with a person, a place or a situation, something
comes along to alter the recipe. A terrific neighbor moves away. Someone
in the family graduates. A child finds new love and loyalties through
marriage. The family's principle bread-winner is laid off.
Our ability to cope with change and disruption determines, to a great
degree, our peace, happiness and contentment in life.
But how do we do that? Philosophers have considered the question for
centuries, and their responses have been varied. According to the author
of the Biblical book of Ecclesiastes, comfort can be found in
remembering that "to every thing there is a season, and a time to every
purpose under heaven." Kahlil Gibran urged his listeners to "let today
embrace the past with remembrance, and the future with longing."
A friend of mine who works for the government is fond of reminding his
fellow bureaucrats that "survivability depends upon adaptability." And
then there's Chris, the California surf-rat, who once told me that the
answer to life's problems can be summed up in four words: "Go with the
flow."
"It's like surfing," Chris explained. "You can't organize the ocean.
Waves just happen. You ride 'em where they take you, then you paddle
back out there and catch the next one. Sure, you're always hoping for
the perfect wave where you can get, like, you know, totally tubular. But
mostly you just take 'em the way they come. It's not like you're trying
to nail Jell-O to a tree, you know?"
I'm not exactly sure, but I think Chris was saying that life is a series
of events -- both good and bad. No matter how deft your organizational
skills, there will always be life-influencing factors over which you
have no control. The truly successful person expects the unexpected, and
is prepared to make adjustments should the need arise -- as it almost
always does.
That doesn't mean you don't keep trying to make all your dreams come
true. It just means that when things come up that aren't exactly in your
plan, you work around them -- and then you move on. Of course, some
bumps along the road of life are easier to take than others. A
rained-out picnic, for example, is easier to cope with than the sudden
death of a loved one. But the principle is the same.
"Change, indeed, is painful, yet ever needful," said philosopher Thomas
Carlyle. "And if memory have its force and worth, so also has hope."
We're going to miss Mark, just like you'll miss that graduate, that
neighbor or that newlywed. But rather than dwell on the sadness of our
parting, we'll focus on our hopes for a brighter future -- for him, and
for us. And then we'll go out and do everything we can to make that
future happen.
Until our plans change -- again.
Daily Wisdom Words (46)
Integritas seseorang diukur dengan tingkah lakunya bukan profesinya.
(Junius)
Jangan terlalu mencemaskan kepercayaan diri anda. Cemaskan karakter
anda.
Integritas adalah imbalannya. (Dr. Laura Schlessinger)
Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh
akan
mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)
Kehormatan manusia adalah pengetahuannya. Orang-orang bijak adalah suluh
yang menerangi jalan setapak kebenaran. Di dalam pengetahuan terletak
kesempatan manusia untuk keabadian. Sementara manusia bisa mati,
kebijakan
hidup abadi. (Ali)
Raja mengatur orang. Orang bijak mengatur raja. (Abu al-Aswad)
Kisah Kasih Kadal
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. di Jepang biasanya rumah memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu.
Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di
antara ruang kosong itu karena kakinya terjerat pada sebuah paku. Dia
merasa kasihan sekaligus penasaran.
Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu sejak rumah itu pertama kali dibangun 10 tahun lalu. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun???
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya.... Ahhhh!
Orang itu merasa terharu melihat hal tersebut. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta... tentu cinta yang indah. Cinta dapat terjadi
bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.
Sungguh, ini tidak lain merupakan satu bagian (kecil) dari cara Allah
memelihara ciptaan2-Nya. Kepada orang2 yang dikehendaki-Nya, Dia
memperlihatkan keajaiban2 seperti hal diatas agar semakin yakinlah orang2 yang beriman kepada-Nya.
Curhat seorang Opa
SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA2 YANG MASIH MUDA
(True Story By Haryati)
Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.
Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sang sahabat tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Lalu sang sahabat mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.
Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Apapun keinginan Anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.
Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.
Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.
Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.
Sejak itu sang sahabat selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.
Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali sang sahabat membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.
Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.
Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.
Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.
Tiada yang Sempurna
Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orang sahabat yang terpisah
sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.
Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah dulu yang kemudian
berlanjut dengan kehidupan mereka masing-masing saat ini.
"Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?" tanya yang seorang
kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.
"Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna.
Itulah sebabnya sampai saat ini aku masih melajang. Dulu sih di Bandung
aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian
aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku, namun
ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya,
dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ"
"Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanita rupawan nan ramah dan
dermawan. Hatiku bergetar dibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah
wanita ideal bagiku. Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak
tingkah dan tidak bertanggung jawab.
"Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan
kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir. Hingga suatu
hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia
demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor. Aku pikir
inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku."
"Lantas," sergah temannya yang sedari tadi mendengarkan, "Apa yang
terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?"
Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.
Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan ini menjawab,"Baru belakangan
aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna.
Pohon Apel
NICE STORY
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini
bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin
sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu
memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya
waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf
aku pun tak memiliki rumah.
Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata
pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat
anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon
apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku," kata
pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup
tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah
kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf
anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah
apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon
apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu."Aku
benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah
sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar
pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari,
marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.
Kaca Jendela Yang Kotor
Dari ruang kerjanya, di sebuah gedung perkantoran yang megah, seorang
pengusaha menertawakan kaca jendela pesaingnya yang berada di seberang kantornya.
Katanya, "Jendelanya pasti adalah jendela yang paling kotor di kota ini,"
ejeknya pada setiap orang yang datang menemuinya.
Suatu hari seorang bijak mampir ke kantornya. Seperti biasa, pengusaha ini
menunjuk ke seberang kantornya, ke arah kantor pesaingnya, dan berkata,
Lihat betapa kotor jendela pesaingku itu.
Orang bijak ini tersenyum lalu menyarankan pada pengusaha ini untuk
membersihkan kaca jendelanya terlebih dahulu. Pengusaha ini pun memenuhi saran dari si orang bijak.
Sesaat setelah kaca jendelanya dibersihkan ia berkomentar, "Betapa
mengherankan, begitu aku membersihkan kaca jendelaku, pesaingku ternyata juga membersihkan kaca jendelanya. Kaca jendelanya kini tampak bersih."
Sesuatu yang tampak kotor mungkin disebabkan oleh pandangan kita sendiri yang buram.
Masalah Adalah Tantangan
Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
MASALAH adalah TANTANGAN
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah dalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.
Bunga rampai (hikmah):
Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya berhenti pada langkah pertama!
Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah msalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.
Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!
Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.
Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar. "Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu." Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
Diolah dari Buku Motivasi Net, 2004
Things Don't Change, You Change!
Berani berubah.
Berani keluar dari zona kenyamanan (comfort zone).
Rupanya itulah salah satu resep orang-orang sukses. Bagaimanapun
kondisi mereka, kekurangan mereka, kelemahan mereka, semua itu tidak
menjadi sebuah kendala. Lihatlah Julius Caesar, meski menderita
epilepsy, ia berhasil menjadi seorang jenderal dan kemudian menjadi
kaisar. Lalu juga Napoleon, walau berasal dari keluarga sederhana,
juga berhasil menjadi jenderal. Bethoven bahkan menulis beberapa
lagu terbaiknya justru sesudah telinganya tuli sama sekali. Atau
Charles Dickens yang menjadi novelis Inggris terbesar meski kakinya
pincang dan lahir dari keluarga yang sangat miskin. Atau Milton yang
menggubah sajak-sajaknya yang paling indah bahkan sesudah ia menjadi
buta.
Orang-orang ini sanggup mengubah kekalahan jadi kemenangan,
kekurangan jadi prestasi. Itulah orang-orang yang yakin bahwa
keunggulan, kemenangan, keberhasilan dan kejayaan adalah fungsi
garis lurus dari kemauan dan keberanian untuk berubah. Semua memang
bergantung bagaimana sikap pikiran kita menghadapi gejolak kehidupan.
Apakah benar kita sudah berubah? Apa tanda-tandanya? Jika benar kita
sudah melakukan perubahan, biasanya kita akan mengalami situasi yang
tidak nyaman. Karena setiap perubahan pasti menuntut kita keluar
dari zona kenyamanan (comfort zone). Itulah sebabnya tidak banyak
orang yang benar-benar menyukai perubahan. Sebab untuk berubah ke
arah yang lebih baik, biasanya memang tidak gratis dan memang tidak
nyaman. Ada 'harga' yang harus kita bayar! Entah itu pengendalian
sikap kita, pengorbanan waktu kita, fokus pikiran kita, bahkan
terkadang bisa jadi terimbas juga pada keluarga kita.
Berubah berarti keluar dari kebiasaan-kebiasaan lama, membentuk
kebiasaan-kebiasaan baru. Berhenti bekerja dengan cara-cara lama
(yang biasanya sudah rutinitas), lalu terpaksa belajar lagi untuk
bisa bekerja dengan cara-cara baru (tentu saja ini tidak terlalu
nyaman). Akan tetapi, siapapun yang mau melakukannya, dan bersedia
untuk keluar dari zona kenyamanannya, insyaAllah 99,9% pasti akan
berhasil melaluinya. Sedang mereka yang masih dikuasai bisikan untuk
menentang perubahan, dengan tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan
lama pasti akan tergilas, tertinggal, dan gagal.
Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, lakukanlah dengan cara yang
berbeda. Untuk mengubah nasib ya berubahlah. Kalau kita kita mau
mengubah arah, kita akan berakhir di tempat yang sama.
Memang yang paling sulit adalah mengubah sikap atau attitude kita.
Betapa tidak, selama ini kita sangat suka dan nyaman dengan sikap
itu. Lalu tiba-tiba kita harus mengubah sikap-sikap yang biasanya
kita suka itu menjadi sikap-sikap baru! Kalau selama ini kita
tergolong orang yang senang dilayani, tentu tidak mudah untuk segera
berubah menjadi manusia baru: suka melayani. Kalau kita terbiasa
tidur sampai matahari terbit, tentu tidak mudah untuk bangun shalat
malam. Kalau biasanya kita begitu mudah tersinggung bahkan naik
pitam, tentu sedikit lebih sulit untuk menjadi lebih sabar. Kalau
kita takut melakukan sesuatu yang baru, tentu sulit untuk segera
memulainya, sehingga selalu saja ada ribuan alasan untuk terus
menundanya.
