MA(Moving Average) 50
Simple Moving Averages adalah salah satu tool yang popular dan mudah untuk digunakan oleh para analis teknikal. Indikator ini memberikan serangkaian data dan mempermudah untuk memprediksikan trend, hal yang sangat membantu terutama saat market sedang bergerak tidak menentu.
Saat ini kita akan membicarakan penggunaan Moving Average dengan perioda 50. Yang artinya indikator ini akan mengambil sample date untuk 50 hari terakhir. Dan saya biasa gunakan time scale 1H untuk penggunaannya. Moving Average (50) merepresentasikan ekspektasi investor terhadap pergerakan market price untuk perioda waktu tertentu. Jika market price berada di atas moving average, itu artinya ekspektasi investor pada saat itu lebih tinggi dibandingkan ekspektasi rata-rata mereka pada 50 hari terakhir. Dan umumnya ini akan diinterpretasikan sebagai momen bullish bagi pergerakan market. Sebaliknya, jika hari ini market price bergerak di bawah moving average, maka artinya ekspektasi investor berada di bawah ekspektasi rata-rata pada 50 hari terakhir yang bisa disimpulkan juga sebagai momen bearish.
Interpretasi paling klasik dari penggunaan moving average ini adalah untuk menginkasikan perubahaan trend. Investor umumnya melakukan buy saat market price cross ke atas moving average dan sell saat market price cross ke bawah moving average. Yup, begitu saja!
Saat ini kita akan membicarakan penggunaan Moving Average dengan perioda 50. Yang artinya indikator ini akan mengambil sample date untuk 50 hari terakhir. Dan saya biasa gunakan time scale 1H untuk penggunaannya. Moving Average (50) merepresentasikan ekspektasi investor terhadap pergerakan market price untuk perioda waktu tertentu. Jika market price berada di atas moving average, itu artinya ekspektasi investor pada saat itu lebih tinggi dibandingkan ekspektasi rata-rata mereka pada 50 hari terakhir. Dan umumnya ini akan diinterpretasikan sebagai momen bullish bagi pergerakan market. Sebaliknya, jika hari ini market price bergerak di bawah moving average, maka artinya ekspektasi investor berada di bawah ekspektasi rata-rata pada 50 hari terakhir yang bisa disimpulkan juga sebagai momen bearish.
Interpretasi paling klasik dari penggunaan moving average ini adalah untuk menginkasikan perubahaan trend. Investor umumnya melakukan buy saat market price cross ke atas moving average dan sell saat market price cross ke bawah moving average. Yup, begitu saja!

0 Comments:
Post a Comment
<< Home