Berubahlah. Tinggalkan zona kenyamanan. Memang akan ada tekanan dari
berbagai arah. Ada banyak pergolakan batin. Ada banyak keluhan atas
berbagai kesulitan. Akan banyak gejolak emosi yang menghimpit. Tapi
itu adalah sebuah keniscayaan. Suatu jalan yang mau tidak mau
terpaksa harus kita tempuh. Itulah sebuah pertanda jalan yang kita
tempuh memang benar. Tidak mudah memang. Tetapi teruslah berjalan....
oleh : Nilnaiqbal - www.editorku.com
Membangun Personal Branding Online
Berhentilah sebentar dari aktivitas anda membaca artikel ini. Bukalah google.com, dan tulislah nama anda lengkap, dalam tanda petik. Misalnya "Dini Hari Bintang Gemilang". Dengan tanda petik, berarti hanya halaman web yang memuat frasa lengkap persis seperti itu yang akan ditampilkan. Kalau tanpa tanda petik, yang akan muncul adalah setiap halaman web yang memuat keempat kata tadi.
Sudah? Berapa record yang anda dapatkan? Di atas 1000? Di atas 500? Di atas 100? Sekitar 25? Atau tidak ada sama sekali? Halaman mana saja yang memuat nama anda? Saat ini internet praktis sudah menjadi hampir segalanya bagi masyarakat dunia. Internet sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia modern. Dengan internet, orang bisa terhubung dengan ribuan, atau bahkan jutaan orang di berbagai belahan dunia tanpa hambatan yang berarti. Jadi, internet telah menjadi media informasi yang amat sangat unggul, kalau kita tak mau memakai istilah "tanpa batas".
Dalam diskusi kita mengenai personal brand, kita sudah berbicara bahwa personal brand adalah soal komunikasi. Kalau pun anda orang dengan keahlian sekelas "guru", tapi kalau keahlian itu tidak terkomunikasikan dengan baik, apa artinya? Jumlah nama anda di halaman web adalah salah satu alat ukur yang cukup akurat mengenai sejauh mana nama anda terkomunikasikan di dunia maya.
Mungkin anda bertanya: siapa saja yang menuliskan nama anda di jagad maya itu? Pertanyaan bagus, karena jawaban atas pertanyaan itu justru akan menggarisbawahi jalur-jalur komunikasi atas nama anda. Mari kita lihat. Nama seseorang akan "nyantol" di halaman web dengan beberapa cara. Pertama, bisa jadi nama seseorang nyantol di web karena yang bersangkutan aktif di mailing list, dan kemudian tulisan di mailing list itu terdokumentasikan di halaman web. Semakin banyak tulisan di milis yang terdokumentasikan di halaman web, semakim banyak record seseorang di google.com atau search engine yang lain.
Kedua, masih mirip dengan yang pertama, mungkin anda menulis di media internet, dan anda menulis nama jelas anda. Jelas, ini akan menambah record anda di mesin pencari. Ketiga, mungkin saja anda menulis di media cetak, kemudian ada orang yang tertarik dengan tulisan anda, lantas memajang tulisan anda di situs web mereka. Ada beberapa tulisan offline saya yang dipajang apa adanya di internet. Keempat, bisa jadi anda ahli di bidang tertentu, kemudian ada orang yang menulis tentang anda di internet.
Bagaimanapun cara nama anda terpajang di internet, sadar atau tidak, hal itu akan menentukan persepsi publik terhadap siapa diri anda. Sebab, sekali lagi jaman ini adalah jaman internet, yang serba terbuka. Kalau anda mengajukan sebuah proposal karya arsitektur (kalau anda seorang arsitek), atau proposal solusi keuangan (kalau anda seorang financial planner) atau mengajukan proposal solusi marketing (kalau anda seorang konsultan pemasaran), jangan kaget kalau calon client anda besok menelepon anda dan langsung mengajak anda menandatangani kontrak. Tetapi juga jangan kaget kalau yang terjadi sebaliknya. Mengapa, karena mereka melacak anda di Internet dan menemukan bahwa anda adalah seorang pakar di bidang anda. Atau sebaliknya, anda terlalu banyak dicemooh di internet. Atau, tak ada satu record pun mengenai nama anda di internet.
Saya masih ingin menulis tulisan lain mengenai personal branding online. Tetapi sebelum masuk ke sana, saya ingin mengingatkan anda, watch your offline personal brand. Sebab, dunia internet bisa sangat kejam terhadap seseorang. Anda mungkin tahu, ada seorang yang oleh media cetak disebut-sebut sebagai pakar teknologi informasi, dihajar habis di internet melalui milis dan blog. Bahkan ada orang yang dengan sengaja membuat satu situs web, berformat blog, dengan nama xyxwatch.com (xyz adalah nama orang itu). Seorang pengusaha berbasis internet asal Bandung juga jadi bulan-bulanan di internet karena bisnisnya dinilai tidak etis.
Saya tidak ingin ikut latah membuat penilaian atas kedua orang itu. Yang ingin saya sampaikan dalam obrolan kita ini adalah bahwa siapa anda di dunia nyata, bisa terekspos secara berlebihan di internet. Termasuk sisi baik diri anda di dunia nyata. So, bukankah ini peluang untuk kita?
Bagaimana cara menambah hasil pencarian atas nama anda di Internet [melalui google misalnya]? Dalam tulisan terdahulu saya mengemukakan cara-cara yang bersifat pasif. Anda seorang ahli, kemudian anda dikutip oleh media online, atau dikutip oleh media offline dan kemudian dionlinekan, atau tulisan anda di media cetak di-online-kan entah oleh siapa. Itulah sebabnya saya menyebut langkah ini sebagai cara pasif.
Maka pertanyaannya, mengapa anda tidak mulai melakukan langkah yang lebih aktif dengan cara menempatkan nama anda di internet sendiri? Ingat, sikap aktif anda akan sangat penting karena di sana anda mempunyai peluang yang lebih besar untuk mengendalikan personal brand anda. Melalui cara ini anda berkesempatan untuk menceritakan sisi sisi tertentu saja dari hidup anda. Sisi-sisi hidup lain yang menurut anda tidak perlu diketahui publik tidak perlu disajikan di sana. Kontrol seperti ini tidak bisa dilakukan dengan metode pasif. Dalam metode pasif citra anda ditentukan oleh wartawan atau oleh siapapun yang mengapresiasi (atau membenci dan memarahi) anda.
Salah satu usaha untuk melakukan personal branding secara online adalah dengan membangun personal website. Melalui situs personal itu, anda bisa bercerita kepada pembaca mengenai siapa sejatinya diri anda. Sekali lagi, isi dari situ situ sepenuhnya berada dalam kendali anda. Kalau seorang wartawan hanya menulis isi presentasi anda di satu seminar, anda bisa menambahkan bahwa anda memang ahli dalam bidang yang anda sajikan. Lebih dari itu, anda bisa menyajikan portofolio atas keahlian itu. Kalau anda seorang dokter jantung yang hebat, mengapa tidak menceritakan kasus-kasus yang berhasil anda tangani? Kalau anda seorang pelukis, mengapa tidak anda foto lukisan anda, kemudian anda pajang foto itu di situs personal anda? Kalau anda seorang arsitek, mengapa tidak anda pajang karya-karya anda di sana? Dengan langkah-langkah tersebut di atas, anda bisa meyakinkan pengunjung situs anda, bahwa anda memang seorang pakar pada bidang tertentu.
Harus diakui bahwa di Indonesia situs personal memang belum begitu banyak dibangun. Tetapi di dunia internasional kita bisa dengan mudah menemukannya. Sebut saja beberapa situs yang entah berapa kali saya kunjungi seperti www.michelledunn.com (Michelle Dunn, self publisher), www.petermontoya.com (Peter Montoya, pakar personal branding), dan jutaan yang lain.
Praktis kini tidak ada masalah yang berarti untuk bisa membuat situs personal. Sebuah nama domain kini bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp100.000 per tahun, sedangkan sewa server sebesar 25 megabyte cukup dengan uang Rp120.000 per tahun. Proses editingnya juga sederhana, misalnya menggunakan Microsoft Publisher, Microsoft Frontpage (keduanya mirip MS Word), Dreamweaver dll.
Kini, sebagai kelanjutan dari situs web pribadi, kita juga mengenal yang disebut web-log. Pada dasarnya weblog adalah situs personal, tetapi mempunyai ciri lebih. Ciri lebih dari weblog adalah jaringan-jaringan yang [mungkin] dibentuknya. Kalau personal web umumnya berciri statis, weblog umumnya lebih dinamis. Personal web umumnya dibangun sekali jadi, dan sesekali saja diperbarui (update). Tetapi tidak demikian dengan weblog. Orang biasanya mengupdate weblognya secara berkala, bahkan ada yang harian, malah ada yang lebih dari sekali dalam sehari.
Update pada weblog bisa bermacam macam, mulai dari pendapat pribadi, kesan-kesan pribadi, sekadar catatan harian, komentar atas tulisan orang lain, atau apapun juga, karena yang membatasi praktis hanya kreativitas yang bersangkutan. Semakin kreatif seseorang, semakin tak terbatas isi yang bisa dituangkan dalam weblog.
Yang menarik adalah bahwa weblog mempunyai jaringan ke belakang maupun ke depan. Yang saya maksud dengan jaringan ke belakang adalah bahwa seorang penulis blog bisa merujuk pada apapun yang sudah lebih dulu ada di internet. Membaca tulisan ini, anda bisa menjadikannya rujukan pada weblog anda dengan cara membuat link dari halaman web anda ke halaman artikel ini. Anda juga bisa merujuk tulisan orang lain di media lain, atau situs lain, atau perpustakaan lain. Dengan demikian pengunjung web anda akan dituntun menuju berbagai sumberdaya internet yang tak terbatas. Maka jangan heran kalau weblog anda kemudian praktis menjadi portal pribadi. Kalau weblog anda mengkhususkan diri mengenai autis misalnya, orang akan cukup masuk ke weblog anda, dan dari sana bisa lari ke berbagai penjuru dunia autis.
Yang saya maksud dengan jaringan ke depan adalah bahwa orang lain juga bisa melakukan hal yang sama atas weblog anda. Saya, misalnya, bisa membangun link di halaman weblog saya ke halaman tertentu dalam weblog anda, atau ke dalam keseluruhan weblog anda. Bahkan, kalau anda mau, anda bisa membuat ruang interaksi dengan pembaca anda. Misalnya, di bawah tulisan anda, orang bisa memberi komentar apapun. Dan, inilah enaknya, anda tetap punya wewenang untuk mengedit komentar-komentar itu. Kalau menurut anda komentar A tidak produktif untuk personal brand anda, anda bisa menghapusnya begitu saja.
Bagaimana membuatnya? Gampang. Ada begitu banyak software gratis yang bisa dipakai seperti di www.blogger.com. Kemudian anda bisa menempatkan hasil editan weblog anda di web personal anda atau di server gratis seperti www.blogspot.com misalnya. Atau di blognya www.friendster.com.
Lantas anda bertanya, tetapi bagaimana caranya agar orang lain mengenal situs personal maupun weblog anda? Tidak terlalu bermasalah. Kalau anda membaca tulisan saya sebelumnya tentang milis, anda pasti akan berteriak "aha". Cara yang paling sederhana adalah dengan menuliskan alamat situs web personal anda di akhir email anda, entah yang dikirim untuk pribadi-pribadi tertentu maupun dikirim (terutama) melalui milis.
Yakinlah, situs personal dan weblog akan sangat berguna bagi anda untuk membangun dan mengendalikan personal brand anda. Mungin ini bukan bukti, tetapi saya mengenal cukup banyak orang hanya karena situs personalnya. Ada yang kemudian kenal secara pribadi, ada yang sekadar saya tahu betapa orang ini memang hebat.
(Oleh: Her Suharyanto)
* Her Suharyanto adalah penulis independen, kini sedang menangani penulisan buku sejarah sebuah institusi.
Apakah Anda Pemimpin Yang Hebat?
Sebagian kita adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Jika anda punya satu orang anggota saja, maka anda adalah seorang pemimpin.
Dalam bukunya yang amat terkenal, Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda, John C. Maxwell berkata, "Mengubah pemimpin berarti mengubah organisasi. Menumbuhkan pemimpin, menumbuhkan organisasi."
Artinya? Perusahaan atau organisasi tidak akan berubah dan tidak akan berjalan ke arah yang dicita-citakan, apabila para pemimpinnya sendiri, di bagian apapun, tidak berubah dan tidak tumbuh. Sebuah organisasi tidak bisa tumbuh di luar sampai para pemimpinnya sendiri tumbuh di dalam.
Jika seluruh unit kepemimpinan berubah secara positif, maka pertumbuhan organisasi atau perusahaan akan terjadi secara otomatis. Pemimpin yang lemah sama dengan organisasi yang lemah. Pemimpin yang kuat sama dengan organisasi yang kuat. Segala-galanya akan naik atau turun, sesuai dengan kekuatan kepemimpinan.
Kita mungkin juga bisa sepakat bahwa perbedaan antara perusahaan yang baik dengan perusahaan yang hebat juga adalah kepemimpinan. Apakah Anda bersedia jadi pemimpin yang hebat?
Syaratnya, mau berubah ! Apa ada pemimpin yang menolak perubahan? Banyak.! Perlawanan terhadap perubahan adalah sesuatu yang universal sifatnya, menyerang semua kelas dan budaya. Sekalipun sudah ditunjukkan berbagai fakta kebenaran dan bukti nyata, tetap saja banyak pemimpin yang tidak mau mengubah sikap dan pikirannya.
Maxwell mengambil sebuah kisah yang amat menarik tentang Henry Ford yang gagal memimpin dunia otomotif lantaran ia tidak mau berubah, seperti yang dilukiskan dalam biografi Robert Lacy yang laris, Ford: The Man and the Machine. Lacy mengatakan Ford adalah orang yang begitu mencintai mobil model T yang diciptakannya sehingga ia tidak mau mengubah satu baut pun pada mobil itu. Dia bahkan mendepak William Knudsen, karena Knudsen berpikir dia melihat kemerosotan Model T.
Itu terjadi tahun 1912, ketika Model T baru berumur empat tahun dan sedang berada di puncak popularitasnya. Saat itu Ford baru saja kembali dari perjalanan pesiar di Eropa, dan dia pergi ke garasi Highland Park, Michigan, dan melihat rancangan baru yang diciptakan Knudsen.
Para montir yang ada disana mencatat bagaimana Ford sesaat menjadi mata gelap. Dia memandangi kilatan cat merah pada versi Model T yang rendah yang dianggapnya sebagai versi yang buruk dari rancangan Model T yang disayanginya. "Ford memasukkan tangan ke dalam sakunya, dan dia berjalan mengelilingi mobil tiga atau empat kali," kata para saksi mata menceritakan. "Itu adalah mobil empat pintu, dan atapnya diturunkan. Akhirnya, dia pergi ke sisi kiri mobil, dan dia mengeluarkan tangannya, memegang pintu, dan gubrak! Dia merenggutkan pintu sampai copot! . Bagaimana orang itu melakukannya, saya tidak tahu! Dia melompat masuk, dan gubrak! Copot pula pintu lainnya. Hancurlah kaca depan. Dia melompat ke jok belakang dan mulai memukuli atap. Dia merobek atap dengan tumit sepatunya. Dia menghancurkan mobil sebisa-bisanya."
Knudsen keluar dan pergi ke General Motors. Henry Ford terus memelihara Model T. Tetapi perubahan desain dalam model pesaing membuatnya menjadi lebih kuno daripada yang diakuinya. Kendati General Motor mengancam akan mendahului Ford, sang pencipta tetap menginginkan kehidupan membeku di tempatnya.
Contoh berikut pun cukup menarik. Selama berabad-abad orang percaya bahwa Aristoteles benar, dengan teorinya: bahwa semakin berat suatu benda, semakin cepat benda itu jatuh ke tanah. Pada waktu itu Aristoteles dipandang sebagai pemikir terbesar sepanjang zaman dan karena itu tentu saja dia tidak mungkin salah. Padahal yang diperlukan hanyalah seorang yang berani untuk mengambil dua buah benda, yang satu berat dan lainnya ringan, lalu menjatuhkannya dari ketinggian yang cukup untuk melihat apakah benda yang berat memang jatuh lebih dahulu atau tidak. Tetapi saat itu tidak ada orang yang tampil ke depan sampai hampir 2000 tahun setelah kematiannya.
Pada tahun 1589, Galileo memanggil para professor yang terpelajar ke landasan Menara Miring Pisa. Kemudian dia naik ke puncak dan mendorong jatuh dua buah beban, yang satu seberat sepuluh pon dan yang lainnya satu pon. Hasilnya, keduanya ternyata mendarat pada saat yang sama!
Apa kata para professor? Karena mereka tetap yakin dengan kekuatan kebijaksanaan konvensional yang demikian kokoh bersemayam dalam diri mereka, para professor itu tetap menyangkal apa yang mereka lihat. Mereka tetap mengatakan bahwa Aristoteles benar, lalu lemparkan Galileo ke penjara dan melewatkan sisa hidupnya dalam tahanan rumah.
Pertanyaannya, masih adakah sesuatu yang begitu kuat anda yakini sehingga sekalipun sudah berulang kali diperlihatkan fakta-fakta betapa pentingnya kita segera berubah, tetap saja Anda tidak mau berubah?
Karena itulah, Howard Hendrick, dalam Teaching to Change Lives mengingatkan: Kalau Anda ingin terus memimpin, maka Anda harus berubah. Begitu para pemimpin secara pribadi mau berubah dan mulai melakukannya, maka segala sesuatu yang berada dalam tanggungjawabnya pasti segera berubah. Para pemimpin adalah motor perubahan, dan karena itu ia harus berada di depan untuk menggerakkan perubahan dan mendorong pertumbuhan serta menunjukkan jalan untuk mencapainya.
Tapi terkadang ada pula sebagian pemimpin kita yang mungkin berperilaku seperti Lucy dalam kartun "Peanuts". Sambil menyandar ke pagar ia berkata pada Charlie Brown, "Saya ingin mengubah dunia." Charlie bertanya, "Darimana kamu akan memulai?" Lucy menjawab, "Saya akan mulai dengan kamu!"
Para pemimpin yang ada di seluruh bagian perusahaan dimanapun ia berada, harus mampu menjadi motor perubahan. "Mereka harus lebih menjadi termostat daripada termometer," kata Maxwell, dalam bukunya Mengembangkan Kepemimpinan Di Sekeliling Anda.
Apa bedanya? Kedua alat ini memang sama-sama bisa mengukur panas, tapi ada bedanya. Termometer bersifat pasif. Ia hanya mencatat suhu lingkungan tetapi tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah lingkungan. Termostat adalah alat yang aktif. Alat ini menentukan akan menjadi apa sebuah lingkungan. Termostat mempengaruhi perubahan supaya bisa menciptakan iklim. Pemimpin yang baik, mampu menjadi motor perubahan yang menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan cita-cita perusahaan.
Perubahan Apa?
John C. Maxwell dalam buku "The Winning Attitude" menggambarkan, "orang berubah ketika mereka cukup sakit sehingga harus berubah; cukup belajar sehingga ingin berubah; cukup menerima sehingga mereka bisa berubah." Karena itu para pemimpin perlu mengenali siapa-siapa saja orang-orangnya yang berada dalam salah satu dari tiga tahap ini. Sedangkan para pemimpin puncak akan menciptakan suasana yang menyebabkan salah satu dari tiga hal ini terjadi.
Apa yang pertama dan utama sekali perlu diubah oleh para pemimpin, sehingga ia mampu menciptakan suasana yang akan mendorong orang lain ikut berubah?
Maxwell, mengajarkan:
Pertama, pemimpin harus mengembangkan kepercayaan dengan orang lain. Kalau anggota tim percaya kepada pemimpin, itu sudah lumayan hebat. Akan tetapi jauh lebih hebat lagi jika justru pemimpin yang percaya kepada para anggotanya. Bila ini benar-benar terjadi, kepercayaan adalah hasilnya, maka semua pun akan mengikuti. Abraham Lincoln berkata, "Kalau Anda ingin merebut hati seseorang agar mendukung perjuangan anda, mula-mula yakinkan dia bahwa anda sahabatnya yang sejati. Lalu selidikilah apa yang ingin dicapainya." Ujian praktis bagi seorang pemimpin adalah pertanyaan, "Bagaimana hubungan Anda dengan para pengikut Anda?" Kalau hubungannya positif, maka pemimpin itu telah siap untuk mengambil langkah-langkah berikutnya.
Kedua, pemimpin harus membuat perubahan pribadi pada dirinya sendiri, sebelum meminta orang lain berubah. Para pemimpin sukses bukan hanya mengatakan apa yang harus dilakukan, mereka memperlihatkannya! Orang meniru apa yang mereka lihat dari sang pemimpin. Apa yang dihargainya akan dihargai pula oleh anak buahnya. Tujuan pemimpin menjadi tujuan mereka. Lee Iacocca berkata, "Kecepatan bos adalah kecepatan tim." Kita perlu ingat bahwa kalau orang mengikuti kita, mereka hanya bisa pergi sejauh kita pergi. Kalau pertumbuhan kita berhenti, kemampuan kita untuk memimpin pun akan berhenti. Karena itu mulailah belajar dan tumbuh sejak hari ini, maka lihatlah mereka yang ada di sekeliling anda, mereka pun ternyata tumbuh dan berubah. Ambil contoh saja, mulailah menghilangkan sikap takut mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar oleh atasan anda. Sebagai pemimpin anda harus melaporkan dan menyampaikan apa yang perlu anda laporkan, bukan apa yang sebaiknya dilaporkan. Lalu rangsanglah anggota organisasi anda untuk berani pula menyampaikan apa yang perlu anda dengar, bukan apa yang ingin anda dengar.
Ketiga, perlihatkan kepada tim anda bagaimana perubahan itu sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sebab perubahan yang sedang kita lakukan saat ini adalah jalan terbaik bagi seluruh pihak,demi masa depan semua orang, bukan bagi anda sebagai pimpinannya. Kepentingan orang banyak itulah yang harus didahulukan.
Keempat, beri mereka andil kepemilikan atas perubahan itu. Kalau orang kurang ikut memiliki suatu gagasan, mereka biasanya menentangnya, bahkan seandainya pun gagasan itu sebetulnya untuk kepentingan mereka yang terbaik! Pemimpin yang bijaksana memungkinkan pengikut bisa memberikan masukan dan menjadi bagian dari proses perubahan. Tanpa rasa memiliki ini, perubahan hanya akan berjangka pendek. Mengubah kebiasaan dan cara berpikir orang banyak seperti menulis perintah di atas salju dalam badai. Setiap duapuluh menit perintah harus ditulis kembali, kecuali kalau kepemilikan diberikan bersama dengan perintah.
Karena itu, kata Trusell dalam Helping Employees Cope with Change: A Manager's GuideBook, "Tunjukkan kepada orang lain bagaimana perubahan akan menguntungkan mereka. Mintalah mereka untuk berperan serta dalam semua tahap proses perubahan. Bersikaplah lentur, terbuka dan bisa menyesuaikan diri sepanjang proses perubahan. Akuilah kesalahan dan buatlah perubahan kalau sesuai dengan keadaan. Doronglah setiap anggota tim untuk membicarakan perubahan. Mintalah pertanyaan, komentar dan umpan balik mereka. Tunjukkan keyakinan anda atas kemampuan mereka untuk melaksanakan perubahan. Akhirnya jangan lupa berilah selalu antusiasme, bantuan, penghargaan, dan pengakuan kepada mereka yang melaksanakan perubahan.
(Brian Cavanaugh)
Di sebuah ladang terdapat sebongkah batu yang amat besar. Dan seorang
petani tua selama bertahun-tahun membajak tanah yang ada di sekeliling batu
besar itu. Sudah cukup banyak mata bajak yang pecah gara-gara membajak di
sekitar batu itu. Padi-padi yang ditanam di sekitar batu itu pun tumbuh tidak
baik.
Hari ini mata bajaknya pecah kagi. Ia lalu memikirkan bahwa semua
kesulitan yang dialaminya disebabkan oleh batu besar ini. Lalu ia memutuskan
untuk melakukan sesuatu pada batu itu.
Lalu ia mengambil linggis dan mulai menggali lubang di bawah batu.
Betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa batu itu hanya setebal sekitar 6
inchi saja. Sebenarnya batu itu bisa dengan mudah dipecahkan dengan palu
biasa. Kemudian ia menghancurkan batu itu sambil tersenyum gembira. Ia
teringat bahwa semua kesulitan yang di alaminya selama bertahun-tahun
oleh batu itu ternyata bisa diatasinya dengan mudah dan cepat.
Pepatah mengatakan, semakin jauh kita meletakkan benda dari cahaya,
semakin besar bayangannya di dinding. Kita sering ditakuti oleh bayangan
seolah permasalahan yang kita hadapi tampak besar, padahal ketika kita
mau melakukan sesuatu, persoalan itu mudah sekali diatasi. Maka, atasi
persoalan anda sekarang.
Have a positive day!
Always Changing
(Joseph Walker)
Please excuse me if I'm a little pensive today.
Mark is leaving, and I'm feeling kind of sad.
You probably don't know Mark, but you might be lucky enough to know
someone just like him. He's been the heart and soul of the office for a
couple of years, combining exemplary professional skills with a sweet
nature and gentle disposition. He's never been all that interested in
getting credit for the terrific work he does. He just wants to do his
job, and to do it superbly well.
And now he's moving on to an exciting new professional opportunity. It
sounds like it could be the chance of a lifetime, and we're genuinely,
sincerely pleased for him. But that doesn't make it any easier to say
goodbye to a dear friend and trusted colleague.
Life has a way of throwing these curve balls at us. Just when we start
to get comfortable with a person, a place or a situation, something
comes along to alter the recipe. A terrific neighbor moves away. Someone
in the family graduates. A child finds new love and loyalties through
marriage. The family's principle bread-winner is laid off.
Our ability to cope with change and disruption determines, to a great
degree, our peace, happiness and contentment in life.
But how do we do that? Philosophers have considered the question for
centuries, and their responses have been varied. According to the author
of the Biblical book of Ecclesiastes, comfort can be found in
remembering that "to every thing there is a season, and a time to every
purpose under heaven." Kahlil Gibran urged his listeners to "let today
embrace the past with remembrance, and the future with longing."
A friend of mine who works for the government is fond of reminding his
fellow bureaucrats that "survivability depends upon adaptability." And
then there's Chris, the California surf-rat, who once told me that the
answer to life's problems can be summed up in four words: "Go with the
flow."
"It's like surfing," Chris explained. "You can't organize the ocean.
Waves just happen. You ride 'em where they take you, then you paddle
back out there and catch the next one. Sure, you're always hoping for
the perfect wave where you can get, like, you know, totally tubular. But
mostly you just take 'em the way they come. It's not like you're trying
to nail Jell-O to a tree, you know?"
I'm not exactly sure, but I think Chris was saying that life is a series
of events -- both good and bad. No matter how deft your organizational
skills, there will always be life-influencing factors over which you
have no control. The truly successful person expects the unexpected, and
is prepared to make adjustments should the need arise -- as it almost
always does.
That doesn't mean you don't keep trying to make all your dreams come
true. It just means that when things come up that aren't exactly in your
plan, you work around them -- and then you move on. Of course, some
bumps along the road of life are easier to take than others. A
rained-out picnic, for example, is easier to cope with than the sudden
death of a loved one. But the principle is the same.
"Change, indeed, is painful, yet ever needful," said philosopher Thomas
Carlyle. "And if memory have its force and worth, so also has hope."
We're going to miss Mark, just like you'll miss that graduate, that
neighbor or that newlywed. But rather than dwell on the sadness of our
parting, we'll focus on our hopes for a brighter future -- for him, and
for us. And then we'll go out and do everything we can to make that
future happen.
Until our plans change -- again.
Daily Wisdom Words (46)
Integritas seseorang diukur dengan tingkah lakunya bukan profesinya.
(Junius)
Jangan terlalu mencemaskan kepercayaan diri anda. Cemaskan karakter
anda.
Integritas adalah imbalannya. (Dr. Laura Schlessinger)
Orang bijak adalah dia yang hari ini mengerjakan apa yang orang bodoh
akan
mengerjakannya tiga hari kemudian. (Abdullah Ibnu Mubarak)
Kehormatan manusia adalah pengetahuannya. Orang-orang bijak adalah suluh
yang menerangi jalan setapak kebenaran. Di dalam pengetahuan terletak
kesempatan manusia untuk keabadian. Sementara manusia bisa mati,
kebijakan
hidup abadi. (Ali)
Raja mengatur orang. Orang bijak mengatur raja. (Abu al-Aswad)
Kisah Kasih Kadal
Ini sebuah kisah nyata yang terjadi di Jepang.
Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. di Jepang biasanya rumah memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu.
Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor kadal terperangkap di
antara ruang kosong itu karena kakinya terjerat pada sebuah paku. Dia
merasa kasihan sekaligus penasaran.
Lalu ketika dia mengecek paku itu, ternyata paku tersebut telah ada disitu sejak rumah itu pertama kali dibangun 10 tahun lalu. Apa yang terjadi? Bagaimana kadal itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun???
Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikitpun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.
Orang itu lalu berpikir, bagaimana kadal itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada paku itu!
Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan kadal itu, apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan.
Kemudian, tidak tahu darimana datangnya, seekor kadal lain muncul dengan makanan di mulutnya.... Ahhhh!
Orang itu merasa terharu melihat hal tersebut. Ternyata ada seekor kadal lain yang selalu memperhatikan kadal yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta... tentu cinta yang indah. Cinta dapat terjadi
bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor kadal itu. Apa yang dapat
dilakukan oleh cinta? tentu saja sebuah keajaiban.
Bayangkan, kadal itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti
memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.
Sungguh, ini tidak lain merupakan satu bagian (kecil) dari cara Allah
memelihara ciptaan2-Nya. Kepada orang2 yang dikehendaki-Nya, Dia
memperlihatkan keajaiban2 seperti hal diatas agar semakin yakinlah orang2 yang beriman kepada-Nya.
Curhat seorang Opa
SEDIKIT RENUNGAN BUAT KITA2 YANG MASIH MUDA
(True Story By Haryati)
Suatu hari seorang sahabat pergi ke rumah orang jompo atau lebih terkenal dengan sebutan panti werdha bersama dengan teman-temannya. Kebiasaan ini mereka lakukan untuk lebih banyak mengenal bahwa akan lebih membahagiakan kalau kita bisa berbagi pada orang-orang yang kesepian dalam hidupnya.
Ketika dia sedang berbicara dengan beberapa ibu-ibu tua, tiba-tiba mata sang sahabat tertumpu pada seorang opa tua yang duduk menyendiri sambil menatap kedepan dengan tatapan kosong.
Lalu sang sahabat mencoba mendekati opa itu dan mencoba mengajaknya berbicara.
Perlahan tapi pasti sang opa akhirnya mau mengobrol dengannya sampai akhirnya si opa menceritakan kisah hidupnya.
Si opa memulai cerita tentang hidupnya sambil menghela napas panjang. Sejak masa muda saya menghabiskan waktu saya untuk terus mencari usaha yang baik untuk keluarga saya, khususnya untuk anak-anak yang sangat saya cintai. Sampai akhirnya saya mencapai puncaknya dimana kami bisa tinggal dirumah yang sangat besar dengan segala fasilitas yang sangat bagus.
Demikian pula dengan anak-anak saya, mereka semua berhasil sekolah sampai keluar negeri dengan biaya yang tidak pernah saya batasi. Apapun keinginan Anak saya, saya usahakan agar terpenuhi. Akhirnya mereka semua berhasil dalam sekolah juga dalam usahanya dan juga dalam berkeluarga.
Tibalah dimana kami sebagai orangtua merasa sudah saatnya pensiun dan menuai hasil panen kami. Tiba-tiba istri tercinta saya yang selalu setia menemani saya dari sejak saya memulai kehidupan ini meninggal dunia karena sakit yang sangat mendadak. Lalu Sejak kematian istri saya tinggallah saya hanya dengan para pembantu kami karena anak-anak kami semua tidak ada yg mau menemani saya karena mereka sudah mempunyai rumah yang juga besar. Hidup saya rasanya hilang, tiada lagi orang yang mau menemani saya setiap saat saya memerlukan nya.
Tidak sebulan sekali anak-anak mau menjenguk saya ataupun memberi kabar melalui telepon. Lalu tiba-tiba anak sulung saya datang dan mengatakan kalau dia akan menjual rumah karena selain tidak effisien juga toh saya dapat ikut tinggal dengannya. Dengan hati yang berbunga saya menyetujuinya karena toh saya juga tidak memerlukan rumah besar lagi tapi tanpa ada orang-orang yang saya kasihi di dalamnya. Setelah itu saya ikut dengan anak saya yang sulung.
Tapi apa yang saya dapatkan ? setiap hari mereka sibuk sendiri-sendiri dan kalaupun mereka ada di rumah tak pernah sekalipun mereka mau menyapa saya. Semua keperluan saya pembantu yang memberi. Untunglah saya selalu hidup teratur dari muda maka meskipun sudah tua saya tidak pernah sakit2an.
Lalu saya tinggal dirumah anak saya yang lain. Saya berharap kalau saya akan mendapatkan sukacita didalamnya, tapi rupanya tidak. Yang lebih menyakitkan semua alat-alat untuk saya pakai mereka ganti, mereka menyediakan semua peralatan dari kayu dengan alasan untuk keselamatan saya tapi sebetulnya mereka sayang dan takut kalau saya memecahkan alat-alat mereka yang mahal-mahal itu. Setiap hari saya makan dan minum dari alat-alat kayu atau plastik yang sama dengan yang mereka sediakan untuk para pembantu dan anjing mereka. Setiap hari saya makan dan minum sambil mengucurkan airmata dan bertanya dimanakah hati nurani mereka?
Akhirnya saya tinggal dengan anak saya yang terkecil, anak yang dulu sangat saya kasihi melebihi yang lain karena dia dulu adalah seorang anak yang sangat memberikan kesukacitaan pada kami semua. Tapi apa yang saya dapatkan? Setelah beberapa lama saya tinggal disana akhirnya anak saya dan istrinya mendatangi saya lalu mengatakan bahwa mereka akan mengirim saya untuk tinggal di panti jompo dengan alasan supaya saya punya teman untuk berkumpul dan juga mereka berjanji akan selalu mengunjungi saya.
Sekarang sudah 2 tahun saya disini tapi tidak sekalipun dari mereka yang datang untuk mengunjungi saya apalagi membawakan makanan kesukaan saya. Hilanglah semua harapan saya tentang anak-anak yang saya besarkan dengan segala kasih sayang dan kucuran keringat. Saya bertanya-tanya mengapa kehidupan hari tua saya demikian menyedihkan padahal saya bukanlah orangtua yang menyusahkan, semua harta saya mereka ambil. Saya hanya minta sedikit perhatian dari mereka tapi mereka sibuk dengan diri sendiri.
Kadang saya menyesali diri mengapa saya bisa mendapatkan anak-anak yang demikian buruk. Masih untung disini saya punya teman-teman dan juga kunjungan dari sahabat - sahabat yang mengasihi saya tapi tetap saya merindukan anak-anak saya.
Sejak itu sang sahabat selalu menyempatkan diri untuk datang kesana dan berbicara dengan sang opa.
Lambat laun tapi pasti kesepian di mata sang opa berganti dengan keceriaan apalagi kalau sekali-sekali sang sahabat membawa serta anak-anaknya untuk berkunjung.
Sampai hatikah kita membiarkan para orangtua kesepian dan menyesali hidupnya hanya karena semua kesibukan hidup kita.
Bukankah suatu haripun kita akan sama dengan mereka, tua dan kesepian ?
Ingatlah bahwa tanpa Ayah dan Ibu, kita tidak akan ada di dunia dan menjadi seperti ini.
Jika kamu masih mempunyai orang tua, bersyukurlah sebab banyak anak yatim-piatu yang merindukan kasih sayang orang tua.
Tiada yang Sempurna
Cerita ini berkisah tentang perjumpaan dua orang sahabat yang terpisah
sedemikian lama. Sambil ngobrol di sebuah cafe mereka melepas rindu.
Topik awal sih tentang nostalgia jaman sekolah dulu yang kemudian
berlanjut dengan kehidupan mereka masing-masing saat ini.
"Mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?" tanya yang seorang
kepada temannya yang sampai sekarang masih membujang.
"Sejujurnya sampai saat ini aku terus mencari wanita yang sempurna.
Itulah sebabnya sampai saat ini aku masih melajang. Dulu sih di Bandung
aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang amat pintar . Dan kemudian
aku berpikir inilah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku, namun
ternyata selama masa pacaran aku merasa tertekan dengan kesombongannya,
dan akhirnya hubungan kami putus sampai di situ"
"Kemudian di Jakarta aku menemukan sosok wanita rupawan nan ramah dan
dermawan. Hatiku bergetar dibuatnya pada saat pandangan pertama, inilah
wanita ideal bagiku. Namun belakangan baru ketahuan kalau dia banyak
tingkah dan tidak bertanggung jawab.
"Aku terus berusaha dalam pencarianku, namun selalu saja kutemukan
kelemahan dan kekurangan pada setiap wanita yang kutaksir. Hingga suatu
hari aku mendapati seorang wanita yang selama ini aku dambakan, ia
demikian cantik, pintar, baik hati, dermawan dan suka humor. Aku pikir
inilah dia pendamping hidup yang dikirim Tuhan untukku."
"Lantas," sergah temannya yang sedari tadi mendengarkan, "Apa yang
terjadi? Mengapa kamu tidak segera meminangnya ?"
Teman yang ditanya ini diam sesaat, suasana menjadi hening.
Akhirnya dengan suara lirih si Bujangan ini menjawab,"Baru belakangan
aku ketahui bahwa diapun sedang mencari sosok pria yang sempurna.
Pohon Apel
NICE STORY
Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.
Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini
bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil
yang bermain-main dengan pohon lagi," jawab anak lelaki itu."Aku ingin
sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya."
Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang
untuk membeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu
memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu
kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang. "Ayo bermain-main denganku lagi," kata pohon apel. "Aku tak punya
waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami
membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" Duh, maaf
aku pun tak memiliki rumah.
Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu," kata
pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat
anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon
apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya."Ayo bermain-main lagi denganku," kata
pohon apel."Aku sedih," kata anak lelaki itu."Aku sudah tua dan ingin hidup
tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah
kapal untuk pesiar?"
"Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan
bersenang-senanglah."
Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf
anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah
apelmu," jawab anak lelaki itu.
"Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat," kata pohon
apel."Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu," jawab anak lelaki itu."Aku
benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang
tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini," kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang," kata anak lelaki.
"Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah
sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar
pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari,
marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.
Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.
Pohon apel itu adalah orang tua kita.
Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita. Ketika
kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita
akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk
membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah
bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.
Dan, yang terpenting: cintailah orang tua kita.
Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.
Kaca Jendela Yang Kotor
Dari ruang kerjanya, di sebuah gedung perkantoran yang megah, seorang
pengusaha menertawakan kaca jendela pesaingnya yang berada di seberang kantornya.
Katanya, "Jendelanya pasti adalah jendela yang paling kotor di kota ini,"
ejeknya pada setiap orang yang datang menemuinya.
Suatu hari seorang bijak mampir ke kantornya. Seperti biasa, pengusaha ini
menunjuk ke seberang kantornya, ke arah kantor pesaingnya, dan berkata,
Lihat betapa kotor jendela pesaingku itu.
Orang bijak ini tersenyum lalu menyarankan pada pengusaha ini untuk
membersihkan kaca jendelanya terlebih dahulu. Pengusaha ini pun memenuhi saran dari si orang bijak.
Sesaat setelah kaca jendelanya dibersihkan ia berkomentar, "Betapa
mengherankan, begitu aku membersihkan kaca jendelaku, pesaingku ternyata juga membersihkan kaca jendelanya. Kaca jendelanya kini tampak bersih."
Sesuatu yang tampak kotor mungkin disebabkan oleh pandangan kita sendiri yang buram.
Masalah Adalah Tantangan
Tetaplah bergerak maju, sekalipun lambat. Karena dalam, keadaan tetap bergerak, anda menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.
MASALAH adalah TANTANGAN
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya. Bila anda menganggap masalah sebagai tantangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah dalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat keberhasilan dibalik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, eraman hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tebing yang tinggi. Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku! Sesaat kemudian, bukan kematian yang kita terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tak berani mengatasi masalah, anda tak akan menjadi seseorang yang sejati.
Bunga rampai (hikmah):
Keberhasilan tidak diukur dengan apa yang telah anda raih, namun kegagalan yang telah anda hadapi, dan keberanian yang membuat anda tetap berjuang melawan rintangan yang bertubi-tubi.
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus. Keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja. Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk berusaha. Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan di tengah tekanan yang dan kesulitan. Jangan hanya berhenti pada langkah pertama!
Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memisahkan anda dengan keberhasilan adalah msalah yang menantang. Disitulah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikat diri anda adalah berkarya menemukan kebahagiaan.
Jangan terkecoh dengan keberhasilan seseorang. Di balik kejayaan selalu ada jalan panjang yang berisikan catatan perjauangan dan pengorbanan. Keringat dan kepayahan. Tak ada jalan pintas untuk sebuah kesuksesan. Bila anda terpesona pada kenyamanan yang diberikan oleh kesuksesan, anda bisa lupa dari keharusan untuk berupaya. Namun bila anda terkagum pada ketegaran seseoarang dalam berusaha, anda akan menyerap energi kekuatan, keberanian dan kesabaran. Tak ada harga diskon untuk sebuah keberhasilan. Ada harga yang harus dibayar untuk meraih keberhasilan itu. Berusahalah terus!
Mulailah dengan hal kecil, dan jangan berhenti. Bertumbuhlah, belajarlah, dan kembangkan pencapaian anda. Sukses bukan dicapai oleh orang yang memulai dengan hal yang besar, tetapi oleh orang yang memelihara momentumnya dalam waktu yang cukup panjang, hingga pekerjaannya menjadi karya besar.
Apapun yang anda lakukan, lakukanlah dengan kebaikan hati. Keberhasilan bukan semata-mata karena kekuatan otot dan ketajaman pikiran. Anda perlu bertindak dengan kelembutan hati. Sukses tidak selalu dibangun di atas upaya sendiri. Di balik semua pencapaian terselip pengorbanan orang lain. Hanya bila anda melakukannya dengan kebaikan hati, siapapun rela berkorban untuk keberhasilan anda.
Seorang bijak berujar. "Bila busur anda patah dan anak panah penghabisan telah dilontarkan, tetaplah membidik. Bidiklah dengan seluruh hatimu." Semua tindakan anda bagaikan bumerang yang akan kembali pada anda. Bila anda melempar dengan baik, ia akan kembali dalam tangkapan anda. Namun, bila anda ceroboh melemparkannya, ia akan datang untuk melukai anda. Renungkan bagaimana tindakan anda sekarang ini. Lakukan segala semuanya dengan tulus dan penuh kasih sayang. Tiada yang lebih manis daripada memetik buah atas kebaikan yang anda lakukan.
Diolah dari Buku Motivasi Net, 2004
Things Don't Change, You Change!
Berani berubah.
Berani keluar dari zona kenyamanan (comfort zone).
Rupanya itulah salah satu resep orang-orang sukses. Bagaimanapun
kondisi mereka, kekurangan mereka, kelemahan mereka, semua itu tidak
menjadi sebuah kendala. Lihatlah Julius Caesar, meski menderita
epilepsy, ia berhasil menjadi seorang jenderal dan kemudian menjadi
kaisar. Lalu juga Napoleon, walau berasal dari keluarga sederhana,
juga berhasil menjadi jenderal. Bethoven bahkan menulis beberapa
lagu terbaiknya justru sesudah telinganya tuli sama sekali. Atau
Charles Dickens yang menjadi novelis Inggris terbesar meski kakinya
pincang dan lahir dari keluarga yang sangat miskin. Atau Milton yang
menggubah sajak-sajaknya yang paling indah bahkan sesudah ia menjadi
buta.
Orang-orang ini sanggup mengubah kekalahan jadi kemenangan,
kekurangan jadi prestasi. Itulah orang-orang yang yakin bahwa
keunggulan, kemenangan, keberhasilan dan kejayaan adalah fungsi
garis lurus dari kemauan dan keberanian untuk berubah. Semua memang
bergantung bagaimana sikap pikiran kita menghadapi gejolak kehidupan.
Apakah benar kita sudah berubah? Apa tanda-tandanya? Jika benar kita
sudah melakukan perubahan, biasanya kita akan mengalami situasi yang
tidak nyaman. Karena setiap perubahan pasti menuntut kita keluar
dari zona kenyamanan (comfort zone). Itulah sebabnya tidak banyak
orang yang benar-benar menyukai perubahan. Sebab untuk berubah ke
arah yang lebih baik, biasanya memang tidak gratis dan memang tidak
nyaman. Ada 'harga' yang harus kita bayar! Entah itu pengendalian
sikap kita, pengorbanan waktu kita, fokus pikiran kita, bahkan
terkadang bisa jadi terimbas juga pada keluarga kita.
Berubah berarti keluar dari kebiasaan-kebiasaan lama, membentuk
kebiasaan-kebiasaan baru. Berhenti bekerja dengan cara-cara lama
(yang biasanya sudah rutinitas), lalu terpaksa belajar lagi untuk
bisa bekerja dengan cara-cara baru (tentu saja ini tidak terlalu
nyaman). Akan tetapi, siapapun yang mau melakukannya, dan bersedia
untuk keluar dari zona kenyamanannya, insyaAllah 99,9% pasti akan
berhasil melaluinya. Sedang mereka yang masih dikuasai bisikan untuk
menentang perubahan, dengan tetap mempertahankan kebiasaan-kebiasaan
lama pasti akan tergilas, tertinggal, dan gagal.
Untuk mendapatkan hasil yang berbeda, lakukanlah dengan cara yang
berbeda. Untuk mengubah nasib ya berubahlah. Kalau kita kita mau
mengubah arah, kita akan berakhir di tempat yang sama.
Memang yang paling sulit adalah mengubah sikap atau attitude kita.
Betapa tidak, selama ini kita sangat suka dan nyaman dengan sikap
itu. Lalu tiba-tiba kita harus mengubah sikap-sikap yang biasanya
kita suka itu menjadi sikap-sikap baru! Kalau selama ini kita
tergolong orang yang senang dilayani, tentu tidak mudah untuk segera
berubah menjadi manusia baru: suka melayani. Kalau kita terbiasa
tidur sampai matahari terbit, tentu tidak mudah untuk bangun shalat
malam. Kalau biasanya kita begitu mudah tersinggung bahkan naik
pitam, tentu sedikit lebih sulit untuk menjadi lebih sabar. Kalau
kita takut melakukan sesuatu yang baru, tentu sulit untuk segera
memulainya, sehingga selalu saja ada ribuan alasan untuk terus
menundanya.
Berubahlah. Tinggalkan zona kenyamanan. Memang akan ada tekanan dari
berbagai arah. Ada banyak pergolakan batin. Ada banyak keluhan atas
berbagai kesulitan. Akan banyak gejolak emosi yang menghimpit. Tapi
itu adalah sebuah keniscayaan. Suatu jalan yang mau tidak mau
terpaksa harus kita tempuh. Itulah sebuah pertanda jalan yang kita
tempuh memang benar. Tidak mudah memang. Tetapi teruslah berjalan....
oleh : Nilnaiqbal - www.editorku.com
Membangun Personal Branding Online
Berhentilah sebentar dari aktivitas anda membaca artikel ini. Bukalah google.com, dan tulislah nama anda lengkap, dalam tanda petik. Misalnya "Dini Hari Bintang Gemilang". Dengan tanda petik, berarti hanya halaman web yang memuat frasa lengkap persis seperti itu yang akan ditampilkan. Kalau tanpa tanda petik, yang akan muncul adalah setiap halaman web yang memuat keempat kata tadi.
Sudah? Berapa record yang anda dapatkan? Di atas 1000? Di atas 500? Di atas 100? Sekitar 25? Atau tidak ada sama sekali? Halaman mana saja yang memuat nama anda? Saat ini internet praktis sudah menjadi hampir segalanya bagi masyarakat dunia. Internet sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia modern. Dengan internet, orang bisa terhubung dengan ribuan, atau bahkan jutaan orang di berbagai belahan dunia tanpa hambatan yang berarti. Jadi, internet telah menjadi media informasi yang amat sangat unggul, kalau kita tak mau memakai istilah "tanpa batas".
Dalam diskusi kita mengenai personal brand, kita sudah berbicara bahwa personal brand adalah soal komunikasi. Kalau pun anda orang dengan keahlian sekelas "guru", tapi kalau keahlian itu tidak terkomunikasikan dengan baik, apa artinya? Jumlah nama anda di halaman web adalah salah satu alat ukur yang cukup akurat mengenai sejauh mana nama anda terkomunikasikan di dunia maya.
Mungkin anda bertanya: siapa saja yang menuliskan nama anda di jagad maya itu? Pertanyaan bagus, karena jawaban atas pertanyaan itu justru akan menggarisbawahi jalur-jalur komunikasi atas nama anda. Mari kita lihat. Nama seseorang akan "nyantol" di halaman web dengan beberapa cara. Pertama, bisa jadi nama seseorang nyantol di web karena yang bersangkutan aktif di mailing list, dan kemudian tulisan di mailing list itu terdokumentasikan di halaman web. Semakin banyak tulisan di milis yang terdokumentasikan di halaman web, semakim banyak record seseorang di google.com atau search engine yang lain.
Kedua, masih mirip dengan yang pertama, mungkin anda menulis di media internet, dan anda menulis nama jelas anda. Jelas, ini akan menambah record anda di mesin pencari. Ketiga, mungkin saja anda menulis di media cetak, kemudian ada orang yang tertarik dengan tulisan anda, lantas memajang tulisan anda di situs web mereka. Ada beberapa tulisan offline saya yang dipajang apa adanya di internet. Keempat, bisa jadi anda ahli di bidang tertentu, kemudian ada orang yang menulis tentang anda di internet.
Bagaimanapun cara nama anda terpajang di internet, sadar atau tidak, hal itu akan menentukan persepsi publik terhadap siapa diri anda. Sebab, sekali lagi jaman ini adalah jaman internet, yang serba terbuka. Kalau anda mengajukan sebuah proposal karya arsitektur (kalau anda seorang arsitek), atau proposal solusi keuangan (kalau anda seorang financial planner) atau mengajukan proposal solusi marketing (kalau anda seorang konsultan pemasaran), jangan kaget kalau calon client anda besok menelepon anda dan langsung mengajak anda menandatangani kontrak. Tetapi juga jangan kaget kalau yang terjadi sebaliknya. Mengapa, karena mereka melacak anda di Internet dan menemukan bahwa anda adalah seorang pakar di bidang anda. Atau sebaliknya, anda terlalu banyak dicemooh di internet. Atau, tak ada satu record pun mengenai nama anda di internet.
Saya masih ingin menulis tulisan lain mengenai personal branding online. Tetapi sebelum masuk ke sana, saya ingin mengingatkan anda, watch your offline personal brand. Sebab, dunia internet bisa sangat kejam terhadap seseorang. Anda mungkin tahu, ada seorang yang oleh media cetak disebut-sebut sebagai pakar teknologi informasi, dihajar habis di internet melalui milis dan blog. Bahkan ada orang yang dengan sengaja membuat satu situs web, berformat blog, dengan nama xyxwatch.com (xyz adalah nama orang itu). Seorang pengusaha berbasis internet asal Bandung juga jadi bulan-bulanan di internet karena bisnisnya dinilai tidak etis.
Saya tidak ingin ikut latah membuat penilaian atas kedua orang itu. Yang ingin saya sampaikan dalam obrolan kita ini adalah bahwa siapa anda di dunia nyata, bisa terekspos secara berlebihan di internet. Termasuk sisi baik diri anda di dunia nyata. So, bukankah ini peluang untuk kita?
Bagaimana cara menambah hasil pencarian atas nama anda di Internet [melalui google misalnya]? Dalam tulisan terdahulu saya mengemukakan cara-cara yang bersifat pasif. Anda seorang ahli, kemudian anda dikutip oleh media online, atau dikutip oleh media offline dan kemudian dionlinekan, atau tulisan anda di media cetak di-online-kan entah oleh siapa. Itulah sebabnya saya menyebut langkah ini sebagai cara pasif.
Maka pertanyaannya, mengapa anda tidak mulai melakukan langkah yang lebih aktif dengan cara menempatkan nama anda di internet sendiri? Ingat, sikap aktif anda akan sangat penting karena di sana anda mempunyai peluang yang lebih besar untuk mengendalikan personal brand anda. Melalui cara ini anda berkesempatan untuk menceritakan sisi sisi tertentu saja dari hidup anda. Sisi-sisi hidup lain yang menurut anda tidak perlu diketahui publik tidak perlu disajikan di sana. Kontrol seperti ini tidak bisa dilakukan dengan metode pasif. Dalam metode pasif citra anda ditentukan oleh wartawan atau oleh siapapun yang mengapresiasi (atau membenci dan memarahi) anda.
Salah satu usaha untuk melakukan personal branding secara online adalah dengan membangun personal website. Melalui situs personal itu, anda bisa bercerita kepada pembaca mengenai siapa sejatinya diri anda. Sekali lagi, isi dari situ situ sepenuhnya berada dalam kendali anda. Kalau seorang wartawan hanya menulis isi presentasi anda di satu seminar, anda bisa menambahkan bahwa anda memang ahli dalam bidang yang anda sajikan. Lebih dari itu, anda bisa menyajikan portofolio atas keahlian itu. Kalau anda seorang dokter jantung yang hebat, mengapa tidak menceritakan kasus-kasus yang berhasil anda tangani? Kalau anda seorang pelukis, mengapa tidak anda foto lukisan anda, kemudian anda pajang foto itu di situs personal anda? Kalau anda seorang arsitek, mengapa tidak anda pajang karya-karya anda di sana? Dengan langkah-langkah tersebut di atas, anda bisa meyakinkan pengunjung situs anda, bahwa anda memang seorang pakar pada bidang tertentu.
Harus diakui bahwa di Indonesia situs personal memang belum begitu banyak dibangun. Tetapi di dunia internasional kita bisa dengan mudah menemukannya. Sebut saja beberapa situs yang entah berapa kali saya kunjungi seperti www.michelledunn.com (Michelle Dunn, self publisher), www.petermontoya.com (Peter Montoya, pakar personal branding), dan jutaan yang lain.
Praktis kini tidak ada masalah yang berarti untuk bisa membuat situs personal. Sebuah nama domain kini bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp100.000 per tahun, sedangkan sewa server sebesar 25 megabyte cukup dengan uang Rp120.000 per tahun. Proses editingnya juga sederhana, misalnya menggunakan Microsoft Publisher, Microsoft Frontpage (keduanya mirip MS Word), Dreamweaver dll.
Kini, sebagai kelanjutan dari situs web pribadi, kita juga mengenal yang disebut web-log. Pada dasarnya weblog adalah situs personal, tetapi mempunyai ciri lebih. Ciri lebih dari weblog adalah jaringan-jaringan yang [mungkin] dibentuknya. Kalau personal web umumnya berciri statis, weblog umumnya lebih dinamis. Personal web umumnya dibangun sekali jadi, dan sesekali saja diperbarui (update). Tetapi tidak demikian dengan weblog. Orang biasanya mengupdate weblognya secara berkala, bahkan ada yang harian, malah ada yang lebih dari sekali dalam sehari.
Update pada weblog bisa bermacam macam, mulai dari pendapat pribadi, kesan-kesan pribadi, sekadar catatan harian, komentar atas tulisan orang lain, atau apapun juga, karena yang membatasi praktis hanya kreativitas yang bersangkutan. Semakin kreatif seseorang, semakin tak terbatas isi yang bisa dituangkan dalam weblog.
Yang menarik adalah bahwa weblog mempunyai jaringan ke belakang maupun ke depan. Yang saya maksud dengan jaringan ke belakang adalah bahwa seorang penulis blog bisa merujuk pada apapun yang sudah lebih dulu ada di internet. Membaca tulisan ini, anda bisa menjadikannya rujukan pada weblog anda dengan cara membuat link dari halaman web anda ke halaman artikel ini. Anda juga bisa merujuk tulisan orang lain di media lain, atau situs lain, atau perpustakaan lain. Dengan demikian pengunjung web anda akan dituntun menuju berbagai sumberdaya internet yang tak terbatas. Maka jangan heran kalau weblog anda kemudian praktis menjadi portal pribadi. Kalau weblog anda mengkhususkan diri mengenai autis misalnya, orang akan cukup masuk ke weblog anda, dan dari sana bisa lari ke berbagai penjuru dunia autis.
Yang saya maksud dengan jaringan ke depan adalah bahwa orang lain juga bisa melakukan hal yang sama atas weblog anda. Saya, misalnya, bisa membangun link di halaman weblog saya ke halaman tertentu dalam weblog anda, atau ke dalam keseluruhan weblog anda. Bahkan, kalau anda mau, anda bisa membuat ruang interaksi dengan pembaca anda. Misalnya, di bawah tulisan anda, orang bisa memberi komentar apapun. Dan, inilah enaknya, anda tetap punya wewenang untuk mengedit komentar-komentar itu. Kalau menurut anda komentar A tidak produktif untuk personal brand anda, anda bisa menghapusnya begitu saja.
Bagaimana membuatnya? Gampang. Ada begitu banyak software gratis yang bisa dipakai seperti di www.blogger.com. Kemudian anda bisa menempatkan hasil editan weblog anda di web personal anda atau di server gratis seperti www.blogspot.com misalnya. Atau di blognya www.friendster.com.
Lantas anda bertanya, tetapi bagaimana caranya agar orang lain mengenal situs personal maupun weblog anda? Tidak terlalu bermasalah. Kalau anda membaca tulisan saya sebelumnya tentang milis, anda pasti akan berteriak "aha". Cara yang paling sederhana adalah dengan menuliskan alamat situs web personal anda di akhir email anda, entah yang dikirim untuk pribadi-pribadi tertentu maupun dikirim (terutama) melalui milis.
Yakinlah, situs personal dan weblog akan sangat berguna bagi anda untuk membangun dan mengendalikan personal brand anda. Mungin ini bukan bukti, tetapi saya mengenal cukup banyak orang hanya karena situs personalnya. Ada yang kemudian kenal secara pribadi, ada yang sekadar saya tahu betapa orang ini memang hebat.
(Oleh: Her Suharyanto)
* Her Suharyanto adalah penulis independen, kini sedang menangani penulisan buku sejarah sebuah institusi.
Apakah Anda Pemimpin Yang Hebat?
Sebagian kita adalah pemimpin bagi sebagian yang lain.
Jika anda punya satu orang anggota saja, maka anda adalah seorang pemimpin.
Dalam bukunya yang amat terkenal, Mengembangkan Kepemimpinan Di Dalam Diri Anda, John C. Maxwell berkata, "Mengubah pemimpin berarti mengubah organisasi. Menumbuhkan pemimpin, menumbuhkan organisasi."
Artinya? Perusahaan atau organisasi tidak akan berubah dan tidak akan berjalan ke arah yang dicita-citakan, apabila para pemimpinnya sendiri, di bagian apapun, tidak berubah dan tidak tumbuh. Sebuah organisasi tidak bisa tumbuh di luar sampai para pemimpinnya sendiri tumbuh di dalam.
Jika seluruh unit kepemimpinan berubah secara positif, maka pertumbuhan organisasi atau perusahaan akan terjadi secara otomatis. Pemimpin yang lemah sama dengan organisasi yang lemah. Pemimpin yang kuat sama dengan organisasi yang kuat. Segala-galanya akan naik atau turun, sesuai dengan kekuatan kepemimpinan.
Kita mungkin juga bisa sepakat bahwa perbedaan antara perusahaan yang baik dengan perusahaan yang hebat juga adalah kepemimpinan. Apakah Anda bersedia jadi pemimpin yang hebat?
Syaratnya, mau berubah ! Apa ada pemimpin yang menolak perubahan? Banyak.! Perlawanan terhadap perubahan adalah sesuatu yang universal sifatnya, menyerang semua kelas dan budaya. Sekalipun sudah ditunjukkan berbagai fakta kebenaran dan bukti nyata, tetap saja banyak pemimpin yang tidak mau mengubah sikap dan pikirannya.
Maxwell mengambil sebuah kisah yang amat menarik tentang Henry Ford yang gagal memimpin dunia otomotif lantaran ia tidak mau berubah, seperti yang dilukiskan dalam biografi Robert Lacy yang laris, Ford: The Man and the Machine. Lacy mengatakan Ford adalah orang yang begitu mencintai mobil model T yang diciptakannya sehingga ia tidak mau mengubah satu baut pun pada mobil itu. Dia bahkan mendepak William Knudsen, karena Knudsen berpikir dia melihat kemerosotan Model T.
Itu terjadi tahun 1912, ketika Model T baru berumur empat tahun dan sedang berada di puncak popularitasnya. Saat itu Ford baru saja kembali dari perjalanan pesiar di Eropa, dan dia pergi ke garasi Highland Park, Michigan, dan melihat rancangan baru yang diciptakan Knudsen.
Para montir yang ada disana mencatat bagaimana Ford sesaat menjadi mata gelap. Dia memandangi kilatan cat merah pada versi Model T yang rendah yang dianggapnya sebagai versi yang buruk dari rancangan Model T yang disayanginya. "Ford memasukkan tangan ke dalam sakunya, dan dia berjalan mengelilingi mobil tiga atau empat kali," kata para saksi mata menceritakan. "Itu adalah mobil empat pintu, dan atapnya diturunkan. Akhirnya, dia pergi ke sisi kiri mobil, dan dia mengeluarkan tangannya, memegang pintu, dan gubrak! Dia merenggutkan pintu sampai copot! . Bagaimana orang itu melakukannya, saya tidak tahu! Dia melompat masuk, dan gubrak! Copot pula pintu lainnya. Hancurlah kaca depan. Dia melompat ke jok belakang dan mulai memukuli atap. Dia merobek atap dengan tumit sepatunya. Dia menghancurkan mobil sebisa-bisanya."
Knudsen keluar dan pergi ke General Motors. Henry Ford terus memelihara Model T. Tetapi perubahan desain dalam model pesaing membuatnya menjadi lebih kuno daripada yang diakuinya. Kendati General Motor mengancam akan mendahului Ford, sang pencipta tetap menginginkan kehidupan membeku di tempatnya.
Contoh berikut pun cukup menarik. Selama berabad-abad orang percaya bahwa Aristoteles benar, dengan teorinya: bahwa semakin berat suatu benda, semakin cepat benda itu jatuh ke tanah. Pada waktu itu Aristoteles dipandang sebagai pemikir terbesar sepanjang zaman dan karena itu tentu saja dia tidak mungkin salah. Padahal yang diperlukan hanyalah seorang yang berani untuk mengambil dua buah benda, yang satu berat dan lainnya ringan, lalu menjatuhkannya dari ketinggian yang cukup untuk melihat apakah benda yang berat memang jatuh lebih dahulu atau tidak. Tetapi saat itu tidak ada orang yang tampil ke depan sampai hampir 2000 tahun setelah kematiannya.
Pada tahun 1589, Galileo memanggil para professor yang terpelajar ke landasan Menara Miring Pisa. Kemudian dia naik ke puncak dan mendorong jatuh dua buah beban, yang satu seberat sepuluh pon dan yang lainnya satu pon. Hasilnya, keduanya ternyata mendarat pada saat yang sama!
Apa kata para professor? Karena mereka tetap yakin dengan kekuatan kebijaksanaan konvensional yang demikian kokoh bersemayam dalam diri mereka, para professor itu tetap menyangkal apa yang mereka lihat. Mereka tetap mengatakan bahwa Aristoteles benar, lalu lemparkan Galileo ke penjara dan melewatkan sisa hidupnya dalam tahanan rumah.
Pertanyaannya, masih adakah sesuatu yang begitu kuat anda yakini sehingga sekalipun sudah berulang kali diperlihatkan fakta-fakta betapa pentingnya kita segera berubah, tetap saja Anda tidak mau berubah?
Karena itulah, Howard Hendrick, dalam Teaching to Change Lives mengingatkan: Kalau Anda ingin terus memimpin, maka Anda harus berubah. Begitu para pemimpin secara pribadi mau berubah dan mulai melakukannya, maka segala sesuatu yang berada dalam tanggungjawabnya pasti segera berubah. Para pemimpin adalah motor perubahan, dan karena itu ia harus berada di depan untuk menggerakkan perubahan dan mendorong pertumbuhan serta menunjukkan jalan untuk mencapainya.
Tapi terkadang ada pula sebagian pemimpin kita yang mungkin berperilaku seperti Lucy dalam kartun "Peanuts". Sambil menyandar ke pagar ia berkata pada Charlie Brown, "Saya ingin mengubah dunia." Charlie bertanya, "Darimana kamu akan memulai?" Lucy menjawab, "Saya akan mulai dengan kamu!"
Para pemimpin yang ada di seluruh bagian perusahaan dimanapun ia berada, harus mampu menjadi motor perubahan. "Mereka harus lebih menjadi termostat daripada termometer," kata Maxwell, dalam bukunya Mengembangkan Kepemimpinan Di Sekeliling Anda.
Apa bedanya? Kedua alat ini memang sama-sama bisa mengukur panas, tapi ada bedanya. Termometer bersifat pasif. Ia hanya mencatat suhu lingkungan tetapi tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah lingkungan. Termostat adalah alat yang aktif. Alat ini menentukan akan menjadi apa sebuah lingkungan. Termostat mempengaruhi perubahan supaya bisa menciptakan iklim. Pemimpin yang baik, mampu menjadi motor perubahan yang menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan cita-cita perusahaan.
Perubahan Apa?
John C. Maxwell dalam buku "The Winning Attitude" menggambarkan, "orang berubah ketika mereka cukup sakit sehingga harus berubah; cukup belajar sehingga ingin berubah; cukup menerima sehingga mereka bisa berubah." Karena itu para pemimpin perlu mengenali siapa-siapa saja orang-orangnya yang berada dalam salah satu dari tiga tahap ini. Sedangkan para pemimpin puncak akan menciptakan suasana yang menyebabkan salah satu dari tiga hal ini terjadi.
Apa yang pertama dan utama sekali perlu diubah oleh para pemimpin, sehingga ia mampu menciptakan suasana yang akan mendorong orang lain ikut berubah?
Maxwell, mengajarkan:
Pertama, pemimpin harus mengembangkan kepercayaan dengan orang lain. Kalau anggota tim percaya kepada pemimpin, itu sudah lumayan hebat. Akan tetapi jauh lebih hebat lagi jika justru pemimpin yang percaya kepada para anggotanya. Bila ini benar-benar terjadi, kepercayaan adalah hasilnya, maka semua pun akan mengikuti. Abraham Lincoln berkata, "Kalau Anda ingin merebut hati seseorang agar mendukung perjuangan anda, mula-mula yakinkan dia bahwa anda sahabatnya yang sejati. Lalu selidikilah apa yang ingin dicapainya." Ujian praktis bagi seorang pemimpin adalah pertanyaan, "Bagaimana hubungan Anda dengan para pengikut Anda?" Kalau hubungannya positif, maka pemimpin itu telah siap untuk mengambil langkah-langkah berikutnya.
Kedua, pemimpin harus membuat perubahan pribadi pada dirinya sendiri, sebelum meminta orang lain berubah. Para pemimpin sukses bukan hanya mengatakan apa yang harus dilakukan, mereka memperlihatkannya! Orang meniru apa yang mereka lihat dari sang pemimpin. Apa yang dihargainya akan dihargai pula oleh anak buahnya. Tujuan pemimpin menjadi tujuan mereka. Lee Iacocca berkata, "Kecepatan bos adalah kecepatan tim." Kita perlu ingat bahwa kalau orang mengikuti kita, mereka hanya bisa pergi sejauh kita pergi. Kalau pertumbuhan kita berhenti, kemampuan kita untuk memimpin pun akan berhenti. Karena itu mulailah belajar dan tumbuh sejak hari ini, maka lihatlah mereka yang ada di sekeliling anda, mereka pun ternyata tumbuh dan berubah. Ambil contoh saja, mulailah menghilangkan sikap takut mengatakan hal-hal yang tidak ingin didengar oleh atasan anda. Sebagai pemimpin anda harus melaporkan dan menyampaikan apa yang perlu anda laporkan, bukan apa yang sebaiknya dilaporkan. Lalu rangsanglah anggota organisasi anda untuk berani pula menyampaikan apa yang perlu anda dengar, bukan apa yang ingin anda dengar.
Ketiga, perlihatkan kepada tim anda bagaimana perubahan itu sebenarnya akan sangat menguntungkan bagi mereka. Sebab perubahan yang sedang kita lakukan saat ini adalah jalan terbaik bagi seluruh pihak,demi masa depan semua orang, bukan bagi anda sebagai pimpinannya. Kepentingan orang banyak itulah yang harus didahulukan.
Keempat, beri mereka andil kepemilikan atas perubahan itu. Kalau orang kurang ikut memiliki suatu gagasan, mereka biasanya menentangnya, bahkan seandainya pun gagasan itu sebetulnya untuk kepentingan mereka yang terbaik! Pemimpin yang bijaksana memungkinkan pengikut bisa memberikan masukan dan menjadi bagian dari proses perubahan. Tanpa rasa memiliki ini, perubahan hanya akan berjangka pendek. Mengubah kebiasaan dan cara berpikir orang banyak seperti menulis perintah di atas salju dalam badai. Setiap duapuluh menit perintah harus ditulis kembali, kecuali kalau kepemilikan diberikan bersama dengan perintah.
Karena itu, kata Trusell dalam Helping Employees Cope with Change: A Manager's GuideBook, "Tunjukkan kepada orang lain bagaimana perubahan akan menguntungkan mereka. Mintalah mereka untuk berperan serta dalam semua tahap proses perubahan. Bersikaplah lentur, terbuka dan bisa menyesuaikan diri sepanjang proses perubahan. Akuilah kesalahan dan buatlah perubahan kalau sesuai dengan keadaan. Doronglah setiap anggota tim untuk membicarakan perubahan. Mintalah pertanyaan, komentar dan umpan balik mereka. Tunjukkan keyakinan anda atas kemampuan mereka untuk melaksanakan perubahan. Akhirnya jangan lupa berilah selalu antusiasme, bantuan, penghargaan, dan pengakuan kepada mereka yang melaksanakan perubahan.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home